Warta

Apa Manfaat Danau Kaskade Mahaham? Mislan: Nanti Baca Kalau Bukunya Sudah Terbit

Kliksamarinda.com – Danau Kaskade Mahakam merupakan salah satu danau paparan banjir tropis terpenting di Indonesia. Ekosistem ini tidak hanya menyimpan kekayaan ekologis, tetapi juga menjadi penyangga utama kehidupan sosial, ekonomi, dan Budaya masyarakat di daerah aliran sungai (DAS) Mahakam.

Itulah antara lain sekelumit manfaat danau Kaskade Mahakam, untuk kehidupan manusia dan makhluk lainnya, tutur Dr. Mislan, M.Si, dosen fisika Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda yang juga peduli lingkungan hidup di Kalimantan Timur (Kaltim), saat dijumpai Minggu, 28 Juni 2026, di kampusnya.

Danau Kaskade Mahakam terdiri dari 20 danau antar lain danau besar. Pertama, Danau Jempang (15000 Hektare), danau Semayang (13000 Hektare), danau Melintang (11000 Hektare), dan 17 danau lainnya seperti danau Wis, danau Perian, danau Kedang Murung, dan lain-lainnya

“Lokasi Danau Kaskade Mahakam berada di wilayah Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Muara Muntai,Kenohan, kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) dan di kecamatan Penyinggahan, Jempang, Bongan, Muara Pahu kabupeten Kutai Barat (Kubar) Kaltim,” jelas Mislan, figur penyinta danau dan sungai kelahiran Kediri Jawa Timur 17 Mei 1968 itu

Penulisan buku berjudul: “Mengenal Danau Kaskade Mahaham”, menurut Mislan ditulis bersama tim sebagai upaya untuk menghadirkan pemahaman yang komprehensif, utuh, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Buku ini mengulas mengenai karakteristik, fungsi, permasalahan, serta arah pengelolaan danau Kaskade Mahakam.

“Danau tidak dipandang semata sebagai bentang alam perairan, melainkan sebagai sistem sosio-ekologis yang hidup, tempat bertemunya air, tanah, organisme, dan manusia dalam satu dinamika yang saling memengaruhi,” kata Mislan menambahkan.

Dalam konteks hidrologi, Danau Kaskade Mahakam berperan sebagai retarding basin (kolam penahan) alami yang menahan dan melepaskan air banjir secara perlahan, sehingga membantu mereduksi/mengurangi risiko banjir di wilayah hilir Sungai Mahakam,

“Bukunya masih dalam proses, nanti kalau terbit dilucurkan,Anda saya undang,” candanya, sembari tersenyum.

Namun, dirinya menyadari bukuĀ  tentang Danau Kaskade Mahakam itu masih memiliki keterbatasan. “Kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan sebagai bagian dari proses pembelajaran bersama. Begitu ya,” pungkas figur yang sejak 2006 sudah malang- melintang sebagai narasumber lingkungan hidup di pemerintah daerah maupun pusat juga di pihak-pihak dunia usaha yang signifikan berkaitan dengan lingkungan hidup. (*)

Penulis: Suriyatman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda@gmail.com