Warta

Wali Kota Andi Harun Optimis Samarinda Raih Predikat Kota Layak Anak Kategori Utama 2025

KLIKSAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun menyatakan optimisme tinggi bahwa Samarinda mampu meraih kategori Kota Layak Anak (KLA) Utama pada tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan Wali Kota Andi Harun saat paparan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi KLA 2025 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Senin 16 Juni 2025.

Berdasarkan hasil Evaluasi Mandiri (EM) dan Verifikasi Administrasi (VA) Kota Samarinda tahun 2024, kota ini memperoleh nilai EM sebesar 928,3 poin dan VA Provinsi sebesar 846,37 poin. “Dari nilai ini sudah masuk dalam Kategori Utama,” ungkap Andi Harun dengan penuh keyakinan.

Dari sisi kelembagaan, Samarinda telah memiliki kebijakan daerah khusus tentang penyelenggaraan KLA melalui Perda Nomor 3 Tahun 2023, ditambah 14 Perda lainnya yang relevan sebagai pendukung program ini.

VLH dilaksanakan secara hybrid dengan mengevaluasi 14 lokus yang mewakili lima klaster KLA. Pada Klaster 1 (hak sipil dan kebebasan anak), persentase anak yang memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) meningkat dari 56,44% menjadi 61,42%. Forum Anak Kota Samarinda berperan aktif mulai dari Musrenbang hingga kampanye anti-rokok.

Klaster 2 (lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif) menunjukkan upaya menekan angka perkawinan usia anak. Pengembangan ruang terbuka hijau dan playground telah terealisasi di seluruh kecamatan dan kelurahan, termasuk pembangunan landmark “Teras Samarinda” yang didesain ramah anak.

Pada Klaster 3 (kesehatan dasar dan kesejahteraan), seluruh puskesmas di Samarinda telah terakreditasi dengan 96% berstatus paripurna. Cakupan persalinan di fasilitas kesehatan mencapai 92,47%, kepemilikan Buku KIA 96,2%, dan cakupan ASI eksklusif 78,9%.

Klaster 4 (pendidikan dan pemanfaatan waktu luang) didorong melalui program wajib belajar 12 tahun. Persentase sekolah ramah anak mencapai 58% di tingkat TK/RA, 95% SD/MI, 97% SMP/MTs, dan 100% SMA/MA/SMK.

Sementara Klaster 5 (perlindungan khusus) melalui UPTD PPA telah melayani 160 anak korban kekerasan, termasuk anak disabilitas dan HIV/AIDS.

Samarinda memiliki track record konsisten dalam program KLA. Dimulai dari KLA Pratama tahun 2017, KLA Madya (2018-2022), KLA Nindya (2023), dan kini menargetkan KLA Utama 2025.

“Capaian ini tidak lepas dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dengan komitmen bersama, kami optimis Samarinda dapat meraih predikat Kota Layak Anak Kategori Utama tahun 2025,” ungkap Andi Harun.

Asisten Deputi KemenPPA RI Nanang A. Rachman yang hadir secara virtual menekankan bahwa evaluasi ini bertujuan mengetahui capaian penyelenggaraan KLA di daerah dan memberikan rekomendasi perbaikan. (*)

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *