Warta

Vihara Muladharma Samarinda Bakal Jadi Lokasi Pengecoran Rupang Buddha Nusantara

KLIKSAMARINDA – Satu momen sakral akan tercipta di Kota Samarinda. Umat Buddha bersiap menyambut Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia dengan sebuah peristiwa bermakna. Satu sejarah akan dicatat.

Panitia Nasional Tahun Kencana Setengah Abad Saṅgha Theravāda Indonesia akan melaksanakan pengecoran Bagian Rupang Buddha Nusantara. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 50 tahun Saṅgha Theravāda Indonesia yang jatuh pada 2026.

Samarinda dipercaya sebagai salah satu dari enam lokasi nasional yang mewakili umat Buddha di seluruh Nusantara.

Upacara pengecoran Rupang Buddha Nusantara di Kalimantan akan digelar pada Minggu, 1 Februari 2026, bertempat di Vihāra Muladharma, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Acara dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WITA hingga selesai, dengan melibatkan umat dan para bhikkhu dari berbagai daerah.

Tahun Kencana ini mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”. Tema tersebut menjadi landasan spiritual sekaligus sosial bagi seluruh rangkaian kegiatan.

Salah satunya adalah inisiatif pengecoran Rupang Buddha di berbagai pulau besar Indonesia yang kemudian dikenal sebagai Rupang Buddha Nusantara.

Rupang ini terinspirasi dari temuan arkeologis berupa Rupang Buddha di reruntuhan Kompleks Candi Sewu pada Mei 2025. Temuan tersebut dijadikan prototipe Rupang Buddha Nusantara dengan mudrā Bhūmisparsa, yang bermakna “Bumi sebagai saksi dari kumpulan kebajikan”.

Proses pembuatan Rupang Buddha Nusantara dikerjakan oleh seniman dari Amertha Art Studio, Sugito Sutarmin. Pengecoran dilakukan secara bergilir di Pulau Sumatra (Medan), Kalimantan (Samarinda), Bali (Denpasar), Sulawesi (Palu), Jawa (Surabaya), dan akan ditutup di Daerah Khusus Jakarta.

Pada pengecoran di Samarinda yang merupakan kali kedua, logam yang digunakan sepenuhnya berasal dari donasi umat Buddha. Sekitar 50 bhikkhu Saṅgha Theravāda Indonesia akan hadir, memimpin lantunan Paritta Suci sebagai pengiring tekad dan niat luhur umat.

Kepala Saṅgha Theravāda Indonesia, Bhikkhu Sri Paññāvaro Mahāthera, menyampaikan bahwa Rupang Buddha Nusantara menjadi penanda bersejarah. Sebuah karya monumental. Sebuah simbol persatuan. Sekaligus saksi perjalanan setengah abad Saṅgha Theravāda Indonesia di bumi Nusantara.

“Ini adalah Rupang Buddha Nusantara menandai 50 tahun atau Tahun Kencana Saṅgha Theravāda Indonesia. Setengah abad sebagai Rupang Buddha Nusantara yang berharga, yang monumental, dan historikal,” kata Bhikkhu Sri Paññāvaro Mahāthera.

Rupang Buddha bagi umat Buddha merupakan sarana untuk menumbuhkan keyakinan yang didasari pengertian benar, hidup bermoral, kemurahan hati, dan kebijaksanaan. (*)

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *