Warta

Serangan Hama Tikus di Maluhu Kaltim Akibatkan Petani Percepat Panen

KLIKSAMARINDA – Petani di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) dilanda keresahan akibat serangan hama tikus yang merusak tanaman padi mereka.

Serangan hama tikus memaksa para petani Maluhu mempercepat waktu panen untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Serangan hama tikus ini terjadi sejak beberapa waktu lalu, tepat saat tanaman padi mulai berisi.

Kerusakan parah terutama terjadi pada tanaman yang berada di tengah petak sawah.

Para petani baru menyadari serangan tersebut setelah tiga hari, ketika tanaman tiba-tiba berubah warna menguning dan roboh.

Ahmad Yani, salah satu petani Desa Maluhu, menuturkan bahwa serangan hama tikus telah menyebabkan hasil panen mereka jauh berkurang. “10 sak aja dapatnya ini. Biasanya 30, 29, 28 karung, kemarin dapat 10 aja,” ungkapnya dengan nada kecewa, Senin 28 April 2025.

Kerugian yang dialami petani cukup signifikan. Ahmad Yani yang memiliki areal persawahan cukup luas mengalami penurunan hasil panen hingga sekitar 65 persen.

Di petak pertama, ia biasanya bisa memanen sebanyak 29 karung padi, namun kali ini hanya mendapatkan 10 karung.

Kondisi lebih memprihatinkan dialami oleh petani yang hanya memiliki satu petak sawah. Mereka terpaksa menerima kenyataan pahit dengan hasil panen yang berkurang.

Sahroni, petani lain dari Desa Maluhu, mengaku pasrah dengan serangan hama tikus yang menimpa lahan pertaniannya. Ia tidak menyangka akan terjadi serangan hama tikus karena sebelumnya areal persawahannya terendam air.

“Mungkin kemarin kalau gak ada tikus, bisa lebih. Tengahnya sudah habis semuanya. Rata-rata begitu semua. Turunlah semuanya itu gara-gara tikus,” jelas Sahroni.

Serangan hama tikus di Maluhu telah menyebabkan batang padi bolong dimakan, padahal padi baru saja beranjak ‘meteng’ atau dalam tahap hamil persiapan buah.

Kerusakan parah terutama terjadi pada tanaman yang berada di tengah petak sawah, sehingga yang bisa dipanen hanya tanaman di bagian pinggiran saja.

Para petani kini hanya bisa pasrah melihat luasnya areal pertanian mereka yang terserang hama tikus. Mereka berharap pada masa tanam berikutnya, serangan hama tikus tidak terjadi lagi.

Para petani juga berencana melakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah serangan serupa di masa mendatang. (Suriyatman)

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker