Pemkab Kutai Kartanegara

  • Camat Tenggarong Fasilitasi Pemakaian Gedung BPU untuk Kegiatan Masyarakat Gratis

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Camat Tenggarong, Sukono, kembali menegaskan komitmen pemerintah kecamatan untuk mendukung kegiatan warganya dengan membuka akses gratis penggunaan gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Tenggarong.

    Pernyataan terkait penggunaan gedung BPU Tenggarong ini disampaikan seusai peluncuran program PEKKA DIRI yang diselenggarakan oleh DP3A Kukar, Senin 28 Juli 2025 lalu.

    “Jika masyarakat ingin mengadakan kegiatan, tetapi tidak punya gedung, silakan menggunakan BPU Kecamatan Tenggarong. Kami tidak memungut bayaran yang penting setelah selesai, dibersihkan,” ujar Sukono.

    Gedung BPU Tenggarong, Sukono menambahkan, memiliki 450 kursi dan fasilitas pendukung lain yang telah disiapkan sepenuhnya oleh pemerintah kecamatan.

    Ia juga memastikan akan menyiapkan petugas kebersihan untuk menjaga kebersihan gedung BPU Tenggarong usai digunakan.

    “Entah itu hajatan, sunatan, atau bahkan pernikahan, kami persilakan. Nanti kita atur mekanisme terbaik untuk petugas kebersihan,” pungkasnya.

    Dengan kebijakan terkait penggunaan gedung BPU Tenggarong ini, diharapkan dapat menjadi ruang serbaguna yang inklusif dan mendorong aktivitas positif masyarakat di kecamatan tersebut. (Adv/Diskominfo Kukar)

  • Sukono Dorong Anak PEKKA DIRI Lanjut Sekolah dari TK hingga S2

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Camat Tenggarong Sukono menyambut baik peluncuran program PEKKA DIRI oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (DP3A Kukar).

    Camat Tenggarong menegaskan sinerginya dengan skema beasiswa Kukar Idaman Terbaik sebagai bagian upaya terpadu pemerintah daerah menumbuhkembangkan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.

    Hal ini ia ungkapkan dalam sambutannya pada acara launching PEKKA DIRI di Balai Pertemuan Umum, Senin 28 Juli 2025 lalu.

    “Ini merupakan wujud nyata upaya pemerintah menumbuhkan ekonomi di Kukar. Pak Bupati sudah menyiapkan anggaran beasiswa mulai dari TK, SD, hingga S2. Lewat program ini, kita berupaya memastikan anak-anak PEKKA DIRI tidak putus sekolah,” katanya.

    Camat Tenggarong menjelaskan bahwa beasiswa tersebut adalah instrumen strategis untuk memutus siklus kemiskinan, dengan memberi akses penuh pendidikan bagi generasi muda, terutama dari keluarga perempuan kepala rumah tangga.

    “Anak-anak mereka harus terus sekolah, dari taman kanak-kanak sampai magister. Ini bukan hanya soal biaya, tapi juga harapan agar setiap keluarga bisa mandiri dan sejahtera,” tandasnya.

    Selain beasiswa, Sukono mendorong masyarakat memanfaatkan ragam program sosial ekonomi lain yang telah disiapkan Pemkab Kukar, seperti pelatihan keterampilan, modal usaha mikro, dan diversifikasi produksi lokal.

    “PEKKA DIRI hanyalah satu bagian. Masih banyak program lain, seperti pelatihan, kredit mikro, dukungan UMKM yang bisa membantu keluarga membangun ekonomi rumah tangga,” ujarnya.

    Dia menegaskan, komitmen jajaran kecamatan untuk mendampingi pelaksanaannya di tingkat desa dan kelurahan, memastikan program berjalan lancar dan tepat sasaran.

    “Kami di kecamatan siap berkoordinasi dengan desa-kelurahan untuk monitoring, evaluasi, dan pendampingan. Tujuannya satu: wujudkan Kukar Idaman Terbaik yang mandiri dan sejahtera,” tutup Camat Tenggarong . (Adv/Diskominfo Kukar)

  • Program PEKKA DIRI Disambut Positif Camat Tenggarong

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Sukono, Camat Tenggarong memberikan apresiasi terhadap peluncuran program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga Berkualitas dan Mandiri (PEKKA DIRI) yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara, Senin 28 Juli 2025, di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Tenggarong.

    Program inovatif yang dirangkai dengan pelatihan diversifikasi olahan produk ikan ini dinilai sangat bermanfaat bagi pemberdayaan ekonomi perempuan, khususnya kelompok PEKKA yang termasuk dalam kategori rentan secara sosial dan ekonomi.

    “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari DP3A Kukar yang telah melaksanakan kegiatan ini di Tenggarong. Ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya perempuan kepala keluarga yang memerlukan penguatan kapasitas dan daya tahan mental,” ujar Sukono.

    Menurut dia, Kecamatan Tenggarong memang menjadi salah satu wilayah dengan jumlah PEKKA tertinggi di Kukar, sehingga program ini dinilai sangat tepat sasaran.

    Ia juga menyebut, pelatihan pengolahan ikan yang digelar sangat relevan, karena tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi, tetapi juga menjadi strategi untuk mendukung penanganan stunting lewat konsumsi gizi seimbang.

    “Pelatihan olahan ikan ini memberikan solusi praktis. Selain mendorong ekonomi keluarga, produk olahan yang dihasilkan nantinya bisa mendukung pemenuhan gizi anak-anak, apalagi jika bisa dipasarkan secara luas,” tambahnya.

    Sukono berharap, program PEKKA DIRI tidak berhenti di satu titik, tetapi berlanjut secara menyeluruh di kelurahan-kelurahan lain di Tenggarong, bahkan dikembangkan ke kecamatan lain di Kukar.

    “Kita siap mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan program ini di tingkat kelurahan. Semoga sinergi ini terus berlanjut dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya. (Adv/Diskominfo Kukar)