Pemkab Kutai Kartanegara

  • Koperasi Merah Putih Loa Lepuh Susun Program Penguatan Ekonomi Warga Selaras BUMDes

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Pemerintah Desa Loa Lepuh, Kecamatan Tenggarong, melalui Koperasi Merah Putih tengah mempersiapkan sejumlah program strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

    Kepala Desa Loa Lepuh, Sumali mengungkapkan bahwa koperasi tersebut saat ini masih berada dalam tahap penyusunan rencana kerja yang akan menjadi acuan pengembangan usaha ke depan.

    Menurut dia, pembentukan dan pengelolaan Koperasi Merah Putih berjalan selaras dengan BUMDes yang sudah lebih dulu beroperasi.

    Adapun, sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi desa yang sehat dan terintegrasi.

    “Sampai saat ini belum ada kendala, semua berjalan seiring sejalan dengan BUMDes. Kita ingin mengembangkan ekonomi untuk masyarakat desa,” jelasnya.

    Ia menambahkan, Koperasi Merah Putih dirancang untuk menjadi wadah yang menaungi seluruh kegiatan ekonomi masyarakat, baik dalam bentuk perdagangan, jasa, maupun pengelolaan produk lokal.

    Sumali berharap, setiap hasil produksi warga, mulai dari bahan pangan, kerajinan, hingga produk olahan, dapat terserap dan dipasarkan melalui koperasi.

    “Dengan adanya koperasi, produk-produk masyarakat lokal bisa terserap semuanya. Selain itu, ketika masyarakat setempat membutuhkan barang atau kebutuhan pokok, mereka akan mendapat harga yang relatif lebih kompetitif dibandingkan dengan toko swalayan besar,” tutupnya. (Adv/Diskominfo Kukar)

  • Desa Loa Lepuh Luncurkan Olio Center, Sentra Kuliner Nusantara untuk Dongkrak Ekonomi Warga

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Pemerintah Desa Loa Lepuh, Kecamatan Tenggarong Seberang, resmi meluncurkan Olio Center Wisata Kuliner Nusantara.

    Olio Center Wisata Kuliner Nusantara merupakan sebuah pusat kuliner yang akan menjadi wadah bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat.

    Peresmian ini berlangsung meriah dan dirangkai dengan berbagai kegiatan lomba yang digelar mulai Senin 11 hingga 18 Agustus 2025.

    Di antaranya Lomba Karaoke dan Lomba Agustusan dengan kategori, seperti dewasa Bapak-bapak dan Ibu-ibu, Anak-anak, hingga peserta PAUD.

    Kepala Desa Loa Lepuh, Sumali, menjelaskan bahwa Olio Center akan menjadi titik kumpul lebih dari 50 pelaku UMKM dari berbagai wilayah di sekitar Loa Lepuh.

    “Tempat ini akan menghimpun semua pengusaha UMKM dalam satu wadah. Saat ini sudah ada sekitar 50 pelaku usaha yang bergabung dan aktivitasnya sudah mulai berjalan,” ungkapnya.

    Dia mengatakan, kegiatan tersebut turut didukung oleh Denimulan Project (DM Project), sebuah komunitas seni yang membina talenta-talenta musik di Kutai Kartanegara.

    Selama rangkaian acara, DM Project akan mengisi hiburan tanpa membebankan biaya kepada panitia.

    “Dukungan juga datang dari pihak Perumahan Sumanis yang menyediakan fasilitas seperti tenda dan lapak bagi para peserta,” ungkapnya.

    Menurut Sumali, keberadaan Olio Center diharapkan dapat menjadi magnet wisata kuliner sebelum proyek wisata besar di Loa Lepuh rampung.

    “Lalu lintas di Loa Lepuh kini sudah ramai karena jalur menuju Samarinda semakin padat. Ini peluang besar untuk meningkatkan perekonomian warga, khususnya pelaku UMKM,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)

  • Kondisi Tenaga Kesehatan di Kecamatan Tabang, Satu Tim Medis Layani Dua Puskesmas

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, mengungkapkan bahwa Kecamatan Tabang masih menghadapi keterbatasan serius dalam hal tenaga medis, khususnya dokter umum maupun spesialis.

    Saat ini, dua puskesmas yang ada di wilayah Tabang hanya dilayani oleh satu tim medis, sehingga pelayanan kesehatan belum optimal.

    “Kami sangat membutuhkan tenaga dokter, baik itu dokter umum maupun dokter spesialis. Saat ini ada dua puskesmas di Tabang, namun hanya diemban oleh satu tim puskesmas. Ini tentu jadi kendala bagi pelayanan kesehatan di wilayah kami,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

    Ia juga menyebut, dokter yang saat ini bertugas akan segera memasuki masa pensiun.

    Karena itu keberadaan dokter pengganti atau regenerasi sangat dibutuhkan agar layanan kesehatan tidak terputus.

    “Dokter umumnya ada, tapi sudah mau pensiun. Kalau tidak ada regenerasi, kasihan masyarakat kami. Akses ke layanan kesehatan jadi terhambat karena minimnya tenaga medis,” lanjutnya.

    Rakhmadani berharap, ada dukungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) maupun pihak terkait untuk segera menempatkan tenaga medis yang memadai di Kecamatan Tabang.

    Menurutnya, ketersediaan dokter, terutama di wilayah pelosok seperti Tabang, sangat krusial. Hal ini penting dalam memastikan hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan terpenuhi.

    “Minimal ada dokter umum tetap di sini. Tapi kalau bisa ada juga dokter spesialis, supaya masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke kota hanya untuk mendapatkan layanan dasar kesehatan,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)