Pemkab Kutai Kartanegara

  • Pelantikan BPD Desa Kota Bangun II, Camat Tekankan Komitmen Bersama Majukan Desa

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Pemerintah Kecamatan Kota Bangun Darat mengapresiasi pelantikan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kota Bangun II yang baru-baru ini dilaksanakan.

    Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, menyampaikan harapan agar pelantikan ini menjadi awal baru bagi sinergi yang lebih kuat antara BPD dan pemerintah desa dalam membangun wilayah.

    “Pelantikan ini tentu menjadi momentum penting, apalagi Desa Kota Bangun II adalah desa dengan masyarakat yang cukup majemuk. Dengan personel BPD yang lengkap, saya yakin segala urusan desa bisa dilaksanakan secara maksimal,” ujarnya.

    Camat Julkifli mengingatkan bahwa fungsi BPD adalah sebagai mitra strategis pemerintah desa, bukan sebagai pengawas tunggal yang mendominasi pengambilan keputusan.

    “Jangan sampai muncul anggapan bahwa BPD itu berada di atas segalanya. BPD adalah mitra, dan bersama-sama harus berkomitmen membangun desa,” tegasnya.

    Menurutnya, BPD memiliki peran penting dalam menyusun peraturan desa bersama kepala desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta mengawasi jalannya pemerintahan desa.

    Adapun, dengan pergantian antar waktu (PAW) BPD Desa Kota Bangun II yang baru dilantik, ia berharap semangat kolaborasi semakin kuat.

    “Dengan dilantiknya PAW BPD ini, harapan kami ke depan sinergi antara BPD dan pemerintah desa bisa berjalan lebih harmonis. Mari sama-sama kita kuatkan komitmen membangun Desa Kota Bangun Dua,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Julkifli berharap, BPD Desa Kota Bangun II yang baru bisa cepat menyesuaikan diri, memahami tugas pokok fungsi atau tupoksi, serta aktif dalam setiap kegiatan desa.

    Apalagi tantangan pembangunan desa saat ini semakin kompleks, mulai dari tata kelola keuangan, partisipasi masyarakat, hingga pelayanan publik.

    “Kita tidak bisa kerja sendiri. Semua elemen harus jalan bersama, saling mendukung, agar tujuan memajukan desa bisa benar-benar tercapai,” tutupnya. (Adv/Diskominfo Kukar)

  • Danau Kumbara Dikembangkan Jadi Wisata UMKM dan Pasar Minggu di Kota Bangun III

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Pemerintah Desa Kota Bangun III terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi pariwisata lokal termasuk Danau Kumbara.

    Danau Kumbara menjadi salah satu fokus utama tahun 2025 dalam upaya pengembangan kawasan wisata Desa Kota Bangun III.

    Danau Kumbara sebagai destinasi wisata andalan desa tersebut kini mulai dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung.

    Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto, mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun sejumlah program strategis untuk menjadikan Danau Kumbara sebagai lokasi wisata berbasis masyarakat, sekaligus motor penggerak ekonomi desa.

    “Di Danau Kumbara, kita sudah bangun jalan di pinggir danau, kemudian juga ada titian-titian kayu yang kita lengkapi. Tahun ini, kami rencanakan membangun musala di sekitar danau, serta outlet-outlet UMKM agar pengunjung bisa menikmati jajanan khas desa,” ungkapnya.

    Tak hanya itu, dia mengatakan, Desa Kota Bangun III juga berencana mengaktifkan kegiatan mingguan yang melibatkan pemuda dan pelaku UMKM lokal, berupa pasar tradisional khusus setiap hari Minggu pagi.

    “Nanti kawasan Danau Kumbara akan kita hidupkan lewat kegiatan semacam car free day. Minggu pagi, kawasan itu akan menjadi pusat kegiatan masyarakat, sekaligus ruang bagi pelaku UMKM menampilkan produk-produk unggulan mereka,” tambahnya.

    Lilik berharap, program tersebut tidak hanya menambah daya tarik Danau Kumbara sebagai destinasi wisata, tetapi juga memperkuat pendapatan desa melalui sektor pariwisata dan UMKM.

    “Ini sekaligus menjadi ajang promosi potensi desa. Masyarakat bisa datang, menikmati keindahan danau, membeli produk UMKM, dan merasakan langsung nuansa lokal,” tutupnya.

    Pemerintah Desa Kota Bangun III juga mengajak generasi muda di sekitar wilayah Danau Kumbara untuk aktif dalam kegiatan ini.

    Kolaborasi untuk mengembangkan Danau Kumbara ini dinilai penting untuk menciptakan rasa memiliki dan semangat menjaga kawasan wisata tersebut. (Adv/Diskominfo Kukar)

  • Kota Bangun III Dorong Ketahanan Pangan Lewat Inovasi Pertanian, Hidroponik dan Rosella Jadi Andalan

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Pemerintah Desa Kota Bangun III terus mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal dan kreativitas generasi muda.

    Adapun, salah satu bentuk nyata dari upaya ini adalah pengembangan pertanian hidroponik yang digawangi oleh kelompok pemuda desa serta budidaya tanaman rosella oleh kelompok ibu-ibu.

    Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto, mengatakan bahwa ketahanan pangan bukan hanya soal menanam padi.

    Menurutnya, ketahanan pangan juga mencakup seluruh bentuk pertanian dalam arti luas, termasuk inovasi pemuda dan pemberdayaan perempuan.

    “Setiap desa punya potensi yang berbeda-beda. Di Kota Bangun III, anak-anak muda kami sekarang sedang semangat-semangatnya menanam tanaman hidroponik seperti pakcoy, sawi, dan gul. Mereka tergabung dalam kelompok Agro Grain Mandiri, dan saya sangat bangga dengan semangat mereka,” ujarnya.

    Kelompok Agro Grain Mandiri, lanjut Lilik, telah mendapat dukungan dari sektor swasta, yakni PT Gunung Bayan Pratama, selain dari pemerintah desa.

    Menurutnya, dukungan tersebut memberi motivasi lebih bagi anak-anak muda untuk terus berinovasi dan menekuni pertanian modern yang ramah lingkungan.

    “Dengan adanya support dari PT Gunung Bayan Pratama, semangat mereka makin tinggi. Kita berharap, kelompok-kelompok seperti Agro Grain Mandiri bisa terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya,” tambahnya.

    Selain itu, Lilik menambahkan bahwa sektor pertanian di Kota Bangun III juga digerakkan oleh, Kelompok Wanita Tani (KWT) yang saat ini tengah fokus menanam rosella.

    Pasalnya, tanaman herbal berwarna merah cerah ini menjadi ikon dan souvenir khas Desa Kota Bangun III.

    “Produk rosella ini sekarang sudah dikenal sebagai souvenir. Selain manfaat kesehatannya yang banyak, rosella juga punya nilai ekonomi yang tinggi,” ungkapnya.

    Produk olahan rosella seperti teh rosella, sirup, hingga manisan kini mulai dipasarkan sebagai oleh-oleh khas desa.

    Pemerintah Desa Kota Bangun III pun terus berupaya mendorong pemasaran dan pengemasan produk agar semakin menarik di pasar lokal maupun luar daerah. (Adv)