Pemkab Kutai Kartanegara

  • Kukar Bakal Miliki Tujuh Desa Definitif

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pemekaran desa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah resmi disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD Kukar ke-23.

    Pengesahan raperda ini menjadi langkah akhir menuju perubahan status dari desa persiapan menjadi desa definitif bagi tujuh wilayah baru.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyebutkan bahwa ketujuh desa yang disahkan melalui perda pemekaran tersebut adalah Jembayan Ilir, Sungai Payang, Loa Duri Seberang, Sumber Rejo, Badak Makmur, Tanjung Berukang, dan Kembang Jangut Ulu.

    “Ini sudah masuk tahap akhir. Selanjutnya kami akan menyiapkan dokumen untuk mengusulkan rekomendasi persetujuan dari Gubernur atas perubahan status desa tersebut,” ujarnya.

    Dia menambahkan, pengantar resmi dari Bupati Kukar akan disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim).

    Adapun, proses akan dilanjutkan oleh pihak provinsi, dalam hal ini DPMD Provinsi Kaltim, untuk menerbitkan rekomendasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    “Jika rekomendasi dari gubernur sudah keluar, maka kami akan mengusulkan ke Kemendagri agar desa-desa tersebut mendapatkan kode desa definitif,” jelasnya.

    Ia menegaskan bahwa DPMD Kukar telah menyetujui seluruh proses pemekaran tujuh desa tersebut.

    “Kita berharap, tahapan selanjutnya dapat berjalan dengan lancar dan tidak memakan waktu lama,” tutupnya. (Adv/Diskominfo Kukar)

  • Penutupan KFBN 2025 Berlangsung Meriah, Dispar Kukar Siapkan Konsep Lebih Baik Tahun Depan

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Rangkaian kegiatan Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) 2025 resmi ditutup pada Rabu malam, 23 Juli 2025.

    KFBN yang telah berlangsung sejak 19 Juli 2025 ini berjalan lancar dan sukses menampilkan beragam pertunjukan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

    Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Arianto menyampaikan, apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan festival tahun ini.

    “Alhamdulillah, sejak tanggal 19 sampai malam ini, semua rangkaian acara KFBN berjalan lancar. Seluruh partisipan, baik dari kecamatan, paguyuban, maupun tujuh provinsi yang diundang, tampil dengan sangat baik,” ujarnya.

    Arianto juga menyampaikan, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri yang sebelumnya hadir langsung dalam pembukaan festival, telah memberikan arahan agar kegiatan ini tetap menjadi agenda tahunan.

    “Bupati Kukar pada saat pembukaan hadir langsung, dan menyampaikan agar KFBN tetap dilaksanakan. Saat ini beliau sedang menjalankan tugas di luar daerah,” tambahnya.

    Melihat antusiasme masyarakat dan partisipasi dari berbagai pihak, Arianto menyatakan Dispar Kukar berencana menyusun konsep penyelenggaraan yang lebih baik dan lebih meriah untuk tahun mendatang.

    “Insya Allah, tahun depan tetap kita agendakan. Kita akan siapkan konsep yang lebih menarik, dengan mempertimbangkan semangat dan antusiasme tinggi dari masyarakat dan para peserta,” tutupnya. (Adv/Diskominfo Kukar)

  • Rebranding Logo KFBN 2025 Hadirkan Desain Lebih Elegan

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Arianto, mengungkapkan bahwa pada pelaksanaan Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) 2025, logo festival mengalami rebranding.

    Kata dia, logo KFBN terbaru dikemas lebih elegan, namun tetap mengadopsi unsur dari logo sebelumnya.

    “Logo KFBN tahun ini kita tampilkan dengan bentuk baru, menghadirkan aksen bintang serta bentuk yang berbeda dari sebelumnya, namun tetap menghormati unsur dasar dari logo terdahulu,” jelasnya.

    Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya logo KFBN masih menggunakan logo Tenggarong International Folk Art Festival (TIFAF) yang menjadi cikal bakal KFBN.

    “Mudah-mudahan ke depan TIFAF bisa kembali digelar dan bahkan bisa dikolaborasikan dengan KFBN,” ujarnya.

    Selain itu, Arianto juga menanggapi sejumlah kritik terkait identitas visual festival yang dianggap belum lepas dari TIFAF.

    “Kami sadari ada masukan bahwa KFBN perlu berdiri sendiri secara identitas visual, tidak lagi membawa logo TIFAF,” imbuhnya.

    Rebranding logo KFBN ini diharapkan semakin memperkuat karakter dan daya tarik KFBN sebagai festival budaya yang merepresentasikan keberagaman seni dan kekayaan budaya Kukar serta Nusantara. (Adv/Diskominfo Kukar)