Pemkab Kutai Kartanegara

  • Dispar Kukar Siap Jalankan Efisiensi Anggaran, Pariwisata Tetap Jadi Sektor Prioritas

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong efisiensi anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk di Dinas Pariwisata.

    Meski begitu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menegaskan bahwa pariwisata tetap menjadi salah satu bidang prioritas dalam pembangunan daerah.

    “Efisiensi itu tentu akan diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang memang mendukung target pembangunan pemerintah daerah. Pariwisata, ekonomi kreatif, dan pertanian adalah bidang-bidang prioritas yang ingin dikembangkan di Kukar,” jelasnya.

    Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata tak lepas dari dukungan anggaran, terutama untuk pelaksanaan berbagai event yang berdampak langsung terhadap ekonomi lokal dan promosi daerah.

    “Event-event budaya dan pariwisata sangat penting untuk mendorong pertumbuhan sektor ini. Namun tentu kita harus bicara rasional dan realistis, melihat kemampuan anggaran kita, terutama nanti di tahun 2026,” lanjutnya.

    Ia menambahkan, porsi anggaran akan dibahas lebih lanjut bersama pimpinan dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dengan mempertimbangkan skala prioritas pembangunan di seluruh sektor.

    “Kami siap menyesuaikan dan mendukung kebijakan efisiensi, tapi tetap berharap sektor-sektor prioritas seperti pariwisata tetap mendapat porsi perhatian dalam penyusunan anggaran ke depan,” tutupnya. (Adv/Diskominfo Kukar)

  • Kukar Resmi Bentuk 237 Koperasi Merah Putih, Fokus Susun Rencana Bisnis Jelang 2026

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) mencatat sebanyak 237 Koperasi Merah Putih yang tersebar di desa dan kelurahan telah resmi terbentuk dan memiliki badan hukum.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyusul peluncuran program Koperasi Merah Putih yang menjadi bagian dari agenda nasional.

    “Sudah kita ketahui bersama, program Koperasi Merah Putih telah diluncurkan dan diketahui oleh Pak Presiden serta Pak Bupati. Di Kukar sendiri, sudah terbentuk 237 koperasi yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan,” ujarnya.

    Saat ini, kata dia, fokus pemerintah adalah mendorong masing-masing koperasi untuk menyusun rencana bisnis berbasis potensi lokal yang ada di wilayah masing-masing.

    Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari tahap awal untuk masuk ke fase penguatan usaha koperasi.

    “Setelah rencana bisnis mereka tersusun, kami akan melakukan proses verifikasi dan klarifikasi, agar rencana tersebut benar-benar matang dan siap dijalankan,” lanjutnya.

    Arianto menjelaskan, dalam waktu dekat koperasi-koperasi yang telah terbentuk diarahkan untuk memanfaatkan aset desa atau unit usaha yang sudah ada, sebagai langkah awal dalam menyiapkan ekosistem usaha yang berkelanjutan.

    Terkait dukungan modal, ia mengungkapkan bahwa bantuan pinjaman modal dari pemerintah pusat direncanakan baru akan disalurkan mulai tahun 2026, seiring dengan dimulainya implementasi penuh dari rencana bisnis masing-masing koperasi.

    “Untuk 2025 ini fokusnya adalah pembentukan dan penyusunan rencana. Nanti di tahun 2026 kita baru mulai masuk pada tahapan bisnis proses dan kemungkinan penyaluran bantuan permodalan dari pusat,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)

  • Dispar Kukar Apresiasi Peran Camat, 19 dari 20 Kecamatan Ikut KFBN 2025

    Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) 2025 yang berlangsung selama lima hari sejak 19 Juli lalu sukses menghadirkan penampilan dari berbagai kelompok seni dan budaya.

    Dari 20 kecamatan di Kutai Kartanegara (Kukar) tercatat hanya Kecamatan Tabang yang tidak berpartisipasi dalam event tahunan tersebut.

    Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menyampaikan apresiasi kepada para camat yang telah membina dan memberdayakan potensi seni dan budaya di wilayah masing-masing.

    “Alhamdulillah dari 20 kecamatan hanya satu yang tidak ikut, yaitu Tabang. Artinya ini cukup sukses, karena hampir semua wilayah bisa menampilkan kesenian daerahnya,” ujarnya.

    Lebih lanjut Arianto menegaskan pentingnya partisipasi semua wilayah dalam event budaya seperti KFBN, karena menjadi ruang ekspresi dan pembinaan bagi kesenian lokal.

    “Harapan kita semua kecamatan bisa berpartisipasi. Kita sudah siapkan ruang dan tempat agar kita bisa melihat perkembangan dan hasil pembinaan kesenian serta kebudayaan dari masing-masing kecamatan,” jelasnya.

    Ia menambahkan, absennya suatu kecamatan akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

    “Kalau ada yang tidak tampil, kita akan lihat, apakah pembinaan keseniannya kurang, atau ada kendala lain. Intinya ini jadi catatan untuk kita semua,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)