KLIKSAMARINDA – Tahun 2025 menjadi periode penting bagi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar tidak hanya menata wajah daerah melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat layanan publik, mendorong transformasi digital, serta menorehkan sederet prestasi di tingkat nasional. Seluruh capaian ini menjadi potret perjalanan Kukar dalam membangun fondasi daerah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Sepanjang 2025, berbagai proyek strategis diresmikan dan inovasi pelayanan diluncurkan. Semuanya bermuara pada satu tujuan besar, yakni meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kukar sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai pusat pertumbuhan di Kalimantan Timur.
Ruang Publik Baru di Tenggarong
Perubahan wajah kota menjadi salah satu sorotan utama. Kawasan Tanjong yang sebelumnya dikenal sebagai permukiman padat kini bertransformasi menjadi ruang terbuka hijau bernama Taman Tanjong. Taman ini resmi dibuka pada 27 Maret 2025, tepat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sejak hari pertama dibuka, Taman Tanjong langsung menyedot perhatian masyarakat. Letaknya yang strategis, berdampingan dengan Taman Titik Nol, Museum Mulawarman, dan Pasar Seni, menjadikan kawasan ini pusat aktivitas warga dari pagi hingga malam.
Berbagai fasilitas publik tersedia secara gratis. Mulai dari area bersantai, ruang bermain anak, hingga spot swafoto yang estetik. Daya tarik utama taman ini adalah replika tujuh Prasasti Yupa yang diterangi lampu artistik pada malam hari. Cahaya lampu yang memantul pada relief prasasti menciptakan suasana berkelas sekaligus edukatif, mengingatkan pengunjung pada sejarah panjang peradaban Kutai.
Kehadiran Taman Tanjong tidak hanya memperindah kota, tetapi juga menghidupkan ekonomi sekitar. Pedagang kecil, seniman lokal, hingga pelaku UMKM merasakan dampak positif dari ramainya kunjungan masyarakat.
Jembatan Kedaton Agung
Pada 23 Desember 2025, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meresmikan Jembatan Kedaton Agung yang menghubungkan Jalan Panjaitan dan Jalan Kartini. Pembangunan jembatan ini berangkat dari kajian teknis yang menyatakan jembatan besi lama tidak lagi layak digunakan.
Namun, Pemkab Kukar memilih pendekatan berbeda. Alih-alih membongkar jembatan lama yang sarat nilai sejarah, pemerintah membangun jembatan baru di sisi yang berdampingan. Langkah ini menjadi simbol keseimbangan antara pelestarian sejarah dan kebutuhan modernisasi.
Jembatan Kedaton Agung hadir dengan lebar yang lebih besar, dilengkapi jalur khusus pejalan kaki. Fungsinya bukan hanya memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan pusat kota Tenggarong.
Jembatan Jongkang yang Dinanti
Masih di sektor infrastruktur, Pemkab Kukar juga meresmikan Jembatan Jongkang di Kecamatan Loa Kulu. Jembatan ini menjadi salah satu proyek yang paling dinanti masyarakat. Setelah tertunda selama 13 tahun, akhirnya jembatan tersebut rampung dan siap digunakan.
Jembatan Jongkang memiliki dampak strategis bagi konektivitas wilayah. Akses menuju Samarinda dan Balikpapan kini menjadi lebih singkat. Bahkan, waktu tempuh menuju pintu tol dapat dipangkas hingga sekitar setengah jam.
Bagi masyarakat dan pelaku usaha, kehadiran jembatan ini sangat krusial. Distribusi logistik menjadi lebih efisien, mobilitas warga meningkat, dan aktivitas ekonomi di kawasan Loa Kulu serta sekitarnya semakin bergairah.
Disapa Idaman, Layanan Digital Makin Dekat
Tidak hanya pembangunan fisik, Pemkab Kukar juga memperkuat transformasi digital. Salah satu inovasi penting adalah peluncuran aplikasi “Disapa Idaman”. Aplikasi ini memungkinkan perangkat desa, kelurahan, dan kecamatan melakukan tanda tangan elektronik tanpa harus datang langsung ke kantor kabupaten.
Bagi masyarakat, Disapa Idaman memberikan kemudahan besar dalam mengurus administrasi. Proses menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien. Layanan publik tidak lagi terhambat jarak dan waktu.
Transformasi digital ini berjalan seiring dengan penguatan Mal Pelayanan Publik (MPP) di tingkat kecamatan. Dengan demikian, layanan publik semakin dekat dengan masyarakat dan tidak lagi berbelit-belit.
Bupati Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa digitalisasi layanan menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik. Pelayanan yang transparan dan mudah diakses diyakini mampu mendorong kualitas kerja seluruh perangkat daerah.
Transisi Kepemimpinan, Prestasi Tetap Berlanjut
Tahun 2025 juga menjadi masa transisi kepemimpinan di Kukar. Pemerintahan bergerak dari kepemimpinan Bupati Edi Damansyah dan Wakil Bupati Rendi Solihin menuju Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin.
Meski berada dalam masa transisi, Pemkab Kukar justru mampu menorehkan berbagai prestasi gemilang. Beragam penghargaan tingkat nasional diraih dan menjadi bukti kesinambungan pembangunan daerah.
Penghargaan Ketahanan Pangan untuk Rendi Solihin
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menerima penghargaan bidang ketahanan pangan pada ajang Panggung Pimpinan Daerah Award 2025 yang digelar iNews TV di Jakarta. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada 29 Agustus 2025.
Bagi Rendi, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat sektor pertanian di Kukar. Ia menekankan pentingnya modernisasi pertanian sebagai kunci masa depan.
Menurutnya, bertani kini tidak lagi identik dengan cara lama. Teknologi, inovasi, dan peluang ekonomi menjadi daya tarik baru bagi generasi muda. Kukar ingin memastikan sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.
Prasasti Yupa Memori Kolektif Bangsa
Pengakuan nasional juga datang dari sektor sejarah dan budaya. Arsip Konservasi Prasasti Yupa Muara Kaman ditetapkan sebagai nominasi Memori Kolektif Bangsa (MKB) 2025 Tahap II.
Bupati Aulia Rahman Basri menghadiri langsung Festival MKB 2025 di Jakarta. Ia menyampaikan apresiasi kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) atas pengakuan tersebut.
Prasasti Yupa tidak hanya menjadi simbol sejarah Kukar, tetapi juga warisan budaya bangsa. Pengakuan ini memperkuat posisi Kukar sebagai daerah yang kaya akan nilai historis dan peradaban.
GENTING Award untuk Tokoh Kukar
Bupati Kukar periode 2021–2025 Edi Damansyah bersama Sekda Kukar Sunggono meraih GENTING Award 2025 peringkat Gold kategori perorangan. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Genting Collaboration Summit 2025 di Jakarta. Sekda Sunggono mendedikasikan capaian ini kepada seluruh tim DP2KB, camat, lurah, dan pihak terkait yang bekerja bersama menurunkan angka stunting di Kukar.
Terbaik I TPID se-Kalimantan
Pemkab Kukar kembali meraih penghargaan Terbaik I Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten IHK Berkinerja Berprestasi se-Kawasan Kalimantan. Penghargaan ini diterima untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Capaian ini menjadi bukti konsistensi Pemkab Kukar dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi. Langkah ini sangat penting untuk melindungi daya beli masyarakat.
Komitmen Keterbukaan Informasi Publik
Di bidang tata kelola pemerintahan, Pemkab Kukar meraih penghargaan Terbaik III Keterbukaan Informasi Publik Kalimantan Timur Tahun 2025. Penghargaan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Melalui sinergi seluruh perangkat daerah, akses informasi publik terus diperluas. Masyarakat kini semakin mudah memperoleh informasi terkait pembangunan dan pelayanan.
Bunda PAUD Kukar Raih Penghargaan Nasional
Bunda PAUD Kukar Andi Deezca Pravidhia Aulia Rahman Basri meraih penghargaan Wiyata Dharma Pratama pada Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025. Penghargaan ini diberikan atas komitmen mendukung wajib belajar satu tahun prasekolah.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas perhatian Pemkab Kukar terhadap pendidikan usia dini sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Menuju Kukar Idaman Terbaik 2025–2030
Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Visi Kukar 2025–2030 “Kutai Kartanegara Idaman Terbaik” menjadi arah pembangunan ke depan.
Visi ini menargetkan terwujudnya fondasi Kukar sebagai pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau yang maju, sejahtera, serta berkelanjutan. Tiga kondisi utama menjadi sasaran, yakni daerah yang maju, masyarakat yang sejahtera, dan pembangunan berkelanjutan.
Kaleidoskop 2025 menunjukkan bahwa Kukar telah melangkah ke arah tersebut. Infrastruktur terus dibangun, layanan publik diperkuat, dan prestasi nasional menjadi bukti nyata kerja bersama. Tahun 2025 bukan sekadar catatan perjalanan, tetapi fondasi kuat menuju masa depan Kukar yang lebih baik. (Adv)