Warta

Pagi Ini, Pemkot Samarinda Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

KLIKSAMARINDA — Kesiapsiagaan menghadapi dampak kemarau dan kekeringan panjang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Melalui serangkaian langkah terpadu, sejumlah kebijakan dijalankan.

Mulai dari pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Terpadu bersama TNI-Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan relawan penyediaan air bersih.

Selain itu, Pemkot Samarinda juga melakukan perlindungan sektor pertanian, pengendalian inflasi, pelaksanaan salat Istisqa, water bombing, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Wali Kota Samarinda Andi Harun, menegaskan langkah tersebut menunjukkan jika penanganan kemarau tidak dilakukan secara parsial. Pemkot Samarinda justru bergerak secara simultan pada aspek keselamatan lingkungan, kebutuhan dasar masyarakat, ketahanan pangan, dan stabilitas ekonomi.

“Kita menghadapi kemarau panjang dengan seluruh instrumen yang tersedia. Satgas terpadu kita gerakkan untuk Karhutla (kebakaran hutan dan lahan, Red.), distribusi air bersih, perlindungan pertanian dan pengendalian inflasi,” katanya.

“Kita melaksanakan salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual, melakukan water bombing ketika dibutuhkan, dan sekarang memperkuat ikhtiar berbasis teknologi melalui Operasi Modifikasi Cuaca,” timpal Andi Harun.

Baginya, pendekatan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan. Bukan sekadar respons setelah dampak terjadi. Pemkot Samarinda, kata Andi Harun, harus bekerja sejak dini untuk mencegah kemarau berkembang. “Terutama menjadi krisis air, kebakaran lahan, gangguan produksi pangan maupun tekanan terhadap harga kebutuhan masyarakat,” akunya.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, OMC dijadwalkan berlangsung pada Selasa (15/9/2026) hari ini hingga Sabtu (19/9/2026) mendatang. Waktu OMC dilakukan pukul 07.00 hingga 20.00 waktu setempat dan ketinggian penerbangan 8.000 kaki sampai 12.000 kaki. Koordinasi penerbangan juga dilakukan dengan otoritas Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, AirNav dan Lanud Dhomber Balikpapan.

Andi Harun menekankan, OMC bukanlah langkah tunggal. Melainkan bagian dari mata rantai mitigasi kemarau yang telah dijalankan Pemkot Samarinda.

Pemkot Samarinda, lanjutnya, juga mengajak masyarakat untuk menghemat penggunaan air. Tidak melakukan pembakaran terbuka. Menjaga sumber-sumber air. Serta segera melaporkan apabila menemukan titik api dan sama-sama mengambil peran dalam situasi saat ini.

“Ikhtiar kita lengkap. Manusia bekerja, teknologi digunakan, koordinasi diperkuat, dan kepada Allah SWT kita memohon pertolongan. Pemerintah tidak boleh menunggu keadaan menjadi darurat baru kemudian bergerak,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan