Warta

News update informasi seputar Samarinda Kalimantan Timur Indonesia internasional

[Samarinda]

[Kalimantan Timur]

[Nasional]

[Internasional]

  • Parkir Truk, Dua Accu Raib di Palaran Samarinda

    KLIKSAMARINDA – Di mata para pencuri, tak ada tempat yang aman. Begitu pula dengan kasus yang satu ini. Bayangkan saja. Dua accu dari satu unit truk justru hilang saat terparkir di area sebuah perusahaan, Jalan Ampera, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda. Kejadian pencurian itu diketahui terjadi Sabtu 17 Januari 2026, sekira pukul 23.20 Wita

    Awalnya, informasi pencurian ini terungkap setelah pihak perusahaan menerima laporan dari petugas keamanan, Senin 19 Januari 2026 sore. Di mana dua accu merek GS Astra 70 A hilang. Padahal sebelumnya terpasang pada satu unit truk dump merek Mitsubishi jenis Fuso.

    Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa aksi pencurian tersebut terekam kamera pengawas di lokasi.

    Dari hasil rekaman Closed Circuit Television (CCTV), terlihat sebuah truk tangki merek Mitsubishi jenis Fuso yang dikemudikan oleh terduga pelaku berhenti di samping kendaraan korban.

    (FOTO-FOTO: Facebook/Polres Samarinda)

    Pelaku kemudian melakukan aktivitas mencurigakan di sekitar kendaraan, hingga diduga mengambil dua buah accu tersebut. Akibat kejadian itu, perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp2,6 juta.

    Kapolsek Palaran, Kompol Iswanto, mengatakan terungkapnya kasus tindak pidana pencurian tersebut merupakan hasil tindak lanjut laporan masyarakat. Di mana, Unit Reserse Kriminal Polsek Palaran segera melakukan penyelidikan.

    Yakni dengan memeriksa saksi-saksi serta menganalisis rekaman CCTV. Hasilnya, Jumat 23 Jnauari 2026, sekira pukul 10.00 Wita, Polsek Palaran berhasil mengamankan seorang pria berinisial FH (46) di Kecamatan Palaran.

    “Selain mengamankan terduga pelaku, kami juga menyita sejumlah barang bukti berupa 1 buah obeng yang digunakan untuk mencongkel accu. Serta 1 lembar nota pembelian dua buah accu sebagai bagian dari proses pembuktian,” katanya, seperti dikutip KLIKSAMARINDA dari unggahan resmi Polres Samarinda di Facebook.

    “Pengungkapan kasus ini merupakan wujud komitmen Polsek Palaran dalam merespons cepat setiap laporan masyarakat,” timpal Kompol Iswanto. (*)

  • TWAP Samarinda Pastikan Tak Ada Tumpang Tindih Lahan Outlet Kolam Retensi Sempaja

    KLIKSAMARINDA – Ketua Tim Wali Kota Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda, Saparudin, memastikan tidak ada tumpang tindih kepemilikan lahan pada rencana pembangunan outlet kolam retensi di Jalan M Yamin Kelurahan Sempaja.

    Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan pengecekan lapangan serta rapat bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Samarinda.

    Saparudin menjelaskan, pihaknya sempat turun langsung ke lokasi setelah menerima informasi adanya dugaan tumpang tindih kepemilikan lahan.

    Namun, hasil penelusuran menunjukkan lokasi yang diduga memiliki sertifikat ternyata berada di titik yang berbeda dengan lahan yang direncanakan sebagai outlet kolam retensi.

    “Setelah rapat di BPKAD dan dilakukan pengecekan, ternyata tidak ada kepemilikan atau sertifikat tanah di lokasi yang akan digunakan sebagai outlet. Lokasi yang diduga memiliki kepemilikan itu berada di tempat lain, sehingga secara substansi tidak ada tumpang tindih dengan SPPT atas lahan yang akan kita gunakan,” kata Saparudin saat ditemui di Balai Kota Samarinda, Senin 26 Januari 2026, kemarin.

    Meski demikian, ia menegaskan BPKAD tetap diminta kembali turun ke lapangan untuk memastikan titik lokasi secara detail.

    Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian agar proses pembangunan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

    Saat ini pemerintah kota masih menunggu hasil penilaian lahan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

    Setelah proses penilaian rampung dan seluruh urusan administrasi pertanahan diselesaikan sesuai ketentuan, bidang Sumber Daya Air (SDA) akan segera mengambil langkah pembangunan outlet kolam retensi Sempaja Lestari.

    “Harapan kita, setelah KJPP melakukan penilaian dan semua proses lahan diselesaikan, pembangunan outlet bisa segera dilaksanakan,” katanya.

    Terkait dukungan masyarakat, Saparudin menyebut warga di sekitar lokasi telah menyatakan persetujuan terhadap rencana pemerintah menjadikan kawasan tersebut sebagai jalur kolam retensi. Ia optimistis proyek ini dapat berjalan lancar.

    “Warga sudah menyatakan setuju dan mendukung. Insyaallah prosesnya berjalan baik dan lancar,” pungkasnya. (*)

    Penulis: Harpiah AM

  • Downgrade Jabatan dari Kepala SMA Negeri 16 Samarinda, Ini Pesan Abdul Rozak Fahrudin untuk Pendidikan Kaltim

    KLIKSAMARINDA – Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 16 Kota Samarinda periode 2023–2026, Abdul Rozak Fahrudin, menyampaikan pesan reflektif dan sarat makna. Ini disampaikannya sebelum kembali menjalani peran sebagai guru.

    Dijumpai usai serah terima jabatan Kepala SMA Negeri 16 Samarinda, dia menegaskan bahwa estafet kepemimpinan bukan sekadar pergantian jabatan. Melainkan kesinambungan visi. Abdul Rozak Fahrudin menitipkan harapan agar program-program strategis yang telah dirancang –mulai dari arah kebijakan hingga susunan anggaran– dapat dilanjutkan oleh kepala SMA Negeri 16 Kota Samarinda yang baru, Sutrisno, bersama seluruh warga sekolah.

    “Saya menitipkan pesan kepada Pak Sutrisno agar bisa melanjutkan estafet kepemimpinan dan program-program sekolah yang sudah kami susun bersama,” ujarnya, kepada media ini.

    Bagi Abdul Rozak Fahrudin, jabatan kepala sekolah adalah amanah tambahan dari negara. Ketika tugas itu selesai, maka kembali menjadi guru adalah keniscayaan yang harus diterima dengan lapang dada. Dia menyebut dinamika tersebut sebagai bagian dari roda kehidupan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terus berputar.

    “Pada prinsipnya kita ini guru. Saya mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah, dan sekarang kembali lagi menjadi guru, itu kita nikmati sebagai garis hidup,” ucapnya.

    Tak hanya menyampaikan pesan internal sekolah, Abdul Rozak Fahrudin juga menitipkan catatan penting bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). Khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim. Dia berharap proses mutasi dan penempatan kepala sekolah dilakukan dengan standar yang jelas dan berbasis kompetensi. Menurutnya, banyak pendidik berpotensi yang laik mendapat ruang, namun belum tersentuh kebijakan.

    “Saya kan punya Sekretaris MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah, Red.), ibu Ida yang luar biasa berjuang secara bersama-sama. Hampir 3 tahun lamanya. Tetapi ketika ada terjadi mutasi kan enggak tersentuh. Kadang saya secara pribadi juga sedih ya,” terang pria yang juga menjabat sebagai Pembantu Rektor III Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaltim.

    Dalam refleksi kariernya, Abdul Rozak Fahrudin mengingatkan bahwa penempatan figur yang tepat di posisi yang tepat adalah kunci kemajuan pendidikan. Dia menekankan pentingnya integritas, kapasitas, dan rekam jejak prestasi dalam menentukan kepemimpinan sekolah, terlebih di tengah besarnya anggaran dan tantangan pendidikan di Kaltim.

    “Yang perlu diingat itu satu, the right man in the right place. Kalau pekerjaan dilakukan oleh ahlinya, hasilnya pasti baik,” pesannya. “Kami berharap penempatan kepala sekolah ke depan benar-benar mempertimbangkan potensi, integritas, dan prestasi,” timpal Abdul Rozak Fahrudin.

    Sepanjang kariernya, dia dikenal sebagai sosok berpengalaman. Abdul Rozak Fahrudin pernah memimpin sejumlah sekolah menengah atas di Kota Tepian dan meraih berbagai penghargaan. Termasuk kepala sekolah berprestasi tingkat Kaltim. Pengalamannya juga diperkuat dengan peran panjang di MKKS. Baik di tingkat kota maupun provinsi.

    Meski tak lagi menjabat sebagai kepala sekolah, Abdul Rozak Fahrudin menegaskan komitmennya untuk tetap berkontribusi bagi dunia pendidikan. Melalui perannya di Dewan Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur, dunia perguruan tinggi, serta berbagai organisasi, ia bertekad memastikan ilmunya tetap memberi manfaat.

    “Tidak menjadi kepala sekolah bukan masalah bagi saya, yang penting ilmu yang saya miliki tetap bisa bermanfaat,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala SMA Negeri 16 Kota Samarinda yang baru, Sutrisno, menyikapi dinamika tersebut dengan sikap terbuka. Dia menilai mutasi dan pergantian jabatan adalah bagian dari konsekuensi sebagai aparatur negara. Menurutnya, setiap kebijakan pemerintah harus diterima dengan kesiapan dan keikhlasan.

    “Apapun kebijakan pemerintah, sebagai ASN kita harus siap ditempatkan di manapun,” ujarnya.

    Sutrisno juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan apa yang telah dirintis pendahulunya. Dia optimistis bahwa kerja dan dedikasi yang diberikan kepada negara akan dinilai secara objektif oleh pemerintah, dan setiap insan pendidikan pada akhirnya akan ditempatkan sesuai kebijakan terbaik.

    “Insya Allah apa yang sudah diberikan dan dirintis kepala sekolah sebelumnya akan kami lanjutkan,” tandasnya. (red)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker