Cerita

Kisah Inspiratif Suwaji Bangun Family Waterpark Separi yang Menghidupi Warga Desa

Kliksamarinda.com – Liburan seharusnya jadi momen menyenangkan. Tapi bagi Suwaji, pengalaman berlibur bersama keluarga beberapa tahun lalu justru meninggalkan rasa kesal yang sulit dilupakan.

Bukan karena tempat wisatanya mengecewakan, melainkan karena biaya yang terus bertambah setelah membeli tiket masuk.

Tempat duduk harus bayar. Gazebo juga bayar. Belum lagi pengunjung dilarang membawa makanan dari rumah sehingga terpaksa membeli makanan di dalam area wisata dengan harga yang lebih mahal.

Pengalaman itulah yang akhirnya mengubah jalan hidup pria asal Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur tersebut.

Alih-alih hanya mengeluh, Suwaji memilih melakukan sesuatu.

“Pengalaman saya kalau berlibur, setelah membayar tiket, pengunjung masih disibukkan mencari tempat yang ternyata juga harus membayar. Hal ini tentunya jadi masalah kalau kita datang membawa keluarga yang banyak,” kenangnya, Senin 6 Juli 2026.

Saat itu Suwaji masih bekerja sebagai karyawan perusahaan tambang batu bara.

Namun, rasa ingin menghadirkan tempat wisata yang lebih ramah untuk keluarga membuatnya mengambil keputusan besar. Ia melepas pekerjaannya dan pulang ke kampung halaman untuk membangun usaha sendiri.

Langkah itu tentu tidak mudah.

Modal yang dimiliki sangat terbatas. Lahannya pun hanya sekitar 50 x 50 meter. Di atas tanah sederhana itulah Suwaji mulai menggali kolam renang pertamanya.

Awalnya, ia mengaku hanya ingin menyediakan tempat bermain air bagi warga sekitar agar tidak perlu pergi jauh ke Samarinda atau Balikpapan setiap akhir pekan.

Siapa sangka, kolam kecil tersebut justru disambut luar biasa oleh masyarakat.

Pengunjung terus berdatangan. Dari mulut ke mulut, nama tempat wisata itu semakin dikenal. Seiring meningkatnya jumlah tamu, Suwaji mulai memperluas kawasan hingga akhirnya berdiri Family Waterpark seperti sekarang.

Kini, tempat tersebut memiliki tiga kolam waterboom dengan berbagai permainan air yang selalu ramai dipenuhi keluarga, terutama saat akhir pekan dan musim liburan sekolah.

Namun, bukan hanya wahana yang membuat Family Waterpark berbeda.

Suwaji membawa filosofi bisnis yang jarang ditemui di tempat wisata lain.

Ia menolak membebani pengunjung dengan biaya tambahan.

Area untuk bersantai disediakan tanpa biaya. Pengunjung juga bebas membawa makanan dari rumah. Bahkan keluarga yang ingin memasak bersama diperbolehkan membawa kompor dengan ketentuan tertentu.

“Dari pengalaman pribadi itu, saya berjanji kalau memulai usaha ini akan menggratiskan tempat bagi pengunjung,” ujarnya.

Menurut Suwaji, liburan keluarga sudah cukup menguras biaya. Karena itu, ia ingin setiap orang bisa menikmati waktu bersama tanpa harus khawatir dompet cepat kosong.

Bagi yang ingin memasak di lokasi, pengelola hanya mengenakan biaya kebersihan dan penggunaan listrik.

Filosofi itu ternyata mendapat sambutan positif. Banyak keluarga memilih datang karena merasa lebih nyaman dan tidak dibatasi aturan yang memberatkan.

Kesuksesan Family Waterpark juga membawa manfaat bagi warga Desa Separi.

Hampir seluruh operasional melibatkan tenaga kerja lokal, mulai dari petugas keamanan, pengelola parkir, hingga kebersihan. Kehadiran wisatawan juga membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM dan pedagang di sekitar kawasan.

Tak berhenti di situ, Suwaji juga mendorong berkembangnya usaha lain, termasuk wisata pemancingan milik warga. Bahkan ia membantu menyediakan lampu tenaga surya agar lokasi pemancingan tetap bisa beroperasi pada malam hari.

Bagi Suwaji, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan.

Lebih dari itu, bisnis harus mampu menggerakkan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Berawal dari pengalaman pahit saat liburan, Suwaji kini membuktikan bahwa sebuah keluhan bisa berubah menjadi inspirasi besar. Dari kolam sederhana di sudut desa, lahirlah destinasi wisata yang bukan hanya menghadirkan kebahagiaan bagi pengunjung, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar. (*)

Penulis: Suriyatman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf Konten Diproteksi oleh Sistem !! Sila hubungi redaksi melalui email kliksamarinda@gmail.com