Ini Beda Pelabuhan Multipurpose dan Pelabuhan Eksisting di Jalan Yos Sudarso Samarinda

KLIKSAMARINDA – Walikota Samarinda Andi Harun mengatakan, ada perbedaan mendasar antara Pelabuhan Multipurpose yang direncanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dengan pelabuhan eksisting di Jalan Yos Sudarso. Sebab selama ini, Pelabuhan di Jalan Yos Sudarso hanya difungsikan sebagai pelabuhan penumpang.
“Kalau multipurpose, kita bisa melayani minyak, air, batubara, dan berbagai komoditas lainnya. Semua bisa masuk. Bukan hanya menumpangkan orang,” ulasnya, seperti dikutip KLIKSAMARINDA dari laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Samarinda.
Andi Harun menekankan, konsep multipurpose central adalah pelabuhan yang terintegrasi dengan pelbagai fasilitas dan sarana pendukung. Sehingga mampu menjadi pusat aktivitas logistik dan ekonomi, bukan sekadar titik transit penumpang.
Dia menyebutkan, proyek Pelabuhan Multipurpose membutuhkan investasi besar. Nilai minimalnya mencapai sekira Rp700 miliar. Bahkan bisa menyentuh antara Rp800 miliar dan Rp900 miliar jika mencakup keseluruhan kawasan pelabuhan.
Oleh karena itu, skema pembiayaan murni melalui investor menjadi pilihan yang realistis. “Ini murni investor. Pemkot Samarinda nanti cukup memiliki saham, bisa 20 atau 30 persen. Investor mungkin 51 persen. Kita tinggal cari investor yang serius,” urai Andi Harun. (*)




