DPRD Samarinda Dorong Pencegahan Bunuh Diri Lewat Penguatan Infrastruktur dan Layanan Kesehatan Mental
Kliksamarinda.com – Fenomena percobaan bunuh diri yang terjadi di Jembatan Mahakam mendorong Komisi IV DPRD Kota Samarinda mengusulkan langkah pencegahan yang lebih komprehensif. Selain memperkuat layanan kesehatan mental, pemerintah juga diminta meningkatkan aspek keselamatan pada infrastruktur publik.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menilai pemasangan pagar pengaman di Jembatan Mahakam perlu menjadi perhatian serius sebagai salah satu upaya mengurangi risiko tindakan yang membahayakan keselamatan.
“Memang secara kondisi di Jembatan Mahakam perlu ada pagar pengaman, sehingga orang berpikir dua kali ketika memiliki keinginan melakukan tindakan bunuh diri karena tidak lagi difasilitasi oleh kondisi tempat yang ada,” ujarnya belum lama ini.
Menurut Novan, keberadaan trotoar tanpa pembatas yang memadai, khususnya pada jembatan kembar, masih menyisakan celah dari sisi keamanan bagi para pengguna jalan. Karena itu, peningkatan fasilitas keselamatan dinilai menjadi langkah preventif yang perlu segera dipertimbangkan pemerintah.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa persoalan bunuh diri tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan fisik. Faktor kesehatan mental juga harus mendapat perhatian yang sama besar.
Novan mengungkapkan layanan psikologi sebenarnya telah tersedia di berbagai fasilitas kesehatan pemerintah, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit milik Pemerintah Kota Samarinda maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
Tantangan yang dihadapi saat ini, menurutnya, adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut.
“Sebenarnya semua fasilitas kesehatan pemerintah sudah memiliki layanan psikologi. Tinggal bagaimana masyarakat mau memanfaatkannya,” katanya.
Ia menilai gangguan psikologis sering kali tidak tampak secara kasatmata sehingga peran keluarga, teman, dan lingkungan sekitar menjadi penting untuk mengenali perubahan perilaku seseorang serta mendorong mereka mencari bantuan profesional sejak dini.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sejumlah insiden yang terjadi di Jembatan Mahakam dalam beberapa waktu terakhir.
DPRD berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan setelah kejadian, tetapi juga memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui peningkatan keamanan fasilitas publik dan akses layanan kesehatan mental yang lebih efektif.
Menurut Novan, sinergi antara infrastruktur yang lebih aman dan layanan psikologis yang mudah dijangkau merupakan bagian penting dalam membangun sistem perlindungan bagi masyarakat agar kejadian serupa dapat diminimalkan. (Adv)
Penulis: Harpiah AM



