Travel

Desa Sangkuliman, Pesona Wisata Sungai Mahakam yang Lahir dari Kemandirian

KLIKSAMARINDA – Desa Sangkuliman menyimpan beragam eksotisme jika melawatnya dalam sebuah perjalanan menyusuri aliran Sungai Mahakam.

Menuju Kecamatan Kota Bangun, di mana Desa Sangkuliman berada, saat perahu mendekati jembatan berwarna kuning yang membentang anggun, menjadi penanda bahwa pengunjung telah tiba di tempat istimewa.

Dari sinilah kekaguman pada desa wisata potensial di Kabupaten Kutai Kartanegara itu dimulai.

Desa Sangkuliman bukan sekadar pemukiman nelayan biasa. Desa ini tumbuh dari semangat kemandirian masyarakat, yang kini bersatu di bawah bendera Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bangun Maju Terus (BMT). Dengan tekad kuat, Sangkuliman tengah bersolek menjadi salah satu destinasi unggulan pariwisata Kalimantan Timur.

Ketua Pokdarwis BMT Desa Sangkuliman, Rojali, mengatakan desa mereka memiliki keunggulan yang belum tentu dimiliki desa lain. Mulai dari kearifan lokal, tarian tradisional, cerita sejarah kampung, hingga adat istiadat yang masih terjaga sejak lama.

Keunikan Sangkuliman juga terletak pada lanskap alamnya. Desa ini memiliki dua wajah berbeda tergantung musim. Saat air pasang, Danau Semayang dan Danau Saguntur menghadirkan hamparan air luas yang memanjakan mata.

Wisatawan dapat menikmati sensasi menyusuri danau menggunakan perahu tradisional Ces Ketinting atau Long Boat, transportasi khas yang menyatu dengan kehidupan masyarakat setempat.

Namun ketika musim kemarau tiba, pesona Sangkuliman berubah drastis. Air danau yang surut menyingkap daratan luas yang menjelma menjadi padang sabana hijau, hingga kerap dijuluki warga sebagai Afrika di tanah Kutai.

Bagi pencinta senja, Tanjung Rappeh menjadi spot favorit. Dataran tinggi yang menjorok ke danau ini menawarkan panorama matahari terbenam yang memukau.
Tak heran jika kawasan tersebut kini mulai dilirik sebagai camping ground bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan alam.

Tak jauh dari sana, terdapat Tanjung Hallat, sebuah pulau kecil di tengah Danau Semayang. Dari titik ini, pengunjung dapat menikmati panorama danau 360 derajat, memperlihatkan kekayaan geofisika Desa Sangkuliman.

Keseriusan Pokdarwis BMT dalam mengelola desa wisata secara mandiri membuahkan hasil. Pada Anugerah Tempat Wisata Idaman (ATWI) 2023, Desa Sangkuliman berhasil meraih Juara Dua Kategori Kelembagaan.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa masyarakat lokal mampu mengelola potensi wisatanya sendiri.

Desa Sangkuliman terus melangkah maju dengan memadukan kearifan lokal dan strategi digital marketing untuk memperkenalkan desanya ke khalayak luas. Lebih dari sekadar destinasi, Sangkuliman menawarkan pengalaman budaya, kehidupan nelayan, serta harmoni antara manusia dan alam. “Sangkuliman adalah warisan yang harus dijaga. Kami ingin desa ini tumbuh tanpa kehilangan jati diri,” tegas Rojali. (*)

Penulis: Suriyatman

seedbacklink

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker