Depot Pertamina di Tengah Kota Jadi Polemik, DPRD Samarinda Desak Relokasi Segera
Kliksamarinda.com – Keberadaan depot bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina di kawasan padat penduduk kembali menjadi polemik dan mendapatkan atesi serius DPRD Samarinda.
Depot atau fasilitas penyimpanan BBM Pertamina yang berada di kawasan Teluk Lerong Ulu Samarinda itu dinilai sudah tidak lagi ideal.
Pasalnya kini kawasan tersebut telah dikelilingi permukiman warga, pusat perdagangan, hingga jalur lalu lintas yang padat aktivitas masyarakat.
Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan biasa.
Menurutnya, keberadaan depot BBM di tengah kota berpotensi menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga jika tidak segera ditangani melalui langkah konkret relokasi.
“Ini bukan hanya soal administrasi atau tata ruang, tetapi menyangkut mitigasi risiko kota. Jangan sampai kita baru bergerak setelah terjadi sesuatu,” tegas Samri beberapa waktu lalu.
Ia menilai, perkembangan Kota Samarinda yang semakin pesat membuat kawasan yang dulunya berada di pinggiran kota kini berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Pertumbuhan permukiman dan kegiatan konomi yang begitu cepat membuat depot BBM berada dalam zona berisiko tinggi.
“Dulu mungkin kawasan itu belum sepadat sekarang. Tapi hari ini situasinya sudah berubah total. Permukiman tumbuh cepat, aktivitas masyarakat makin tinggi, sementara penyimpanan BBM masih berada di tengah kota,” lanjutnya.
Di satu sisi, pemerintah terus mendorong pembangunan kota modern yang tertata dan aman. Namun di sisi lain, fasilitas dengan tingkat risiko tinggi masih berdiri di tengah kepadatan penduduk.
DPRD menilai kondisi ini menimbulkan keresahan baru di tengah masyarakat, terlebih aktivitas distribusi dan penyimpanan bahan bakar berlangsung setiap hari.
“Rencana relokasi depot sebenarnya bukan isu baru. Pada 2019 lalu, proyek pemindahan ke kawasan Palaran sempat menunjukkan progres melalui groundbreaking dan pembangunan awal,” ucapnya.
Namun setelah itu proyek depot Pertamina di wilayah Samarinda tersebut mengalami stagnasi dan hingga kini belum ada kepastian penyelesaian. DPRD Samarinda pun mendesak adanya kejelasan dari pihak terkait agar relokasi depot tidak terus berlarut-larut. (Adv)
Penulis: Harpiah AM



