Ragam

Informasi seputar keunikan dan kekhasan sosial budaya yang menjunjung tinggi kearifan lokal di Kalimantan dan Indonesia

[Samarinda]

[Kalimantan Timur]

[Nasional]

  • Sportivitas Jadi Pengikat Soliditas, Pegadaian Rayakan 125 Tahun Lewat Pekan Olahraga 2026

    Kliksamarinda.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-125 PT Pegadaian tak sekadar seremoni. Melalui Pekan Olahraga Pegadaian 2026, perusahaan justru menekankan pentingnya membangun soliditas internal dan budaya kerja kolaboratif di tengah dinamika industri.

    Mengusung tema “Rise, Compete, Celebrate”, kegiatan yang berlangsung sepanjang April 2026 ini digelar serentak di lima area Kalimantan, yakni Balikpapan, Pontianak, Samarinda, Tarakan, dan Banjarmasin. Ribuan karyawan dari berbagai lini, mulai staf hingga manajemen, terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan tersebut.

    Berbeda dari sekadar ajang hiburan, pekan olahraga ini dirancang sebagai ruang interaksi lintas unit yang selama ini jarang terjadi dalam rutinitas kerja. Berbagai cabang olahraga seperti basket, bulu tangkis, dan futsal menjadi medium untuk mengasah kekompakan tim dan strategi. Sementara itu, kompetisi bakat serta turnamen e-sport Mobile Legend membuka ruang bagi ekspresi kreativitas dan minat generasi muda di lingkungan Pegadaian.

    Atmosfer kompetisi terasa hidup di setiap pertandingan. Dukungan antarkaryawan menciptakan suasana yang kompetitif namun tetap hangat, mencerminkan semangat kebersamaan yang ingin dibangun perusahaan.

    Ketua DPD Serikat Pekerja PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Sigit Saksono, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam memperkuat hubungan antarpegawai.

    “Ini bukan hanya soal menang atau kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mempererat silaturahmi dan membangun rasa memiliki terhadap perusahaan. Semua karyawan punya ruang untuk berpartisipasi dan menunjukkan potensinya,” ujarnya.

    Senada, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, menilai kegiatan tersebut mencerminkan sinergi kuat antara manajemen dan serikat pekerja.

    “Kami melihat ini sebagai investasi budaya kerja. Dari sini lahir teamwork, engagement, dan nilai sportivitas yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Rinaldi.

    Momentum ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang Pegadaian yang telah memasuki usia lebih dari satu abad. Di tengah tantangan dan perubahan, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan kekuatan internal sumber daya manusia.

    Melalui Pekan Olahraga Pegadaian 2026, semangat kebersamaan tak hanya dirayakan, tetapi juga ditanamkan sebagai fondasi untuk melangkah ke depan mendorong setiap insan perusahaan untuk terus tumbuh, beradaptasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. (*)

  • Kisah Susan dan Gerobak Takjil Ramadan di Selerong Kukar yang Diminati Warga

    Kliksamarinda.com – Sore menjelang berbuka di Desa Selerong Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) menyajikan suasana berbeda. Di antara lalu lalang kendaraan dan warga yang pulang dari aktivitas harian, sebuah gerobak sederhana perlahan menyusuri jalan protokol desa. Di balik gerobak itu berdiri seorang perempuan bernama Susan bersama adiknya, Hafis.

    Gerobak itu bukan sekadar tempat menjajakan makanan. Ia kini menjadi simbol kecil perputaran ekonomi warga di Desa Selerong.

    Setiap sore di bulan Ramadan, Susan dan Hafis mendorong gerobak penuh aneka takjil dan makanan siap santap. Dengan sapaan ramah dan teriakan khas untuk menarik perhatian warga, mereka menawarkan berbagai hidangan berbuka, mulai dari kudapan manis hingga makanan gurih.

    Tak butuh waktu lama bagi warga untuk mengenali gerobak itu.

    Kini, kehadiran Susan justru dinanti. Banyak warga sengaja menunggu di titik-titik tertentu tempat gerobaknya biasa berhenti. Sebab di sana, mereka tak hanya menemukan takjil untuk berbuka, tetapi juga ragam makanan rumahan dari para warga yang menitipkan dagangan mereka.

    Menariknya, semua ini bermula dari hal sederhana.

    Susan mengaku awalnya hanya mencoba peruntungan. Sehari-hari ia bekerja sebagai pedagang sayur keliling. Suatu hari, seorang rekannya mengajaknya membawa beberapa titipan takjil untuk dijual di sela aktivitasnya berkeliling.

    Siapa sangka, percobaan kecil itu justru mendapat sambutan besar dari warga sekitar.

    Dagangan yang dibawa Susan ternyata cepat habis. Kabar tentang gerobak takjilnya pun menyebar dari mulut ke mulut. Dalam waktu singkat, banyak warga Desa Selerong yang ingin menitipkan makanan untuk dijual melalui gerobaknya.

    Jika sebelumnya Susan berjualan sendirian, kini ia dibantu oleh sang adik untuk memenuhi permintaan warga yang terus meningkat.

    Gerobaknya pun berubah. Tak lagi hanya berisi beberapa jenis kue, tetapi penuh dengan berbagai menu berbuka. Mulai dari takjil segar hingga lauk siap santap untuk berbuka dan sahur.

    Susan menjelaskan bahwa ia membantu menjualkan makanan warga dengan mengambil sedikit upah dari setiap item yang terjual.

    “Banyak. Beberapa macam ini. Satu, dua, tiga, ini beda-beda orangnya, ya bantu masyarakat. Kita ambil upah, kan lima ratus (rupiah) jadi kita ikut seribu aja atau delapan ratus rupiah, satu biji per item,” kata Susan, Selasa 10 Maret 2026.

    Sistem sederhana itu justru memberi manfaat bagi banyak orang.

    Salah satunya dirasakan oleh Nita, warga yang kerap menitipkan makanan seperti soto dan sayuran siap santap. Ia mengaku terbantu karena tidak harus berkeliling menjajakan dagangan sendiri.

    “Di sini juga biasanya kalau ngirim banyak. Biasanya saya bikin soto, bikin timun selama bulan Ramadan. Jadi selama ini baru saya titip di sini, tidak kuat keliling,” kata Nita.

    Fenomena gerobak Susan menunjukkan inisiatif kecil bisa memberi dampak besar. Satu gerobak sederhana mampu menjadi ruang kolaborasi bagi warga desa untuk saling membantu menggerakkan ekonomi.

    Kisah Susan dan gerobak takjil di Selerong Kukar ini memberikan inspirasi, dari sekadar coba-coba di pinggir jalan, kini gerobak itu menjadi titik pertemuan warga. Tempat berbagi rezeki, sekaligus bukti bahwa semangat dan kepercayaan diri bisa membuka jalan keberkahan, terutama di bulan suci Ramadan. (*)

    Penulis: Suriyatman

  • Sakaraska Festival 2026 di Samarinda Merayakan Kolaborasi Inovasi Amerika-Kalimantan

    KLIKSAMARINDA – Sakaraska Festival 2026 di Samarinda, sebuah acara yang lahir dari Alumni AS Network (AAN) khususnya untuk AS-Kalimantan, sukses digelar di Temindung Creative Hub, Kalimantan Timur (Kaltim), 16 Februari 2026. Festival ini mengusung tema “Celebrating 250 Years of Innovation, Security, and Entrepreneurship in the United States through the Role of Alumni in Strengthening Community Engagement in Indonesia”.

    Dengan kehadiran hampir 300 pengunjung dala Sakaraska Festival 2026 di Samarinda dari berbagai kalangan, Sakaraska Festival 2026 menjadi ajang yang sangat dinantikan di Samarinda. Festival ini dimeriahkan oleh berbagai kegiatan, termasuk Entrepreneurship Workshop, Presentations, Economy Creative Booth, Music & Performance, dan Games.

    Festival ini berkolaborasi dengan pelbagai pihak. Antara lain U.S. Embassy Jakarta, Alumni Amerika Serikat Indonesia, South Sumatera American Alumni Community, American Alumni Association of West Sumatera (AAAWS), Forum Alumni Amerika Serikat Khatulistiwa (FORASKA), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

    Turut berkolaborasi pula Temindung Creative Hub, Disporapar Kota Samarinda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, PERAK SMART (Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional), Ekonomi Kreatif (EKRAF) Kalimantan Timur, Alumni Amerika Serikat Kalimantan Timur, Education USA Samarinda, AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation), Fulbright Indonesia, Cornell Lab of Ornithology dan The University of California Chapel Hill.

    Tim Kalimantan bernama Sakaraska (Sampan Karsa Alumni AS-Kalimantan) yang terdiri dari Theo Nugraha, Ario Maulana, Chairunnisa, Misbahul Aslam, Rahman Putra, dan Sukarti, telah bekerja keras untuk membuat festival ini menjadi sukses.

    Acara dimulai pada siang hari pada pukul 14.00 WITA, dengan registrasi dan berjejaring, sambutan dan pengenalan Ekraf oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, serta workshop dan talkshow. Agnes Gering Belawing, SP, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Kota Samarinda, memaparkan strategi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Samarinda.

    Sesi Workshop dan talkshow oleh Dwie Arum Meynina, BA (Hons) menjadi salah satu acara yang paling dinantikan di Sakaraska Festival 2026. Selain itu, permainan terkait Amerika Serikat dengan tema sejarah dan edukasi oleh EducationUSA Samarinda juga menarik minat pengunjung.

    Tidak ketinggalan, permainan rakyat dan olahraga tradisional oleh Perak Smart juga menjadi ajang yang menyenangkan bagi peserta. Sementara itu, Yayasan Suara Rimba, Kepo Kutai, dan Unmul Presentation & Discussion juga menjadi wadah bagi para peserta untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman lintas negara.

    Booth Ekonomi Kreatif menghadirkan Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia dan Kalimantan Timur, Ibib Food, Menggeris, Jajane Destyn, Manika Kaltim, Nanaz Food, Bakulan Koe, Najnud, Rajut Handmade Kaltim, DQriyaku dan Loa Honey

    Agenda malam meliputi sambutan pembuka dari Ketua Proyek Sakaraska (Theo Nugraha), Alumni AS Network (Hanna Wirena Putri), dan Mitra Lokal. Presentasi 250 Tahun Inovasi, Keamanan, dan Kewirausahaan Amerika Serikat oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat atau Konsulat Amerika Serikat.

    Peresmian acara ini oleh Hj. Elly Luchritia Nova Saefuddin Zuhri, S.T., M.T., selaku Wakil Ketua TP PKK Kota Samarinda kemudian LOUNCHING PROGRAM LMS (LEARNING MANAGEMENT SYSTEM) dari Tim Sakaraska yang diwakili oleh Irma Fitriani selaku Fasilitator, sebuah platform digital untuk mengelola aktivitas pembelajaran online.

    Acara Sakaraska Festival 2026 di Samarinda pada malam hari juga dimeriahkan oleh pertunjukan Musik dan Tari Tradisional (Pertukaran Budaya): Next Door to the Blues – memainkan musik Blues. Rizal Ramdani – memainkan musik Hip Hop. Octhavianie Jessyca Putri – Tari Kancet Lasan serta Tari Daerah Kalimantan oleh Sanggar Pesona 22 (SMP 22 Samarinda).

    “Suasana festival sangat meriah, dengan penonton yang datang dari berbagai latar dan bidang di kota Samarinda. Sakaraska Festival 2026 berhasil menjadi ajang promosi inovasi dan kreativitas, serta memperkuat hubungan antara masyarakat dan alumni AS-Kalimantan,” ungkap Theo Nugraha dalam keterangan tertulis, mewakili panitia, Senin 23 Februari. (*)