Satu-Satunya di Kaltim, RSUD AWS Perkenalkan PET-CT
KLIKSAMARINDA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) kini memiliki layanan sekaligus alat Kesehatan (alkes) terbaru. Namanya adalah PET CT atau Positron Emission Tomography–Computed Tomography.
Sebagai satu-satunya di Kalimantan Timur (Kaltim), PET-CT di RSUD AWS merupakan alkes pemeriksaan medis tingkat lanjut. Ia menggabungkan dua teknologi pencitraan. Di mana PET berfungsi merekam aktivitas metabolisme atau fungsi sel. Sedangkan CT memetakan struktur anatomi tubuh. Kedua hasil ini digabungkan untuk memberikan diagnosis yang akurat.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD AWS, dr Mazniati MPH, menjelaskan, PET-CT secara khusus memberikan gambaran lebih lengkap mengenai lokasi, ukuran, hingga aktivitas biologis jaringan yang dicurigai mengalami kelainan.
“CT Scan biasa yang hanya menampilkan struktur organ tubuh, PET-CT mampu memperlihatkan aktivitas metabolisme sel secara langsung,” katanya, saat memberikan paparan di Forum Konsultasi Publik (FKP), Rabu (8/7/2026) hari ini, di Ballroom Rembulan, Poliklinik Lantai III, RSUD AWS.
Dia menerangkan, penggunaan PET-CT memberikan benefit medis bagi pasien. Di antaranya, mendeteksi kanker lebih dini, menetukan stadium kanker lebih akurat, memantau respons terhadap pengobatan, mendeteksi kekambuhan bagi pasien remisi, serta menghemat waktu dan biaya.
“FDG (Fluorodeoxyglucose, Red.) PET memberikan informasi metabolik. Sementara CT memberikan informasi morfologis. Tapi kalau PET-CT menggabungkan kedua informasi tersebut,” ulas dr Mazniati MPH.
“PET-CT dapat menunjukkan perubahan pada tingkat sel. Bahkan sebelum muncul perubahan bentuk organ yang terlihat pada pemeriksaan pencitraan konvensional,” timpalnya.
Baginya, PET-CT untuk Medical Check Up (MCU) biasanya pula digunakan sebagai pemeriksaan skrining lanjutan. Terutama pada kelompok pasien tertentu. Dia mencontohkan seperti orang dengan risiko tinggi kanker dengan riwayat keluarga atau faktor tertentu. Atau pemeriksaan lanjutan jika ditemukan kelainan pada pemeriksaan sebelumnya.
Selain itu, saat evaluasi kemungkinan penyebaran kanker (metastasis). Pun Ketika mencari sumber kanker yang belum diketahui asalnya. Hingga memantau respons pengobatan kanker.
“PET-CT lebih sering digunakan untuk mendeteksi, menentukan stadium, dan memantau terapi kanker. Karena dapat menangkap perubahan aktivitas sel yang tidak selalu terlihat dari bentuk organ saja,” urai dr Mazniati MPH. (*)



