Pemuda Ring 1 FT Samarinda Apresiasi Pertamina, Komunikasi dan Program CSR Dinilai Berdampak Nyata

Kliksamarinda.com – Menyusuri Gang Manggis, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Samarinda, Abdurrahim tampak penuh keyakinan. Kini pemuda berusia 26 tahun yang akrab disapa Ahim itu mendapat amanah sebagai Ketua Pemuda Gang Manggis.
Di wilayah ini Ahim juga merupakan penggerak masyarakat di wilayah Ring 1 Fuel Terminal (FT) Samarinda milik Pertamina Patra Niaga. Di tengah kedekatan kawasan permukiman dengan operasional depo bahan bakar minyak (BBM), Ahim justru melihat hubungan yang terjalin antara warga dan Pertamina sebagai contoh kolaborasi yang positif.
“Di gang kami, Pertamina sangat peduli dengan apa pun kegiatan positif kami, selalu support. Komunikasi dengan Pertamina juga berjalan sangat baik,” ujar Ahim usai mengikuti pelatihan barista yang diselenggarakan Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah setempat, Kamis 4 Juni 2026.
Ahim menerangkan berbagai pertanyaan maupun kekhawatiran yang kerap muncul dari masyarakat luar terkait keberadaan depo BBM dapat dijawab melalui komunikasi yang terbuka antara perusahaan dan warga.
Ia mencontohkan saat beberapa warga sempat melaporkan adanya aroma BBM yang tercium di lingkungan sekitar. Berkat informasi yang cepat dan transparan dari pihak Pertamina, situasi tersebut dapat dijelaskan dengan baik kepada masyarakat.
“Respons Pertamina sangat baik, jadi Alhamdulillah kami tidak pernah khawatir. Seperti beberapa hari ini, sempat ada warga yang melapor mencium bau minyak BBM. Tapi kami langsung bantu jelaskan kepada warga, kalau kondisi itu sebenarnya aman. Itu hanya bagian dari proses persalinan (distribusi) dari kapal ke tangki BBM di dalam depo,” jelasnya.
Hubungan yang terjalin antara warga dan perusahaan kini tidak lagi sebatas hubungan bertetangga. Menurut Ahim, keduanya telah berkembang menjadi kemitraan yang saling mendukung.
Di wilayah RT 15, 16, dan 17, terdapat sekitar 50 pemuda aktif yang secara rutin dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial maupun simulasi tanggap darurat yang digelar Pertamina.
Keterlibatan tersebut membuat para pemuda memiliki pengetahuan dasar mengenai mitigasi risiko dan langkah penanganan awal apabila terjadi kondisi darurat.
“Komunikasi yang terbangun sangat baik, responsnya cepat, dan masyarakat pun menerima kehadiran mereka dengan sangat tangan terbuka,” kata Ahim.
Hal senada disampaikan Ketua RT 16 Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Taufik. Ia menilai berbagai program yang dijalankan Pertamina Patra Niaga menjadi bukti nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
Menurutnya, pelatihan barista yang diberikan kepada pemuda Ring 1 membuka peluang baru bagi peningkatan keterampilan dan pengembangan usaha mandiri.
“Pelatihan ini memberikan skill berharga bagi para pemuda kami untuk membuka peluang usaha secara luas. Di sisi lain, terkait keamanan operasional depo, kunci utamanya ada pada komunikasi dan kepedulian yang terus terjaga dengan baik,” ujar Taufik.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan simulasi tanggap darurat yang dilakukan secara berkala. Kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan rasa aman warga karena mereka memahami langkah yang harus dilakukan apabila terjadi situasi darurat.
“Kami berharap simulasi ini bisa lebih intens dilakukan ke depan, di mana para pemuda di sini juga siap siaga menjadi relawan di lapangan menggunakan bantuan alat pemadam dari Pertamina,” tambahnya.
Dukungan terhadap operasional Fuel Terminal Samarinda juga datang dari Pemerintah Kelurahan Teluk Lerong Ulu. Lurah Teluk Lerong Ulu, Anton Sulistiyo, menegaskan bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dijalankan Pertamina telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menurut Anton, rasa aman warga semakin meningkat berkat edukasi keselamatan yang dilakukan secara berkelanjutan serta keterbukaan informasi dari pihak perusahaan.
“Sejauh ini kondisi aman. Jika ada kendala teknis kecil seperti insiden beberapa waktu lalu ketika alat water curtain (tirai air pengaman) sempat tersemprot sendiri akibat malfungsi sistem pihak Pertamina langsung bergerak cepat melakukan perbaikan sekaligus memberikan penjelasan transparan kepada warga bahwa itu murni kesalahan alat,” katanya.
Selain edukasi dan simulasi keselamatan, Pertamina juga menjalankan berbagai program CSR melalui empat pilar utama, yakni Pertamina Cerdas, Pertamina Sehat, Pertamina Hijau, dan Pertamina Berdikari.
Program tersebut mencakup layanan pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan pendidikan berupa beasiswa bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu, hingga dukungan sarana dan prasarana fasilitas umum.
Pada momen keagamaan seperti Idulfitri dan Iduladha, perusahaan juga rutin menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako dan hewan kurban kepada masyarakat sekitar.
Anton menyebut sinergi yang terbangun selama ini menjadi bukti bahwa aktivitas industri dapat berjalan berdampingan dengan kehidupan masyarakat apabila didukung komunikasi yang baik dan transparan.
Ia juga menyoroti respons cepat Pertamina ketika terjadi gangguan teknis pada sistem pengaman beberapa waktu lalu.
“Pertamina langsung melakukan perbaikan dan memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa kejadian tersebut murni karena malfungsi alat. Jadi warga tidak panik,” jelasnya.
Kelurahan Teluk Lerong Ulu memiliki 42 RT. Wilayah yang masuk kategori Ring 1 operasional Fuel Terminal Samarinda meliputi RT 15, 16, 17, 18 di Zona 3 serta RT 27, 28, 29, 38, dan 41 di Zona 4 dengan jumlah penduduk lebih dari 500 jiwa.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa masyarakat Ring 1 merupakan mitra keselamatan terdekat perusahaan.
“Kami akan terus menjaga jalur komunikasi dua arah yang cepat dan transparan. Jika terjadi kendala teknis di lapangan, seperti pada sistem pengaman otomatis, informasi akan langsung kami sampaikan agar warga tidak panik dan tetap tenang,” ujar Edi.
Ia memastikan program CSR, edukasi keselamatan, serta simulasi tanggap darurat akan terus ditingkatkan agar masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai mitigasi risiko sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari berbagai program pemberdayaan yang dijalankan.
“Fokus kami tidak hanya pada pemberian bantuan sosial rutin, tetapi juga pada program nyata yang mampu meningkatkan taraf hidup dan keterampilan para pemuda di sekitar depo,” ungkapnya. (*)
Penulis: Suriyatman



