Insiden Pembakaran Bangunan di Samarinda, Buruh Nyaris Tewas Diamuk Massa
Kliksamarinda.com – Seorang buruh bangunan berinisial BY (29) nyaris tewas usai mengalami amuk massa karena diduga melakukan penganiayaan dan pembakaran bangunan tempatnya bekerja di Samarinda. Insiden ini terjai saat ,omen Hari Raya Iduladha di kawasan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis malam, 28 Mei 2026.
Insiden penganiayaan yang menimpa buruh berujung pembakaran bangunan di Sungai Pinang Samarinda ini bermula dari salah paham soal pembagian daging kurban. Saat itu, BY melihat rekannya pulang membawa kantong berisi daging kurban. Ia kemudian bertanya apakah paket tersebut juga disertai amplop berisi uang.
Namun, jawaban korban yang dianggap bernada keras membuat BY tersinggung hingga emosi. Berdasarkan keterangan polisi, pelaku kemudian memukul korban menggunakan benda tumpul berupa gir motor ke arah kepala secara berulang kali. Tak berhenti di situ, pelaku juga disebut menyerang korban menggunakan parang hingga menyebabkan luka di bagian tangan.
“Korban dipukul menggunakan benda yang berasal dari gir motor ke arah kepala, pelaku kemudian mengambil parang dan menyerang korban hingga mengakibatkan luka di tangan. Setelah itu korban menyelamatkan diri ke rumah pemilik bangunan,” kata Aiptu Joko Wahyudi, Pamapta III Polresta Samarinda.
Korban akhirnya berhasil melarikan diri ke rumah pemilik bangunan untuk menyelamatkan diri. Setelah kejadian penganiayaan itu, BY diduga semakin emosi lalu membakar bangunan apotek yang masih dalam tahap pembangunan.
“Saya emosi pak ditinggal sendirian, dari itu saya nekad membakar tabung gas diatas kompor hingga membuat bangunan yang belum selsai dibangun itu terbakar,” ungkap BY kepada polisi di Polsek Sungai Pinang.
Api yang muncul membuat warga sekitar panik dan memanggil petugas pemadam kebakaran. Namun saat petugas datang, BY justru mengacungkan parang dan melarang api dipadamkan. Ia mengaku sengaja melakukan hal tersebut karena berharap rekan-rekannya kembali ke lokasi.
“Saya sengaja larang petugas pemadan kebakaran untuk memadamkan karena berharap teman temannya yang tadi ribut denganya kembali kebangunan, namun sayangnya hingga polisi datang mereka tidak kembali ke bangunan,” kata BY.
Situasi makin memanas ketika warga mengetahui keberadaan pelaku yang bersembunyi di area ilalang belakang bangunan. Setelah pencarian sekitar dua jam, massa yang tersulut emosi langsung melakukan aksi main hakim sendiri terhadap BY.
Pemilik bangunan, Arif, mengonfirmasi bahwa insiden ini murni dipicu oleh kesalahpahaman antar pekerjanya.
“Hanya salah paham, tapi saya belum tahu yah, kayaknya ada ketersinggungan di situ. salah satu korban itu menyinggung pelaku, baru 6 bulan bekerja,” kata Arif Singkat.
Aparat kepolisian dari Polresta Samarinda yang datang ke lokasi terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan kerumunan dan menyelamatkan pelaku dari amukan massa yang lebih parah.
“Untuk menyelamatkan pelaku yang diamuk massa petugas sempat mengeluarkan tembakan peringatan, karena tidak hanya korban beberapa petugas kepolisian yang mengamankan juga menjadi sasaran pukulan warga, tembakan ini sekaligus upaya untuk mengurai warga agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan,” kata Aiptu Joko Wahyudi.
BY yang diduga melakukan pembakaran bangunan di Sungai Pinang Samarinda telah diamankan di Mapolsek Sungai Pinang dalam kondisi penuh luka untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak berwajib. (*)
Penulis: Suriyatman



