Warta

Di Tingkat Nasional, Creative Financing dan Pengendalian Inflasi Wali Kota Samarinda Diakui

Kota Samarinda menjadi sorotan positif di tingkat nasional. Setelah menjadi kota paling maju di luar Pulau Jawa menurut Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kali ini Kota Tepian mendapatkan penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026. Digagas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), seremoni digelar di Platinum Hotel & Convention Hall, Kota Balikpapan, Selasa (5/5/2026) kemarin.

Kota Samarinda yang mewakili Kalimantan Timur (Kaltim), meraih skor 8,78. Nilai ini merupakan yang tertinggi dibanding 4 kota lain di Pulau Kalimantan. Seperti Kota Palangkaraya (8,60), Kota Banjar (8,52), Kota Tarakan (7,29), serta Kota Pontianak (7,03). Di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun, Samarinda berhasil meraih dua penghargaan sekaligus untuk regional Kalimantan. Yakni Terbaik I Kategori Creative Financing dan Terbaik 1 Pengendalian Inflasi.

Keberhasilan Samarinda meraih penghargaan Creative Financing menunjukkan kemampuan pemerintah kota dalam menghadirkan terobosan pembiayaan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal. Skema inovatif ini dinilai mampu mengoptimalkan sumber daya, meningkatkan efisiensi anggaran, serta mempercepat realisasi program strategis daerah.

Sementara itu, capaian dalam pengendalian inflasi mencerminkan efektivitas kebijakan pemerintah kota dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Upaya ini dilakukan melalui sinergi lintas sektor, penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta intervensi pasar yang tepat sasaran.

Total terdapat 24 pemerintahan daerah yang akan mendapatkan apresiasi. Untuk kategori Penurunan Tingkat Pengangguran diraih satu provinsi, tiga kabupaten, dan dua kota. Begitu juga pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, Pengendalian Inflasi, dan Creative Financing/Entrepreneur Government. Sementara baik provinsi, kabupaten, dan kota akan memperoleh insentif fiskal sebesar Rp 3 miliar bagi juara pertama, Rp 2 miliar juara kedua, dan Rp 1 miliar untuk juara 3.

Dalam berbagai kesempatan, Wali Kota Andi Harun menegaskan bahwa kunci keberhasilan pembangunan daerah terletak pada kepemimpinan adaptif, tata kelola yang akuntabel, serta keberanian berinovasi. Prestasi ini sekaligus menjadi indikator bahwa Kota Samarinda mampu menjawab tantangan ekonomi nasional dengan pendekatan yang progresif dan terukur.

“Penghargaan ini bukan hanya simbol capaian, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Dengan torehan ini, Kota Samarinda semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik di Kalimantan, sekaligus menjadi role model dalam inovasi tata kelola keuangan daerah dan stabilisasi ekonomi regional

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, yang hadir dalam Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 ini mengatakan, setiap pemimpin memiliki masa, tantangan, dan peluang yang berbeda di setiap periode kepemimpinannya. Dari sisi global, situasi geopolitik menjadi faktor yang semakin berpengaruh terhadap kondisi daerah.

Berbeda dengan masa sebelumnya, kini kepala daerah turut terdampak dinamika global seperti konflik di Timur Tengah, hubungan Amerika Serikat dan Iran, hingga perang Rusia dan Ukraina.

“Hari ini, apa yang terjadi dalam konteks geopolitik bisa berdampak pada daerah. Berkaitan dengan BBM, inflasi, pangan, dan lain-lain. Jadi memang konteks global yang menantang ini sangat berbeda,” katanya.

Sebagai informasi, Kemendagri memiliki tanggung jawab untuk bagaimana mendongkrak kinerja, memotivasi, dan mendorong kepala daerah agar lebih berprestasi serta melaksanakan tugasnya dengan baik. Untuk itu, Kemendagri menggelar Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.

Dalam implementasinya, kompetisi ini tidak digelar secara seragam, Kemendagri memilih menggunakan pendekatan regional. Kegiatan dibagi dalam beberapa gelombang, menjangkau wilayah Sumatra, Kalimantan, Jawa-Bali, Sulawesi, Maluku-Nusa Tenggara, serta Papua. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *