Warta

Kajian Risiko Banjir di Samarinda Masuk Program Pemerintah Kanada

KLIKSAMARINDA – Kajian risiko banjir antara Pemerintah Kota (Pmekot) Samarinda dan Tim Flood Impacts, Carbon Pricing, and Ecosystem Sustainability (FINCAPES) punya latar belakang menarik. FINCAPES ternyata merupakan program yang diinisiasi oleh Pemerintah Kanada pada Group of Twenty (G20) Forum yang diselenggarakan di Bali.

Program ini dibiayai langsung oleh Pemerintah Kanada dan dilaksanakan oleh dua fakultas di University of Waterloo. Yakni Fakultas Matematika dan Fakultas Lingkungan.

“Program FINCAPES berlangsung selama lima setengah tahun. Untuk Kota Samarinda, proyek ini diproyeksikan berjalan hingga tahun 2028, dengan fokus utama pada kajian risiko banjir,” kata Project Officer FINCAPES, Mawardi Muhammad, seperti dikutip KLIKSAMARINDA dari laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Samarinda.

Dia mengatakan, Kota Samarinda dipilih sebagai salah satu lokasi Utama. Sebab karakteristik banjir yang terjadi dinilai erat kaitannya dengan dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, kajian akan difokuskan pada pemodelan risiko banjir dengan memasukkan pelbagai indikator perubahan iklim. Selanjutnya diproyeksikan pada periode waktu tertentu untuk melihat potensi peningkatan maupun stabilitas risiko banjir di masa mendatang.

Sebagai kota pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur (Kaltim), Kota Tepian dihadapkan pada tantangan nyata risiko banjir yang tidak hanya berdampak pada lingkungan. Tetapi juga berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi dan keberlanjutan pembangunan.

“Melalui kajian ini, kita akan melihat apakah kondisi banjir di Samarinda ke depan akan semakin parah atau relatif sama dengan kondisi saat ini. Harapannya, kajian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masa depan Kota Samarinda,” ujarnya. (*)

seedbacklink

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker