Program GP-2 Diproyeksikan Atasi Disparitas Pelayanan Kesehatan di Kaltim
KLIKSAMARINDA – Dalam upaya meniadakan kesenjangan atau disparitas pelayanan kesehatan antara kota dan pelosok, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) meluncurkan gebrakan melalui layanan kesehatan gratis dan bermutu bertajuk GratisPol 2 (GP-2).
Program GP-2 di Kaltim ini bukan sekadar inisiatif sosial, melainkan pernyataan komitmen bahwa setiap warga di mana pun berada memiliki hak yang sama atas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa GP-2 tidak boleh menjadi program setengah hati.
“Tidak boleh ada lagi warga Kaltim yang merasa jauh dari pelayanan kesehatan hanya karena tinggal di perbatasan atau pedalaman. Prinsip kami jelas: tak ada yang tertinggal,” ujar Jaya saat doorstop usai jumpa pers di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Rabu 18 Juni 2025.
Melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan sejak April 2025, GP-2 dirancang fleksibel.
Jaya menjelaskan, warga dengan BPJS aktif akan langsung dilayani. Sementara warga dengan keanggotaan nonaktif akan otomatis diaktifkan tanpa denda saat mengakses layanan.
Langkah ini menjadi solusi cerdas bagi mereka yang terjebak status “tidak aktif” karena keterbatasan ekonomi.
“Saat warga datang untuk berobat tidak akan ditanya mampu atau tidak. Sistem langsung aktifkan kembali BPJS-nya. Ini bukan belas kasihan, ini keadilan,” tuturnya.
Didanai penuh dari APBD Kaltim, GP-2 juga akan menggandeng rumah sakit swasta dan klinik yang telah memenuhi standar mutu pelayanan.
“Dalam jangka pendek, fokus diarahkan pada rawat jalan, kondisi darurat, dan layanan dasar. Namun ditargetkan berkembang hingga menanggung penyakit kronis dan rawat inap,” ungkapnya.
Sambil memetakan kebutuhan tenaga kesehatan dan infrastruktur, Pemprov Kaltim pun mulai menyosialisasikan GP-2 di berbagai kabupaten/kota. (Pia/Adv/Diskominfo Kaltim)




