Update Covid-19 Kaltim, Alhamdulillah Jumlah Kasus Sembuh Terus Bertambah

KLIKSAMARINDA – Kasus sembuh Covid-19 di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan peningkatan. Hingga 2 Juli 2020, jumlah kasus sembuh bertambah 14 orang.

Menurut Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak, penambahan kasus sembuh berasal dari Kutai Kartanegara 3 kasus dan Balikpapan 11 kasus. Sehingga, total kasus sembuh Covid-19 di Kaltim per 2 Juli 2020 mencapai angka 414 orang.

“Terus terjadi peningkatan kasus sembuh, per 2 Juli 2020, angka kasus sembuh sebanyak 14 kasus,” ujar Andi Muhammad Ishak.

Sehingga per 2 Juli 2020, kasus sembuh Covid-19 mencapai 414 kasus karena ada penambahan 14 kasus sembuh.

Rincian kasus sembuh tersebut antara lain:
A. Kutai Kartanegara 3 Kasus
1) 3 Kasus telah dirawat di Wisma Atlet Kutai Kartanegara
– KKR 52 (Wanita 41 tahun) dirawat sejak 5 Juni 2020
– KKR 62 (Laki-laki 47 tahun) dirawat sejak 12 Juni 2020
– KKR 66 (Laki-laki 25 tahun) dirawat sejak 17 Juni 2020
B. Balikpapan 11 Kasus
1) 5 Kasus telah dirawat di RS Pertamina Balikpapan
– BPN 147 (Laki-laki 32 tahun) dirawat sejak 22 Juni 2020
– BPN 148 (Laki-laki 21 tahun) dirawat sejak 22 Juni 2020
– BPN 150 (Laki-laki 35 tahun) dirawat sejak 24 Juni 2020
– BPN 152 (Laki-laki 53 tahun) dirawat sejak 24 Juni 2020
– BPN 156 (Laki-laki 38 tahun) dirawat sejak 23 Juni 2020
2) 3 Kasus dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo
– BPN 86 (Wanita 61 tahun) dirawat sejak 9 juni 2020
– BPN 85 (Wanita 30 tahun) dirawat sejak 9 Juni 2020
– BPN 136 (Wanita 40 tahun) dirawat sejak 22 Juni 2020
3) 2 Kasus dirawat di RS Bhayangkara
– BPN 104 (Laki-laki 20 tahun) dirawat sejak 15 Juni 2020
– BPN 134 (Laki-laki 41 tahun) dirawat sejak 18 juni 2020
4) 1 Kasus (BPN 123 Laki-laki 40 tahun) merupakan kasus yang dirawat di RS Restu Ibu sejak 15 Juni 2020.

“Seluruh kasus tersebut dinyatakan sembuh karena dari hasil laboratorium Rujukan Covid-19 dinyatakan 2 kali dengan hasil negatif serta hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut menyatakan bahwa secara klinis memiliki kondisi sudah sangat baik, tidak ada gejala,” ujar Andi Muhammad Ishak.

Selain itu, Andi Muhammad Ishak juga menyatakan adanya penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 6 kasus per 2 Juli 2020. Kasus tersebut berasal dari Paser 1 kasus dan Balikpapan 5 kasus.

“Hasil positif (konfirmasi) COVID-19 per 2 Juli 2020 sebanyak 6 kasus. Sehingga jumlah total kasus positif Covid-19 per 2 Juli 2020 mencapai angka 531 kasus,” ujar Andi Muhammad Ishak.

Rincian kasus positif Covid-19 per 2 Juli 2020 sebagai berikut:
a) Paser 1 kasus, yaitu PSR 30 Wanita 40 tahun, merupakan OTG warga Paser yang kontak erat dengan PSR 23, kasus dirawat di RSUD Panglima Sebaya
b) Balikpapan 5 Kasus
1) BPN 194 Laki-laki 45 tahun merupakan OTG warga Jakarta yang akan kembali bekerja di Balikpapan, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
2) BPN 195 Laki-laki 37 tahun merupakan kasus PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan. Pasien mengeluh demam dan hasil rapid test reaktif, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
3) BPN 196 Laki-laki 30 tahun merupakan OTG warga Balikpapan yang mengikuti pemeriksaan mandiri dari perusahaan. Kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
4) BPN 197 Laki-laki 26 tahun merupakan kasus OTG warga Samarinda yang berdomisili di Balikpapan, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
5) BPN 198 Wanita 43 tahun merupakan kasus OTG warga Balikpapan yang kontak erat (istri) BPN 135, kasus dirawat di RSUD Kanudjoso.

Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi menanggapi angka kesembuhan kasus Covid-19 di Kaltim yang terus meningkat patut disyukuri. Angka kesembuhan per 2 Juli 2020 yang mencapai presentase 76 persen berada di posisi sembilan nasional. Sementara tingkat kematian 1,3 persen dan berada di posisi 19 nasional, jauh lebih baik dibandingkan dengan kasus yang terjadi di provisi lainnya.

Namun, menurut Hadi Mulyadi, Kaltim harus tetap waspada terhadap risiko penyebaran Covid-19 karena ada provinsi menjadi masukan (migrasi) Kaltim. Provinsi tersebut berada di 6 besar tertinggi penularan Covid-19. Yakni, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Banten dan Kalimantan Selatan.

“Kaltim menjadi daerah migrasi tentu menjadi perhatian dalam upaya meminimalisir Covid-19. Pemprov Kaltim mengeluarkan Pergub bahwa semua pendatang dari luar Kaltim harus mengikuti tes PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk memastikan mereka (pendatang) tidak ada yang terpapar Covid-19,” ujar Hadi Mulyadi saat Grand Opening Panorama Cafe & Resto di Jalan Hj Jahra, Sungai Keledang, Samarinda Seberang, Selasa 1 Juli 2020 dikutip dari rilis Humas Pemprov Kaltim. (*)