KLIKSAMARINDA | Tanah Longsor di Mangkupalas Disidak DPRD Samarinda
Parlementaria

Tanah Longsor di Mangkupalas Disidak DPRD Samarinda

KLIKSAMARINDA – Longsoran tanah yang menutup Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, menjadi sorotan Komisi III DPRD Samarinda. Pada Selasa siang, 18 Agustus 2020, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda Muhammad Novan Syahronni Pasie, Anggota Komisi III Anhar, Jasno, disertai staf DLH Kota Samarinda, Dilla Zahara, Ketua BPBD wilayah Samarinda Seberang-Palaran Sujian melakukan peninjauan jalan tersebut.

Longsoran ini diduga terjadi akibat hujan deras dan rendahnya resapan air pada tebing yang terletak di sekitar Jembatan Mahkota II Samarinda. Longsor parah ini terjadi pada Sabtu malam, 15 Agustus 2020. Longsor terjadi di dua titik yakni di bagian depan dan belakang ruas jalan.

KLIK JUGA:  Malam Ramah Tamah, Sambut Anggota DPRD Samarinda Periode 2019-2024

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno menilai, Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kaltim tidak sigap dalam persoalan tanah longsor di jalur penghubung dua kecamatan tersebut. Pihaknya akan mendorong Dinas PU Kota Samarinda untuk turun membantu menyelesaikan persoalan longsor.

Dalam pantauan Jasno, ada pematangan lahan tanpa memperhatikan kondisi tanah. Gunung dipangkas sehingga dapat menimbulkan longsor. Selain itu, ada unit alat berat di sekitar lokasi longsoran. Namun, alat berat tersebut tidak berfungsi dalam 15 hari terakhir.

“Sejak 15 hari lalu alat berat yang ada di lokasi longsor hanya dijadikan pajangan saja,” ujar Jasno.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Angkasa Jaya menjelaskan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat terkait longsor tersebut. Karena itu, pihaknya kemudian melakukan sidak karena lalu lintas masyarakat terganggu.

KLIK JUGA:  Komisi III DPRD Samarinda Akan Sidak Lokasi Pembangunan Drainase Buruk

“Kami minta pemerintah untuk segera menangani hal tersebut,” ujar Angkasa Jaya.

Pihaknya akan menelisik pemilik lahan yang melakukan pematangan. Dugaan sementara, lahan tersebut milik perusahaan tambang di Samarinda. Karena itu, dalam waktu dekat, DPRD Samarinda akan memanggil pihak Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah kota, Pemerintah Provinsi dan pihak terkait untuk mencari solusi atas persoalan longsor tersebut. (*)

DMCA.com Protection Status
News Update <<<