Arsip Tag: Pemkab Kukar

Kukar Juga Tiadakan Pembelajaran Tatap Muka Siswa di Sekolah

KLIKSAMARINDA – Melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Dinas Pendidikan Surat keputusna bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, pembelajaran tatap muka dinyatakan ditiadakan.

Surat Edaran ini ditujukan kepada Kepala UPT Layanan Kependidikan Kecamatan dan Kepala Satuan Pendidikan PAUD, RA, SD, MI, dan SMP MTs.

Dalam Surat Edaran bernomor: B-510/Disdikbud/DPK.1/6/2020, tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tahun Pelajaran Baru 2020/2021, Dinas Pendidikan Kukar menetapkan meniadakan pelaksanaan pembelajaran dan kegiatan lain yang bersifat tatap muka di satuan pendidikan. Surat tersebut berisi 5 poin dan ditandatangani Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kukar, Ikhsanuddin Noor, 7 Juli 2020.

Pada point kedua surat tersebut tercatat:
“Pelaksanaan pmeblejaran dan kegiatan lain yang bersifat tatap muka di satuan pendidikan ditiadakan dalam 4 bulan ke depan dan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan pandemi Coronavirus Disease 2020 (Covid-19).”

Pada point ketiga tercatat:
“Kegiatan di awal tahun pelajaran seperti Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS), kegiatan pembelajaran dan kegiatan lainnya dapat dilaksanakan secara Daring.”

Selain tu, ada sejumlah poin lainnya yang menyebutkan agar setiap kepala satuan pendidikan mengalokasikan anggaran untuk pembelian paket data bagi guru dan peserta didik dalam rangka pembelajaran daring dan atau transportasi guru mengunjungi peserta didik untuk pembelajaran luring.

Surat Edaran Dinas Pendidikan Kukar tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, yakni: Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 01/KB/2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor HK.03.01/Menkes/363/2020, dan Nomor 440-882 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 sebagai panduan pelaksanaan pendidikan di daerah. (*)

Usai 14 Hari Jalani Isolasi di Hotel, Mahasiswa Kukar Dipulangkan

KLIKSAMARINDA – Setelah menjalani isolasi di 6 hotel di Kutai Kartanegara (Kukar), ratusan mahasiswa Kukar dipulangkan ke rumahnya masing-masing, Senin pagi, 13 April 2020. Para mahasiswa sebelumnya berkuliah di sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi.

Kini, selain dinyatakan sehat oleh tim medis, mereka juga mendapatkan surat keterangan telah menjalani masa isolasi selama 14 hari. Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Martina Yulianti mengatakan, setelah pemulangan mahasiswa yang telah menjalani isolasi, Pemkab Kukar masih akan melanjutkan program isolasi kepada mahasiswa yang baru datang dari daerah terdampak di Pulau Jawa maupun daerah lain.

“Untuk Kutai Kartanegara kita ingin lebih intensif lagi dalam upaya memutus mata rantai penularan ini. Para mahasiswa ini merupakan aset yang penting bagi Kutai Kartanegara maka diambil inisiatif untuk mengarantinakan semua mahasiswa dan pelajar yang baru datang,” kata Martina.

Saat ini, Dinas Kesehatan kukar telah menempatkan petugas Dinas kesehatan di sejumlah Bandara di Kaltim dan Pelabuhan di sejumlah kota di Kalimantan Timur. Tim Gugus sudah ada di Bandara APT Pranoto dan Bandara Sepinggan Balikpapan dan di pelabuhan Balikpapan dan Pelabuhan Samarinda.

“Tim Gugus akan menjemput para mahasiswa yang sebelumnya sudah kontak di 112 Dinkes Kukar,” ujar Martina.

Sekretaris Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono mengharapkan agar mahasiswa ini bisa membantu pemerintah untuk mengajak masyarakat agar tetap di rumah saja untuk mencegah penyebaran covid 19.

“Mereka nantinya diharapkan bisa menjadi row model atau contoh di lingkungan masing-masing bagaimana karantina yang baik, termasuk memberi informasi yang baik bagaimana penanganan covid 19 di lingkunganya masing-masing,” ujar Sunggono.

Sebelum dipulangkan, mahasiswa sudah menjalani tes kesehatan yang dilakukan oleh dinas kesehatan Kutai Kartanegara. Setelah itu mereka juga mendapatkan surat keterangan sehat dan sudah menjalani isolasi selama 14 hari dari dinas kesehatan Pemkab Kukar.

Selain tidak bisa keluar dari kamar hotel mereka juga dilarang menerima tamu. Meski akan pulang, pemerintah juga memberlakukan pengamanan ketat. Tas bawaan mereka langsung disemprot cairan disinfektan sebelum dibawa pulang ke rumah masing-masing. Mahasiswa dan pelajar yang pulang juga harus dijemput oleh keluarganya.

Mahasiswa universitas Muhamadiyah Makasar asal Kecamatan Muara Jawa Kukar, Sandra Monika mengatakan cukup senang dengan program pemerintah yang melakukan isolasi terpusat. Upaya ini diharapkan bisa mengurangi stigma buruk bagi para mahasiswa dan pelajar yang baru pulang dari luar daerah.

“Kegiatan ini sangat positif karena kita di sini merupakan garda terdepan untuk memutus mata rantai virus corona. Apalagi saat ini kami yang dari luar daerah berpotensi sebagai carier atau pembawa virus sehingga kapan saja bisa saja menularkan kepada keluarga maupun orang lain,” ujar Sandra. (*)