Arsip Tag: new normal indonesia

Kaltim Belum Masuk Kategori Daerah Bisa Lakukan Hidup New Normal di Tengah Covid-19

KLIKSAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Hadi Mulyadi menegaskan, sesuai evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Kaltim belum masuk kategori bisa melaksanakan New Normal.

“Namun, kita tetap mempersiapkan diri, terutama mendorong masyarakat agar selalu menegakkan disiplin protokol kesehatan dan tidak merubah perilaku hidup sehat seperti selama pandemi Covid-19,” ujar Wagub Hadi Mulyadi usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 tingkat Nasional via Vidcon Zoom di Ruang Heart of Borneo Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda, Kamis 28 Mei 2020, seperti dirilis Humas Pemprov Kaltim.

Rakor tersebut dipimpin Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Nasional, Letjen TNI Doni Monardo yang bertema Persiapan Tata Kehidupan Baru Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19 (normal baru) di 110 Kabupaten/Kota.

Rakor diikuti 24 kepala daerah (gubernur/wakil gubernur) selaku Ketua/Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 se Indonesia, Kapusdalops BNPB Bambang Suryo Putra, Koordinator/Wakil Koordinator dan Anggota Bidang-Bidang dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan, Staf Khusus/Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam, Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian,

Termasuk Deputi Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenkomarinvest, Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK, Deputi Bidang VI Kemenko perekonomian, Dirjen Adminitrasi Wilayah Kemendagri, Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Deputi Bidang Pembangunan Manusia KSP, para LO Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Kalaksa BPBD dari 110 Kabupaten/Kota.

Sejauh ini, sejumlah wilayah di Kaltim telah mempersiapkan diri menghadapi New Normal arah Presiden RI Joko Widodo di tengah hidup Covid-19. Samarinda di antara daerah yang telah menyatakan kesiapan menghadapi Covid-19 dalam new normal setelah Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Samarinda, Syaharie Jaang, menerbitkan Surat Edaran Relaksasi Fase Pertama, 28 Mei 2020. (*)

Catatan Dinkes Kaltim Soal Kesiapan Menghadapi New Normal di Tengah Wabah Covid-19

KLIKSAMARINDA – Arahan Presiden Joko Widodo untuk menjalani tatanan hidup baru (new normal) bersama penyakit yang disebabkan Covid-19 masih memerlukan pembelajaran. Karena itu, di tengah pandemi yang belum selesai saat ini, masyarakat harus mempersiapkan diri memasuki kehidupan baru atau New Normal.

Menurut Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak, masyarakat harus tetap melakukan upaya-upaya disiplin dan konsisten menerapkan protokol kesehatan sebagai antispasi penularan virus corona (Covid-19).

“Apapun namanya, mau tidak mau pasti ada perubahan. Apakah di bulan depan atau minggu depan. Kita harus siap memasuki kehidupan normal yang baru. Kita harus mampu beradaptasi dengan kondisi. Sebab, Covid-19 ada di sekitar kita,” ujar Andi Muhammad Ishak saat conference pers perkembangan Covid-19, Rabu 27 Mei 2020.

Menurut Andi Muhammad Ishak, upaya-upaya untuk hidup bersih dan sehat selama pandemi virus corona. Senantiasa melaksanakan social distancing ataupun physical distancing (jaga jarak). Selalu menggunakan masker ketika beraktifitas diluar rumah, senantiasa mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.

“Tidak kalah pentingnya, bagaimana kita meningkatkan daya tahan tubuh kita dengan mengkonsumsi makanan bergizi, bervitamin dan menjaga tubuh selalu sehat dengan berolahraga. Pastikan juga cukup beristirahat. Ini semua untuk ketahanan tubuh dalam mengantisipasi penularan Covid-19 dimasa new normal,” ujar Andi Muhammad Ishak.

Hal tersebut menunjukkan jika penularan Covid-19 dapat dikendalikan. Catatannya, pengendalian harus dilakukan secara bersama, disiplin dan penuh kesungguhan menerapkan protokol kesehatan ketika muncul kebijakan dilakukan pelonggaran atas pengetatan aktivias masyarakat di luar rumah.

“Pada prinsipnya, di Kaltim sudah menerapkan pembatasan sosial. Yaitu bagaimana kita membatasi orang bekerja di kantor jadi di rumah. Anak sekolah belajar di rumah. Tempat usaha juga dilakukan pesan antar. Sebenarnya kita menjalankan PSBB,” ujar Andi Muhammad Ishak.

Adanya sejumlah wilayah yang berencana melakukan agenda new normal, menurut Andi Muhammad Ishak, tetap harus memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat khususnya di tengah wabah Covid-19. Menurut Andi Muhammad Ishak, ada tiga kriteria yang harus terpenuhi jika akan melonggarkan pembatasan demi menuju new normal tersebut yang perlu dianalisis dari beberapa aspek.

Pertama perkembangan epidemolog terkait penurunan bermakna dalam 3 minggu pasca puncak pandemi terakhir.

Kedua terkait kesiapan sistem dan fasilitas kesehatan serta kapasitas karantina dan layanan lainnya. Selain itu, berkaitan terkait antisipasi penyakit non-Covid-19 untuk mengantisipasi terjadinya ledakan pasien. Hal ini untuk memastikan pelayanan tetap berjalan sesuai standard baik terhadap pasien Covid-19 maupun non-Covid-19.

Ketiga berkaitan dengan kemampuan tim surveilance dalam mentracing penyakit dan melakukan screnning serta treatment terhadap perkembangan kasus Covid-19.

“Ini bukan sesuatu yang mudah untuk dipenuhi. kalau terpenuhi bisa saja rekomendasi itu dipenuhi tim Gugus Tugas. Tapi jika tidak yang belum bisa diterapkan. Kita lihat juga tracing dan hasil screnning pasca lebaran ini. karena banyak aktivitas berkumpul. paling tidak dilihat seminggu ke depan. Kami belum dapatkan hasil itu,” ujar Andi Muhammad Ishak. (*)

Presiden Arahkan New Normal Dengan Covid-19 di 25 Kabupaten Kota Seluruh Indonesia

KLIKSAMARINDA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengerahkan pasukan TNI dan Polri berjaga di 1.800 titik di empat provinsi dan 25 kabupaten atau kota untuk mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan demi menuju kondisi New Normal atau tatanan baru.

Mulai 27 Mei 2020, pasukan itu berada di titik-titik keramaian dalam rangka mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan sesuai PSBB.

“Akan digelar di empat provinsi dan 25 kabupaten kota mulai hari ini,” kata Jokowi, Selasa kemarin, 26 Mei 2020.

Empat provinsi tersebut adalah Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat (khususnya Bekasi), Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Gorontalo.

Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi, Biro Pers, Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin kemudian memberi daftar 25 kabupaten/kota berikut ini;

1.Kota Pekanbaru
2. Kota Dumai
3. Kabupaten Kampar
4. Kabupaten Pelalawan
5. Kabupaten Siak
6. Kabupaten Bengkalis
7. Kota Palembang
8. Kota Prabumulih
9. Kota Tangerang
10. Kota Tangerang Selatan
11. Kabupaten Tangerang
12. Kota Tegal
13. Kota Surabaya
14. Kota Malang
15. Kota Batu
16. Kabupaten Sidoarjo
17. Kabupaten Gresik
18. Kabupaten Malang
19. Kota Palangkaraya
20. Kota Tarakan
21. Kota Banjarmasin
22. Kota Banjar Baru
23. Kabupaten Banjar
24. Kabupaten Barito Kuala
25. Kabupaten Buol.

Menurut Jokowi, tatanan baru (new normal) demi menjaga produktivitas masyarakat, tapi tetap aman dari terpapar virus Covid-19.

“Tetapi dalam menuju tatanan baru, kita juga melihat angka-angka, melihat fakta-fakta di lapangan,” ujar Joko Widodo.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada situasi pandemi.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Dengan aturan tersebut, dunia usaha dan pekerja akan bisa memulai aktivitasnya di tengah-tengah pandemi Covid-19. (*)