News Politik

Sowan ke Mantan Gubernur, Rusmadi: Pak Awang Faroek Teladan Saya

Cerita Rusmadi Wongso dan Awang Faroek Ishak laiknya bapak dan anak, atau serupa guru dan murid. Keduanya bersua kembali jelang Pilwali Samarinda.

DIKUTIP Klik Samarinda dari laman www.kawalrusmadi.com, mantan Sekprov Kaltim itu mengenakan batik lengan panjang. Ia duduk di atas sofa cokelat bermotif vertikal. Di sebelahnya, duduk Awang Faroek Ishak dengan t-shirt biru di atas kursi roda. Rusmadi acap kali semringah dan antusias mendengarkan ucapan Faroek.

Keduanya terlibat perbincangan hangat selama beberapa jam. Selain berdiskusi soal kondisi terkini di Kaltim dan Samarinda, keduanya juga sempat mengenang kebersamaan beberapa tahun lalu. Terutama saat Rusmadi menjabat sebagai Sekprov Kaltim dan Faroek sebagai Gubernur Kaltim. Disela obrolan itu, tak jarang terselip tawa renyah dari keduanya.

Momentum ini terjadi Minggu 17 November 2019, di kediaman Faroek di Jalan Tebet Timur Dalam, Jakarta Selatan. Pada kesempatan itu, Rusmadi secara khusus sowan dan memohon restu kepada Faroek untuk maju dalam Pilwali.

“Semangat pengabdian pantang surut dari orangtua saya pak Awang Faroek menjadi teladan bagi diri saya selama ini,” tulis Rusmadi dalam caption foto di akun media sosialnya.

Rusmadi mengatakan pertemuannya dengan Faroek tak lain adalah sowan dan silahturahmi. “Tidak ada agenda lain. Secara khusus saya meminta izin untuk bertemu beliau di Jakarta, meminta nasihat dan arahan. Bagaimanapun beliau adalah orangtua saya, guru dimana saya memandang semua capaian beliau untuk Kaltim selama menjabat dengan takzim,” ujar Rusmadi.

Menurut Rusmadi, Faroek adalah orangtua sekaligus guru baginya. Karirnya yang melesat ketika masih menjadi aparatur sipil negara, tak lepas dari tangan dingin Faroek yang kala itu menjadi orang nomor satu di Kaltim. “Kalau ingat dulu, saya sungguh tidak menyangka, beliau ternyata memerhatikan rekam jejak dan kemampuan saya. Alhamdulillah saya pernah dieprcaya membantu beliau membangun Kaltim,” jelas Rusmadi.

Kata Rusmadi, Faroek mendukung langkahnya untuk maju dalam kontestasi Pilwali. Selain karena punya kemampuan mengelola pemerintahan, Faroek menganggap kepastian pindahnya ibukota negara menjadi tantangan tersendiri bagi putra daerah untuk berpartisipasi.

“Intinya, jangan sampai hanya jadi penonton, kata beliau. Keikutsertaan saya di Pilwali ini juga sebagai bagian dari kontribusi membangun ibukota Kaltim yang punya arah yang jelas dalam kebijakannya,” beber Rusmadi.

Di lain sisi, perkembangan infrastruktur dan ekonomi di Kaltim 10 tahun terakhir merupakan capaian luar biasa dari tangan dingin Faroek. Lewat pelbagai kebijakan, Faroek mampu membawa Kaltim dan dilirik menjadi ibukota negara.

“Sepuluh tahun beliau menjabat itu tidak mudah, ada banyak dinamika. Sekarang masyarakat menikmati hasilnya, salah satunya dipilih pemerintah pusat menjadi ibukota negara,” ungkapnya.Rusmadi menyatakan, tak ada yang berubah dari sikap Faroek dari dulu hingga saat ini. Tetap hangat dan menyambutnya dengan tangan terbuka.

“Padahal saya saat ini bukan siapa-siapa, hanya masyarakat biasa. Tapi beliau masih mau meluangkan waktu untuk saya. Banyak pelajaran yang saya ambil dari bincang-bincang dengan beliau. Semoga semua nasihat beliau bisa saya terapkan dan amalkan untuk masyarakat,” tukasnya. (*)