News Ragam

Soal IKN, Ketua Himanega Fisip Unmul: Jadi Peluang Sekaligus Tantangan

Kepastian Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara menjadi ibukota negara baru, dianggap serupa dua sisi keping mata uang.

AHWIL, Ketua Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (Himanega) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Mulawarman (Unmul) mengatakan, perpindahan IKN sudah kadung jadi bahan perbincangan khalayak, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Pun, baik di Kaltim maupun di pembagai daerah Indonesia.

“Ini jadi peluang sekaligus tantangan. Terutama para administrator muda di Kaltim. Kalau tidak meningkatkan kualitas diri, bisa kalah bersaing dengan admonistrator muda dari daerah lain,” katanya usai diskusi akbar di Coffee & Arts Studio, Dekade –Jalan Keledang, Voorvo– Sabtu 23 November 2013.

Kata Ahwil, pemerintah harus mewujudkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bumi Etam. Sebab perpindahan IKN ke Bumi Etam bakal diiringi perpindahan lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, keamanan, kedutaan besar, dan bank sentral. Jika tidak memiliki kualitas baik, masyarakat lokal bisa tertinggal. Termasuk para administrator muda.

“Selain perbaikan infrastruktur untuk memperbaiki ekonomi, jangan lupakan perbaikan SDM di Bumi Etam,” ucapnya.

Dua narasumber dihadirkan dalam diskusi akbar ini. aPertama dalah Mariman Darto, Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan (Puslatbang) Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah (KDOD) Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Kedua Mohammad Taufik, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Mulawarman (Unmul).

Bagi Ahwil, diskusi akbar ini merupakan forum diskusi mahasiswa administrasi negara se-Samarinda. (*)