Clicky

Siapa Papa Khan, Musisi EDM Kalimantan yang Berkolaborasi dengan DJ Marshmello? (2)

Akhmad Iqbal Ansyari, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Papa Khan, adalah nama yang saat ini paling moncer di industri musik elektronik lokal. Terlebih, dia berasal dari Pulau Kalimantan. Tepatnya di Kota Palangka Raya –Provinsi Kalimantan Tengah.

DIA mulai populer dengan rilisan lagunya “Demon” bergenre dubstep yang mampu memikat kalangan muda lewat bersama rapper asal Kota Palangka Raya, Dwicki CJ. Pemuda yang lahir di Kota Banjarmasin –Provinsi Kalimantan Selatan– ini merupakan jebolan dari label lokal XOXLTN yang berbasis di Kota Palangka Raya.

Dengan berbekal software dan alat produksi musik yang seadanya, Papa Khan yang akrab disapa “Papa” oleh para penggemarnya, tidak menyerah. Bahkan dia mampu untuk membuat musik berkualitas yang tidak kalah dengan jebolan label ternama mancanegara maupun lokal.

Alasan mengapa dia terjun ke dunia musik elektronik diawali ketika sedang ramainya genre house music sekira 2010. Lagu pertama yang membuatnya tertarik dengan bass music adalah ketika mendengarkan lagu dari Flux Pavilion dengan judul “I Can’t Stop”.

“Saya mau jadi producer, ya karena saya ingin tahu gimana sih cara buat musik seperti itu. Eh, sampai sekarang malah ketagihan dan malah jadi karier,” ungkapnya.

Inspirasi Papa Khan bersumber dari produser musik elektronik mancanegara. Seperti Xilent, Marauda, Space Laces, dan Svdden Death, yang mempunyai irama serta juga hentakan yang mampu membuat penggemarnya menganggukan kepala alias headbang dan moshing.

Saat ditanya mengenai genre yang menjadi arah bermusiknya ke depan, Iqbal mengatakan bahwa dia tidak berpatokan harus bermain hanya dalam satu genre.

Asal tetap punya karakteristik yang unik dan berciri khas, untuk saat ini dia lebih memilih untuk memproduksi genre dubstep dan juga riddim yang masih tergolong underrated di Indonesia.

Ciri khas dari musik Papa Khan adalah Machine Gun Bass, dimana bass yang digunakan sama seperti pada umumnya. Tetapi yang membedakannya dengan yang lain adalah bass jenis ini sering muncul diketukan triplet dan suaranya seperti tembakan senjata api.

Semua lagu yang dirilisnya pun merupakan hasil karyanya dari lirik sampai melodi. “Saya cuma modal speaker dangdutan sama laptop kentang aja,” jawabnya perihal alat yang digunakan untuk bermusik.

Dirinya tak menyangka saat diumumkan sebagai 3 besar pemenang lomba Remix Contest yang diadakan oleh Weird Genius, grup musik elektronik bergenre electro yang beranggotakan Reza Arap, Eka Gustiwana, dan juga Gerald.

Sayembara mengaransemen ulang lagu dari flickshot milik mereka rupanya mendapatkan antusias yang sangat ramai dari para produser lokal, ini adalah kesempatan emas untuk unjuk kebolehan Papa Khan.

Fakta unik sebelum mengikuti kontes ini adalah dia hanya membuat hasil karyanya dalam satu malam. Oleh karena itu, dia sangat terkejut saat diumumkan menjadi salah satu pemenangnya.

Wah, enggak nyangka banget, kan genre saya yang kurang lazim di telinga orang-orang awam biasanya. Agak heran juga kok bisa menang ya, tapi syukur alhamdulillah bisa menang. Thanks to Weird Genius yang sudah kasih kesempatan untuk produser Indonesia yang masih berkembang.” ucapnya, mengenang. (*)

DMCA.com Protection Status