News

Seminar Literasi Media KPID Kaltim, Ajak Masyarakat Awasi Media Penyiaran Saat Pilkada

Seminar Literasi Media KPID Kaltim dengan tema "Peran Penyiaran Mewujudkan Pilkada Berkualitas di Kaltim", Kamis 5 Desember 2019.

KLIKSAMARINDA – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kaltim menggelar Seminar Literasi Media di Ruang Bina Bangsa, Kesatuan Bangsa, dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Gajah Mada, Samarinda, Kamis 5 Desember 2019. Seminar ini bertema “Peran Penyiaran Mewujudkan Pilkada Berkualitas di Kaltim”.

Hadir sebagai pembicara, Komisioner KPU Kaltim Divisi SDM dan Parmas, Mukhasan Ajib, Komisioner KPID Kaltim, Bawon Kuatno dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Endro S. Effendi.

Seminar Literasi Media merupakan kali ketiga dari tujuh rangkaian kegiatan dalam Program Literasi Media KPID Kaltim berupa seminar dan diskusi publik. Kegiatan ini diselenggarakan di berbagai tempat dengan mengundang narasumber dan beberapa komponen masyarakat yang berbeda-beda.

Kegiatan ini menjadi inisiasi awal KPID Kaltim dalam rangka menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di 9 Kabupaten/Kota di Kaltim. Media massa dipandang sebagai elemen penting dalam menyukseskan tahapan Pilkada yang akan datang.

Dalam seminar, Komisioner KPID Kaltim, Bawon Kuatno berharap masyarakat dapat banyak membaca tentang media, bisa kritis terhadap media. Termasuk memberikan feedback kepada KPID Kaltim jika ada informasi yang menyimpang atau melanggar.

“Masyarakat harus terbiasa mengakses, membaca, memahami dan menyampaikan isi pesan dari media supaya informasi yang didapat disampaikan secara benar. Kami di KPID juga punya peran dalam mengawasi lembaga penyiaran,” ujar Bawon Kuatno.

Ketua PWI Kaltim, Endro S. Efendi yang terpilih untuk periode keduanya menyambut baik kerjasama yang dilakukan oleh KPID Kaltim. Selain untuk menambah wawasan dan keterampilan, kolaborasi ini diharapkan akan bermanfaat untuk Pilkada 2020 dan menjawab tantangan ibu kota negara.

“Terimakasih kerjasama yang baik antara KPID dengan PWI. Ini akan menambah wawasan dan keterampilan. Ke depan, tantangan Kaltim tak hanya Pilkada, kita akan menjadi IKN dan ini memerlukan dukungan dari semua pihak. Pun dalam menyiapkan wartawan media nantinya tak hanya menjadi wartawan Kaltim saja, tapi juga di istana negara,” ujar Endro.

Komisioner KPU Kaltim, Mukhasan Ajib menyebutkan, media masa berperan penting dalam menyampaikan informasi tentang pelaksanaan tahapan Pilkada 2020. Mukhasan Ajib menegaskan agar media massa bersikap independen dan tidak membuat berita hoaks.

Perkembangan media massa, menurut Mukhasan Ajib, dalam mengabarkan pemberitaan tentang pemilu terus berkembang. Pada 1955, ketika pemilu pertama kali terselenggara di Indonesia, masyarakat masih mengharapkan informasi dari radio.

Namun, lanjut Mukhasan, dengan perkembangan teknologi di era ini, kejadian di pusat sudah dapat diketahui masyarakat di daerah dalam kurun waktu satu menit.

“Beda dengan sekarang. Kejadian di jakarta, dalam satu menit kita sudah tahu, lewat media online. Perkembangan informasi sangat penting,” ujar Mukhasan Ajib. (dari berbagai sumber)