News

Pilkades Serentak di Kukar Aman, Jadi Contoh Demokrasi di Calon Ibu Kota Negara Baru

Sebanyak 108 desa di 16 kecamatan yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu 16 Oktober 2019, melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak. Pelaksanaan Pilkades serentak ini berlangsung sejak pukul 07.00 WITA hingga pukul 13.00 WITA di 295 tempat pemungutan suara (TPS). Ikut dalam kontestasi politik tingkat desa itu sebanyak 421 calon kepala desa (kades). Pemerintah Kabupaten Kukar menyiapkan anggaran sebanyak Rp 3 Milyar untuk kegiatan di kabupaten, kecamatan, dan desa seperti pendaftaran, pemilihan , penetapan, hingga pelantikan.

Bupati Kukar, Edi Damansyah melakukan peninjauaan langsung bersama jajaran TNI dan Polri untuk memastikan kelancaran Pilkades seretak itu. Kondisi medan di beberapa desa di Kabupaten Kukar masih sulit dijangkau dengan kendaraan roda 4 membuat Bupati, Kapolres, dan Dandim 0906 Kutai Kartanegara terpaksa harus menggunakan kendaraan roda dua.

Peninjauan dilakukan di sejumlah TPS yang berada di lokasi yang cukup rawan. Namun, hingga pukul 13.00 WITA, pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Kutai Kartanegara berjalan lancar. Begitu juga dua desa yang berada di Kecamatan Samboja yang kelak akan dijadikan lokasi Ibu Kota Negara baru, yakni Desa Beringin Agung dan Desa Bukit Raya yang terletak di Kecamatan Samboja, Kukar.

Bupati Edi mengatakan, sebagai salah satu kabupaten yang wilayahnya ditunjuk sebagai calon lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru, ia berharap suksesnya pemilihan kepala desa ini bukti bahwa masyarakat Kukar bisa memberi contoh demokrasi yang berjalan baik. Edi mengatakan tidak salah jika Presiden Joko Widodo menunjuk wilayah Kukar sebagai salah satu lokasi IKN karena masyarakatnya damai dan menjunjung tinggi demokrasi di Indonesia.

”Ini bagian sebagai salah satu indikator bahwa demokrasi di Kutai Kartanegara berjalan dan berkembang. Terautama yang berkaitan dengan partisipasi masyarakat terus meningkat,” ungkap Edi.

Bupati Kukar, Edi Damansyah

Bupati Edi sebelumnya telah menerbitkan Edaran Nomor: B-2676/DPMD/II.1/065.11/10/2019 Tentang Hari Yang Diliburkan Pada Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2019. Edaran tersebut diterbitkan di Tenggarong pada tanggal 10 Oktober 2019 bertujuan untuk menyukseskan pemilihan Kepala Desa serentak tahun 2019 di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berjumlah 108 desa di 16 kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Camat/Wakil Ketua Panitia Pemilihan Kabupaten. Surat edaran tersebut ditembuskan kepada Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Inspektur Inspektorat, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kadis Nakertrans, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Ka Bapenda, Kadis Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Kutai Kartanegara di Tenggarong

Edaran tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Kutai Kartanegara Nomor: 246/SK-BUP/HK/2019 Tentang Penetapan Desa-Desa yang Melaksanakan Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2019 dan Jadwal Pelaksanaannya. Dalam SK Bupati tersebut ditetapkan bahwa pelaksanaan pemungutan suara dilaksanakan pada hari Rabu, 16 Oktober 2019.

Edaran tersebut berisi:

  1. Bagi desa yang melaksanakan pemilihan Kepala Desa serentak tahun 2019 pada saat pemungutan pada hari tersebut diliburkan.
  2. Penjelasan sebagaimana Nomor 1 (satu) di atas berlaku bagi Instansi/Lembaga Pemerintah/Lembaga Pemerintah Daerah/Pemerintah Desa, Perusahaan, dan Sekolah.
  3. Bagi Instansi/Lembaga Pemerintah/Lembaga Pemerintah Daerah yang karyawannya berdomisili di desa yang sedang melaksanakan pemungutan suara, diminta agar diberikan dispensasi kepada karyawan yang bersangkutan agar dapat menggunakan hak pilihnya.
  4. Menghimbau kepada warga desa untuk tidak bepergian ke luar desa/daerah agar dapat menggunakan hak pilihnya.

Warga antusias memberikan hak pilihnya untuk memilih kepala desa secara langsung. Itu terlihat dengan banyaknya warga yang menyampaikan hak pilihnya sejak TPS dibuka pukul 07.00 WITA. Warga berharap pemilihan kepala desa secara serempak bisa menghasilkan kepala desa yang sesuai dengan keinginan warganya.

Antusias warga dalam mengikuti Pilkades di Kukar itu tak terlepas dai peran aparat keamanan dalam menjaga ketertiban dari Polres Kukar. Kapolres Kukar, AKBP Anwar Haidar yang mendampingi Bupati Kukar melakukan pemantauan menggunakan kendaraan roda dua di sejumlah desa mengatakan, pelaksanaan pilkades di 16 kecamatan di Kukar berjalan aman.

”Harapan kami semua berjalan dengan aman dan damai. Tadi sudah disampaikan Pak Bupati, ini sebagai salah satu pembelajaran demokrasi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Selain TNNI dan Polri, ada juga BKO Brimob sekitar 100 orang merupakan penambahan untuk mengantisipasi wilayah-wilayah yang memang tidak terjangkau,” ujar Kapolres. (JeS)