Pengin Jadi Dokter? Daftar di Sini!

KLIKSAMARINDA – Setiap anak di Indonesia barangkali bercita-cita menjadi dokter. Mimpi ini coba diwujudkan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka atau FK Uhamka dengan membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun ajaran 2021-2022.

Saat ini, FK Uhamka telah membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa baru untuk Gelombang III –dibuka April-Mei dengan tes pada 4-5 Mei– dan Gelombang IV –dibuka Mei dengan tes pada 22-23 Mei.

Dekan FK Uhamka, Dr. dr. Wawang S. Sukarya, Sp.Og (K) MARS., MH. Kes, menyatakan, ada 4 syarat yang harus dipenuhi calon mahasiswa baru di FK Uhamka. Pertama, lulusan SMA dan Madrasah Aliyah jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kedua, nilai rapor semester terakhir –5 dan/atau 6– rata-rata 8. Ketiga, usia maksimal 21 tahun pada 1 September 2021. “Terakhir, ijazah maksimal 3 tahun setelah kelulusan SMA, dan tidak menerima mahasiswa pindahan,” kata Wawang.

Selain itu, ada pula syarat administrasi. Seperti fotokopi rapor dari semester 5 dan/atau 6 sebanyak 1 lembar. Fotokopi ijazah legalisir 1 lembar –setelah ada ijazah dan ditetapkan diterima. Fotokopi KTP atau kartu pelajar 1 lembar. Fotokopi akta kelahiran. Pas foto terbaru warna ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar dan 4×6 sebanyak 2 lembar. Terakhir, mengisi formulir pendaftaran dengan memilih 2 Program Studi.

Disamping itu, terang Wawang, untuk calon mahasiswa baru yang masih kebingungan, bisa mencari informasi dipelbagai kanal FK Uhamka. Misalnya, menghubungi call center FK Uhamka di nomor WhatsApp +62 877 8409 4231 atau langsung klik di sini.

Untuk diketahui, FK Uhamka juga secara konsisten semaksimal mungkin mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam misi FK yang mengacu visi misi universitas. Yakni, melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang ditetapkan dalam renstra, plus misi kerjasama dalam dan luar negeri, penggemblengan kepemimpinan dan kemampuan manajerial dan integrasi Al Islam ke-Muhammadiyahan dalam kurikulum pendidikan dokter.

“Hal ini untuk mencapai cita-cita menghasilkan dokter yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga spiritual, emosional dan sosial,” tukas Wawang. (ads)