Pengakuan Penghuni Rumah yang Terdampak Longsor di Sambutan Samarinda

KLIKSAMARINDA – Musibah tanah longsor di Jalan Pelita 4, Sambutan, Samarinda menyisakan kesedihan dan trauma bagi pemilik rumah. Selain karena rumah mereka amblas, nyawa mereka sempat terancam akibat musibah tanah longsor tersebut.

Tanah longsor terjadi di Jalan Sultan Sulaiman, RT 29, Pelita 4, Poros Samarinda-Anggana, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda Kamis, 9 Juni 2022.

Tanah longsor tersebut membuat 4 bangunan amblas masuk ke dalam tanah sedalam 5 meter dan bergeser sejauh 10 meter.

Setelah memastikan tidak ada pergeseran tanah susulan di lokasi longsoran, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, anggota TNI dan Polri serta relawan bersama warga Sambutan berupaya melakukan evakuasi barang-barang milik warga.

Upaya tersebut berlangsung hingga Kamis sore kemarin. Usai mengevakuasi barang, para korban yang merupakan pemilik dan penghuni rumah mengungsi ke rumah kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi longsoran.

Seorang korban longsor, Hendra mengatakan, sejak Rabu sore, 8 Juni 2022 kemarin, telah merasakan ada pergeseran tanah. Namun saat itu dia tidak menyangka jika pergeserannya sangat cepat.

Bahkan pada Kamis dini hari pukul 03.00 WITA, Hendra merasakan pergeseran rumah mereka yang bergerak ke arah belakang secara perlahan.

Setelah merasakan adanya pergerakan tanah, Hendra bergegas membangunkan anggota keluarganya. Saat itu mereka masih menunggu.

Saat kejadian, Hendra sempat mendengar suara ‘kretek-kretek’. Dengan cepat Hendra langsung membangunkan anak dan istrinya, serta tetangganya untuk ke luar rumah.

Ketika pukul 05.30 WITA, pergeseran tanah semakin kencang. Mereka lalu menyelamatkan diri ke luar rumah.

“Sudah (merasakan) cuma kita kan tidak nyangka kalau itu memang longsor. Kita berdoa semoga tidak hujan. Kalau hujan, nanti rumah ini terus ke bawah,” ujar Hendra saat ditemui Kamis sore.

Seorang warga terdampak lainnya bernama Besri Mulyana mengaku bersyukur saat kejadian ia belum tertidur. Saat itu, dirinya sedang menyelesaikan tugasnya memeriksa soal ujian siswa.

Besri Mulyana pun sempat bersiap untuk berangkat ke sekolah tempatnya mengajar usai sholat subuh. Namun saat itu anaknya mengingatkanya agar segera keluar dari rumah.

Besri Mulyana mengaku bersyukur bisa keluar dari dalam rumah tepat waktu. Setelah berada di luar, rumah miliknya yang dihuni bersama anak dan cucunya amblas dan bergeser sejauh 10 meter.

Besri Mulyana pun saat itu sempat mengajak cucunya keluar dari rumah. Cucunya belum paham apa yang terjadi.

Besri Mulyana hanya mencoba menenangkan cucunya agar tidak panik dan mengajak berjalan-jalan ke rumah keluarganya. Kini dua cucunya telah diungsikan ke rumah kerabat di Pelita IV.

“Baju sudah disetrika, pokoknya sudah siap mau kerja. Anak saya semuanya sudah siap. Tapi, kok kita naik disuruh ke jalan. Lama-lama, tambah turun tambah turun. Tuh kan, kalau kita tidak naik, kita di bawah sini aja. Cucu saya dua, nangis langsung diungsikan ke Pelita IV,” ujar Besri Mulyana.

Hingga Jumat 10 Juni 2022, para korban terdampak gempa telah mengungsi ke rumah kerabat. Para korban juga menerima bantuan dari pemerintah. (Jie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DMCA.com Protection Status