Advertorial Parlementaria

Nursobah: Sambutan Butuh Reward Berupa Pembangunan

Anggota DPRD Samarinda Nursobah

KLIKSAMARINDA – Perkembangan wilayah Samarinda makin dinamis. Itu tak terlepas dari peran dan perhatian pemerintah kota dalam menata dan memberikan sentuhan terhadap wilayah-wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dan masih memerlukan pembangunan. Namun, apakah pembangunan di Kota Tepian ini telah merata.

Pertanyaan itu yang seolah terus membayangi Nursobah, Anggota DPRD Samarinda. Ada beberapa wilayah yang memiliki potensi untuk berkembang namun belum mendapatkan perhatian serius dari Pemkot Samarinda. Sebut saja wilayah Sambutan. Menurut Nursobah, Sambutan sejak tahun 80-90 sempat menjadi nominasi areal strategis untuk menjadi Bandara Samarinda Baru.

Sambutan, imbuh Nursobah, jangan dipandang sebagai kritik untuk downgrade. Tapi upgrade info dan endorsmen Pemkot kepada warga Sambutan.

”Bukan dibuat ruwet tapi harus diberikan reward yang memadai. Karena Sambutan pernah menjadi kontributor lahirnya alternatif Sungai Siring sebagai Brexit (Brexiring) yang akhirnya terpilih,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Pemkot juga memiliki tanah di Sambutan waktu Sekda HM.Saili saat itu patut diacungi jempol. Saili memiliki kepiawaian dalam memoderasi anggaran dan saving of Zome area menjadi role model yang cukup bagus. Sebut saja Sindang Sari baru saja juara 3 besar desa nasional dengan lingkungan holtikultura kesadaran dan swadaya masyarakat. Untuk membuat hijau lingkungan, ada yng jadikan halaman rumahnya sebagai apotek hidup, ada yang tanam sayuran, bunga indah, produksi bibit buah, bahkan menghibahkan tanah untuk sarana bermain anak saat pagi dan sore untuk membuat mereka tetap dan selalu ceria.

Karena itu, menurut Nursobah, Sambutan memerlukan reward bukan dibikin ruwet dengan ditundanya berpuluh tahun pembangunan jalan dan penerangan.

”Namun, mobilitas dan komunikasi belum lancar karena kendala jalan rusak dan ada 100an lubang besar dan kecil yang jika turun hujan berpotensi pembuat celaka warga. Sekali lagi, Sambutan perlu apresiasi dengan reward. Bukan dianggap menambah ruwet karena dianggap terlalu ambisius untuk segera dibangun,” tandas Nursobah. (Adv)