Clicky

Rabu, 27 Januari 2021

Moulding Kaltim Tetap Mendunia Saat Pandemi

KLIKSAMARINDA – Para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kaltim masih konsisten memenuhi order mitra bisnis mereka dari sejumlah negara di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya, CV Wana Karya yang berlokasi di Jalan Rapak Indah 3, Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.

UKM ini bergerak di bidang usaha pengolahan kayu moulding (wood working). Hingga saat ini, CV Wana Karya mengekspor produksi ke negara Jepang, China, dan Australia.

UKM ini mengolah kayu dari sisa-sisa pembukaan lahan (land clearing) di areal perusahaan tambang, perkebunan dan lainnya. Hingga saat ini UKM ini setidaknya mempekerjakan sekitar 17 tenaga kerja.

Point of View:  Cara Inspiratif Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Selama Pandemi Covid-19

Tahun lalu, CV Wana Karya juga berhasil melakukan ekspor kayu moulding ke Osaka dan Tokyo sebanyak 122,4 m3 dengan nilai US$ 235.129 atau setara Rp3,4 miliar.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor melakukan kunjungan industrial ke lokasi pengolahan kayu moulding CV Wana Karya, Kamis 14 Januari 2021. Yadi Robyan Noor turut bersyukur karena meski pandemi, UKM di Kaltim masih mampu berproduksi dan memenuhi permintaan ekspor.

Point of View:  Suplai Cabe dari Jawa dan Sulawesi ke Samarinda Stop, Ada Apa?

Yadi Robyan Noor menyatakan, pemerintah akan membantu mengatasi permasalahan yang mungkin masih dihadapi para pelaku UKM. Mulai soal akses jalan, keringanan bunga bank, keringanan ongkos angkut, pelabuhan, dan lain sebagainya.

“Pemerintah akan memberikan berbagai fasilitas agar UKM kita lebih bersemangat lagi untuk ekspor,” ujar Yadi Robyan Noor.

Yadi Robyan Noor menegaskan Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi memiliki perhatian yang sangat besar dalam upaya pengembangan UKM di Kaltim.

Point of View:  Andi Harun Resmi Mundur dari Jabatan di DPRD Kaltim

Sementara Direktur CV Wana Karya, Azharin menjelaskan tahun ini mereka sudah mendapatkan order sebanyak 7 kontainer dengan kota tujuan Tokyo, Jepang. Total nilai ekspornya mencapai Rp2,9 miliar dengan jumlah moulding sebanyak 114 m3.

“Ini baru satu kota tujuan, Pak. Mungkin Osaka sebentar lagi,” ujar Azharin. (*)

DMCA.com Protection Status
error: Send us an email to kliksamarinda.com