Politik

Menuju Pilwali 2020, PPP Samarinda Bangun Komunikasi Politik Dengan Beberapa Partai

KLIKSAMARINDA – Ketua Pemenangan Pemilu PPP Kota Samarinda, Risa Fahrizal di hadapan awak media, Senin 18 November 2019 di Sekretariat DPC PPP, Jalan Kadrie Oening, Samarinda, PPP menyatakan pihaknya telah membangun komunikasi dengan partai lain sehingga bisa ikut mengusung calon dalam Pilwali Samarinda 2020 mendatang.

Saat ini, menurutnya, untuk mengusung satu pasangan calon yang ikut dalam kontestasi politik, masing-masing partai politik harus memiliki 9 kursi di DPRD kota Samarinda. Sedangkan saat ini, PPP Samarinda hanya memiliki dua orang perwakilan di DPRD Samarinda dengan perolehan suara masing-masing anggota dewan sebanyak 10 ribu suara.

“Kita hanya memiliki 2 kursi di DPRD Samarinda. Sedangkan, untuk dapat mengusung Cawali harus memiliki 9 kursi, dari itu kami akan membangun koalisi,” tegasnya.

Saat ini, PPP Samarinda membangun komunikasi intens dengan PKB. Hal ini dilakukan karena memang saat ini PKB dan PPP memiliki hubungan yang cukup mesra karena saat ini kami berada dalam satu fraksi di DPRD.

“Saya rasa dengan PKB kami tinggal jalan. Saat ini, kami juga telah menjajaki lobi politik dengan Partai Demokrat, Golkar, PAN, Nasdem, Gerindra dan PKB, termasuk berkomunikasi dengan para tokoh seperti bapak Barkati, Apri Gunawan, Ahmad Sukamto, Andi Harun dan tokoh lainnya,” jelasnya.

Disinggung mahar politik, Ketua Pemenangan Pemilu PPP Kota Samarinda ini membantahnya. Menurutnya, PPP tidak akan meminta mahar politik. Yang ada hanya biaya administrasi dan biaya keseriusan.

“Namanya kompetisi kami hanya meminta biaya keseriusan yang nilainya juga tidak besar. Hanya sekitar Rp10 juta-Rp15 juta. Kalau semuanya gratis, kami khawatir calon-calon yang datang bukanlah calon yang berkualitas,” kata Risa.

Mengenai kriteria, Risa menegaskan bahwa kota Samarinda adalah kota besar yang memiliki persoalan kompleks yang harus ditangani dengan cepat. Pihaknya akan melihat bagaimana keseriusan calon dengan program yang jelas untuk mengatasi masalah-masalah di kota Samarinda.

“Setelah dibuka hari ini, kami akan menutup masa pendaftaran pada 7 Desember mendatang,” kata Risa. (Jie)