Menteri Pendidikan Optimis PTM Terbatas

KLIKSAMARINDA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim meninjau program vaksinasi Covid-19 bagi tenaga pendidik di BSCC Dome Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa 6 April 2021.

Pemerintah Kota Balikpapan mempercepat vaksinasi Covid -19 ini serentak di 6 tempat bebeda. Kegiatan menyasar tenaga pendidik PAUD, TK, dan guru jenjang SD, SMP se-Balikpapan.

Alwiati selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dan Koordinator Imunisasi Vaksin Covid -19 menjelaskan, sasaran penerima vaksin di hari ini sekitar 1000 orang.

“Sebanyak 600 guru divaksin di BSCC Dome Balikpapan, RSUD Beriman Balikpapan sebanyak 100 guru, Rumah Sakit Sayang Ibu sebanyak 100 guru, dan di Puskesmas Kelandasan Ilir, Prapatan, Telaga Sari, Mekarsari masing-masing melakulan vaksinasi sebanyak 50 guru”, jelasnya.

Alwiati juga mengungkapkan apresiasi kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim karena dalam agenda vaksinasi kali ini turut hadir untuk meninjau pemberian vaksin tenaga pendidik dan guru.

“Terima kasih kepada Pemerintah dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia atas komitmen dan prioritas vaksinasi bagi tenaga pendidik dan guru, serta berharap kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa segera dilakukan,” ujar Alwiati.

Menteri Nadiem menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Balikpapan karena telah memberikan bantuan kepada sekolah swasta demi menunjang kegiatan belajar mengajar.

“Saya sangat menghargai inisiatif Pemerintah Kota Balikpapan dengan memberikan bantuan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi murid sekolah-sekolah swasta yang pada masa pandemi ini kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan secara jarak jauh atau berani,” ujar Menteri Nadim dalam sambutan di BSCC Dome, Balikpapan.

Menteri Nadiem menambahkan, pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dapat dilakukan saat ini tanpa harus menunggu bulan Juli 2021. Menurut Menteri Nadiem, surat keputusan bersama (SKB) empat menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 telah tersedia.

“Satuan pendidikan dapat melakukan PTM dan rotasi setelah tenaga pendidik divaksinasi dengan mengikuti protokol kesehatan dan sesuai izin pemerintah daerah,” ujar Menteri Nadiem.

Pada kenjungannya, Nadim sempat berbincang dengan para perwakilan tenaga pendidikan yang mengikuti vaksinasi Covid-19 secara virtual.

“Selamat dan terima kasih telah divaksin, semoga tetap sehat dan siap dalam persiapan pembelajaran tatap muka,”, ujar Menteri Nadiem.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Muhaimin turut antusias atas program vaksinasi yang diberikan kepada para guru dalam menyambut pembelajaran tatap muka.

“Hari ini sangat bahagia, karena vaksinasi kepada para guru kembali yang diberikan, yang dilakukan kepada 1.000 guru dan tenaga pendidik. Ini dilengkapi 2.750 guru yang sebelumnya sudah divaksinasi, sehingga sekarang menjadi 3.750 guru yang sudah divaksinasi dari total 9.060 guru,” ujar Muhaimin.

Pemerintah Kota Balikpapan menyerahkan program bantuan subsidi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) kepada sekolah swasta yang terkenal di Kota Balikpapan. Dana subsidi ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan yang totalnya sebanyak Rp12,6 Miliyar untuk bulan Januari sampai dengan Juni 2021

Program pemberian subsidi SPP bagi siswa SD dan SMP swasta se Balikpapan merupakan program lanjutan peduli pendidikan kota Balikpapan yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

Pemberian subsidi SPP ini berlangsung di BSCC Dome Balikpapan secara bersamaan dengan vaksinasi guru dan secara langsung diserahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim yang turut didampingi oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

“Masing-masing siswa akan mendapat subsidi senilai Rp 100 ribu untuk SMP / MTS dan Rp 60 ribu untuk SD / MI. Subsidi yang diberikan selama enam bulan, mulai dari Januari hingga Juni 2021,” ujar Wali Kota Rizal Effendi.

Biaya subsidi SPP diberikan kepada 546 murid SD Al Auliya 2 sebagai perwakilan dengan total subsidi yang diberikan Rp196,5 juta, 421 siswa MI Nadhatul Ulama Balikapapan sebesar Rp151,5 juta.

Sedangkan perwakilan tingkat SMP, hadir menerima subsidi secara simbolis kepada 655 siswa SMP PGRI 4 Balikpapan dengan totalnya Rp393 juta dan 427 siswa Patra Dharma 1 Balikpapan total subsidi yang diterima Rp256,2 juta. Serta sekolah SD / MI dan SMP / MTS lainnya di Kota Balikpapan.

Untuk biaya pemotongan biaya di setiap sekolah swasta yang ada, dengan konversi lalu lintas pihak sekolah yang melakukan pengajuan subsidi ke Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidkan Kota Balikpapan.

“Tujuan dari subsidi SPP ini agar pendidikan di Kota Balikpapan tetap berjalan dengan baik kemudian masyarakat dapat mendapatkan pendidikan yang layak dan baik,” ujar Wali Kota. (*)

Tinggalkan Balasan