Politik

Mendaftar di PKS dan PPP, Rusmadi Bicara Pengangguran dan Industri Kreatif Milenial

Rusmadi meyakini industri kreatif yang diawaki kalangan Generasi Z saat ini mampu menjawab tantangan pengangguran di Samarinda. Persoalannya tinggal sokongan serius pemerintah kota sebagai pemangku kebijakan.

RUSMADI kian kokoh di kontestasi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Samarinda 2020. Namanya kian diperhitungkan setelah Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Persatuan Pembangunan, menerima berkas pendaftaran pria kelahiran Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, tersebut.

Mengenakan kemeja putih dan celana kain hitam, Rusmadi tampak sederhana, Senin 2 Desember 2019, hari ini. Bersama rombongan, sekira pukul 14.30 Wita, Rusmadi pertama kali mendatangi kantor Dewan Perwakilan Wilayah PKS Samarinda di Jalan M. Yamin. Di sana, Rusmadi diterima hangat Ketua DPW PKS Samarinda beserta pengurus.

Di tempat berbeda, Rusmadi bersama rombongan mendatangi kantor Dewan Perwakilan Cabang PPP Samarinda di Jalan Qadrie Oening, sekira pukul 16.00. Di sana, Rusmadi diterima oleh Ketua DPC PPP Samarinda Herman A Hasan dan Sekretaris DPC PPP Samarinda Laila Fatihah.

Pada kedua kesempatan itu, Rusmadi mengutarakan alasan majunya ia dalam Pilwali Samarinda tak lain karena dorongan kuat kalangan milenial. Mereka inilah, ucap Rusmadi, yang kini intens bergerak lewat kanal #KawalRusmadi.

“Saya berterima kasih kepada mereka. Masih muda tapi melek terhadap politik dan mau berkontribusi terhadap perubahan dan pembangunan kota ini. Selain itu, tentu saja saya berterima kasih kepada tokoh-tokoh masyarakat di kota kita dan masyarakat Samarinda yang juga memberi support kepada saya,” katanya, saat memberikan sambutan, seperti dikutip Klik Samarinda dari press release di laman #KawalRusmadi.

Khusus di kantor DPC PPP Samarinda, Rusmadi sempat bicara soal pengangguran. Katanya, pengangguran di Samarinda didominasi usia produktif. Rusmadi yang sejak beberapa bulan terakhir intens mengunjungi industri kreatif anak muda, mendorong terciptanya lapangan kerja dari industri kreatif.

“Saya sudah turun ke lapangan dan berdiskusi dengan pelaku industri kreatif di Samarinda. Rata-rata mereka masih muda. Kalau didukung oleh pemerintah kota nanti, industri ini tentu mampu menyerap banyak pekerja dari usia produktif. Jadi tinggal masalah eksekusi saja nanti,” ujarnya. “Contohnya dua store lokal yang sempat saya kunjungi. Produk mereka lokal, tapi sudah menjelajah ke luar Kalimantan Timur. Bahkan model produk mereka orang luar negeri,” sambung Rusmadi, kepada Klik Samarinda.

Itu sebabnya, Rusmadi optimistis masalah pengangguran bisa diatasi dengan cepat dengan akselerasi yang tepat. “Tinggal didiskusikan nanti bentuk dukungan pemerintah kota seperti apa. Saya yakin industri kreatif yang digerakkan oleh anak-anak muda kita bisa menjawab tantangan itu. Persoalannya hanya mereka tidak pernah diberi kesempatan saja,” lugasnya.

Selain itu pula, Rusmadi sempat menjelaskan visi dan misi yang terdapat dalam The Spirit of River City yang terangkum dalam Kota Madani –akronim dari Maju Berbudaya, dan Harmoni.
Menurut Rusmadi, persoalan di Samarinda bisa diselesaikan dengan keselarasan antar lini.

“Dan ini bukan pekerjaan sebentar. Butuh bertahun-tahun dan komitmen serius dari pemangku kebijakan,” bebernya.

Kota Madani sendiri merupakan konsep menata kota dengan pelbagai macam unsur. Tidak hanya soal infrastruktur yang maju, namun juga perilaku masyarakat dan aparatur pemerintahannya.

“Soal ini saya tidak main-main. Kita semua harus berubah, karena ini bukan cuma soal wujud, tapi juga karkater kita,” tutup Rusmadi. (*)