Membidik Peluang Bisnis Travel Wisata ke Lokasi IKN Nusantara

Kawasan Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim).

KLIKSAMARINDA – Penetapan kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mencuatkan harapan pemerataan pembangunan bagi warga di Kalimantan Timur (Kaltim). Tak terkecuali, harapan juga muncul bagi para pelaku usaha biro jasa perjalanan atau travel di Bumi Mulawarman.

Hal itu terlihat dari tingginya animo masyarakat untuk melihat dari dekat Titik Nol IKN Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Lokasi Titik Nol IKN ternyata mampu menjadi berkah bagi pegiat wisata, khususnya para pelaku usaha biro jasa perjalanan di Kaltim.

Bahkan, sejumlah pengusaha travel di Samarinda, Kaltim, telah mulai menawarkan jasa perjalanan dengan tujuan beberapa tempat wisata di sekitar IKN Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Upaya pengembangan usaha sektor pariwisata tersebut juga telah mendapatkan dukungan dari Gubernur Kaltim, Isran Noor. Secara langsung, Gubernur Isran Noor telah memberi lampu hijau bagi pemerintah daerah untuk mengelola dan menjadikan Titik Nol IKN sebagai destinasi wisata.

Menurut Gubernur Isran Noor, semakin banyak warga yang datang ke Titik Nol IKN, dapat membuktikan adanya dukungan masyarakat terhadap pembangunan IKN di Kaltim yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Tidak apa-apa, bagus itu. Artinya masyarakat ingin tahu, apa sih sebenarnya Titik Nol IKN itu. Jadi Titk Nol IKN itu sebuah pedoman referensi untuk pembangunan infrastruktur. Jadi Istana Negara tidak di situ. Kira kira 3.5 kilometer dari situ,” ujar Gubernur Isran Noor saat ditemui di Balikpapan, Minggu 29 Mei 2022.

Ketua DPD Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Kaltim, Titin Embun mengatakan, penetapan kawasan Titik Nol IKN Nusantara menjadi angin segar bagi dunia wisata. Menurut Titin Embun, sektor pariwisata selama dua tahun terakhir terpuruk akibat mewabahnya Covid-19.

“Ditetapkanya Titik Nol IKN sebagai destinasi wisata tentunya akan membawa keuntungan dalam hal ekonomi bagi masyarakat sekitar. UMKM local akan tumbuh secara langsung baik itu penginapan maupun rumah makan,” ujar Titin Embun.

Titin Embun juga menyampaikan, efek positif juga dirasakan oleh para pengusaha travel. Mereka yang akan menawarkan trip (perjalanan) ke PPU sehingga akan berdampak pada industri yang lainnya seperti penginapan dan rumah makan.

Dari pengakuan Titin Embun diketahui bahwa banyak warga yang menghubungi Masata untuk diantarkan ke tempat itu. Permintaan itu datang tak hanya dari wisatawan lokal.

Para pelancong dari mancanegara pun kerap meminta Masata untuk memfasilitasi perjalan ke Titik Nol IKN Nusantara. Melalui perjalanan tersebut, masyarakat dapat langsung menyaksikan perkembangan daerah IKN baru di Kaltim.

“Alhamdulillah semuanya bisa difasilitasi oleh masata. Banyak warga yang menduga bahwa kawasan IKN terisolir, jalan rusak, dan tidak ada penduduk. Namun setelah mereka mengunjungi titik nol, mereka baru tahu bahwa dugaan mereka salah,” ujar Titin.

Demi mendukung peningkatan perekonomian di kawasan Sepaku Kabupaten PPU dan sekitarnya, Masata Kaltim telah membuka layanan perjalanan mengunjungi Titik Nol dari Samarinda dan Balikpapan.

Menurut Titin Embun, pengunjung nantinya akan diantarkan ke Titik nol IKN dengan kendaraan yang telah disiapkan oleh Masata. Tidak hanya menuju lokasi Titik Nol IKN Nusantara, pengunjung nantinya juga akan dibawa ke sejumlah tempat destinasi di kawasan IKN.

Masata Kaltimjuga telah menyiapkan paket perjalanan atau paket tour wisata dari kota Samarinda ke Titik Nol IKN. Tarif perjalanan ke IKN Nusantara dari Samarinda adalah Rp600 ribu per orang.

Dengan biaya tersebut, menurut Titin Embun, setiap peserta tour akan mendapatkan makanan sebanyak dua kali dan mengunjungi tempat tempat wisata di IKN Nusantara.

“Jadi sifatnya hanya wisata sementara saja. Karena nanti jika pembangunan IKN benar-benar sudah dimulai, akses ke lokasi itu bisa saja akan tertutup sepenuhnya. Maka, kita bisa memanfaatkan sebelum proses itu terjadi, sembari menunjuk keunggulan destinasi wisata di PPU yang lainnya,” ujar Titin Embun. (Jie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DMCA.com Protection Status