News

Ini Cerita Dari Pimpinan PAUD di Jalan AW Syahranie Samarinda, Tempat Muhammad Yusuf Gajhali Hilang

Gelar Pra Rekonstruksi di PAUD dan Tempat Penitipan Anak Jannatul Athfal, Senin 9 Desember 2019.

KLIKSAMARINDA – Sebelum hilang, begitu Kepala PAUD dan Tempat Penitipan Anak Jannatul Athfal, Jalan AW Syahranie Samarinda, Nurdiana, menceritakan moment sebelum Muhammad Yusuf Gajhali hilang. Diana, sapaan akrabnya, bercerita usai pra rekontruksi yang berlangsung Senin, 9 Desember 2019.

Saat itu, imbuh Diana, sekolah diguyur hujan cukup deras. Semua pintu di sekolah tertutup. Di dalam sekolah, ada dua guru yang menjaga 6 orang anak dan satu orang bayi.

“Saat itu yang berjaga adalah Bunda Marlina dan Bunda Yanti. Dalam pra rekontruksi tadi diperagakan bagaimana keduanya menjaga anak anak hingga sampai hilangnya Yusuf,” ujar Diana.

Sebelum hilang, korban duduk di ujung pintu menuju ke kamar mandi. Di sebelahnya, ada Bunda Yanti yang sedang menjaga seorang bayi.

“Entah bagaimana, ia keluar saat Bunda Marliana pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air untuk memandikan para balita. Sementara satu lainnya menjaga satu bayi yang sedang menangis. Saat itulah, Yusuf menghilang.

Diana menggambarkan kejadian begitu cepat. Korban kemudian menghilang.

“Kejadian begitu cepat. Kurang dari lima menit, korban hilang. Saya sempat mengejar korban hingga ke tepi jalan yang saat itu memang sedang becek karena habis hujan,” ujar Diana.

Setelah korban hilang, tidak lama hujan deras mengguyur kota Samarinda. Hujan menyebabkan kawasan itu tergenang air setinggi 15-20 cm. Namun, sekolah tidak terendam air karena berada di lokasi yang cukup tinggi.

Pencarian pun dilakukan oleh kepolisian dibantu warga dan relawan hingga pukul 24.00 WITA, Jumat malam 22 November. Pencarian korban dilakukan hingga radius 1 kilometer. Pencarian tidak membuahkan hasil.

“Saat itu kami menduga anak ini telah dijemput seseorang, namun kami tidak mengetahui siapa yang menjemputnya,” kata Diana. (Jie)