KLIKSAMARINDA | Hasil PCR Tenaga Medis Positif, IGD RS IA Moeis Samarinda Ditutup Sementara
Fokus News

Hasil PCR Tenaga Medis Positif, IGD RS IA Moeis Samarinda Ditutup Sementara

igd rs ia moeis samarinda

KLIKSAMARINDA – Seorang karyawan di RS IA Moeis Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menjalani tes PCR pada 9 Juli 2020 lalu. Pada 12 Juli 2020, hasilnya keluar dengan hasil positif.

Dalam keterangan Direktur RSUD IA Moeis, Syarifah Rahimah saat teleconference melalui aplikasi Zoom Meeting Minggu 12 Juli 2020 menyebutkan, karyawan di RS IA Moeis Samarinda tersebut memiliki riwayat perjalan dan kontak erat dengan dari luar Samarinda.

Kasus menjalani tes swab pada tanggal 9 Juli 2020. Hasil tes keluar pada 12 Juli 2020 dan menunjukkan hasil positif.

Syarifah Rahimah

Direktur RSUD IA Moeis, Syarifah Rahimah

“Yang hari ini terjadi adalah bagian dari program pemeriksaan kesehatan seluruh karyawan yaitu Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Ada satu karyawan yang PCR positif. Memang karyawan ini ada riwayat berkunjung ke daerah yang terjadi transmisi lokal kurang dari 14 hari terakhir,” ujar Syarifah Rahimah.

KLIK JUGA:  Soal Longsor di Jalan Trikora Palaran Samarinda, Tak Usah Saling Menyalahkan

Syarifah Rahiman menambahkan, karena karyawan tersebut berpotensi menularkan ke rekan kerja di instalasi gawat darurat, karyawan IGD RS IA Moeis Samarinda dikarantinakan dulu.

Pun, layanan IGD RS IA Moeis Samarinda ditutp sementara. Penutpan sementara berlangsung 2 hari mulai 12-13 Juli 2020.

“Karena karyawan tersebut berpotensi menularkan ke rekan kerja di instalasi gawat darurat, sehingga karyawan IGD kami karantinakan dulu. Jadi kami karantinakan karena sudah berinteraksi dengan tenaga kesehatan yang lain. Sarana yang ada di instalasi gawat darurat disterilisasi ulang untuk memastikan pada saat IGD semua layanan terjamin aman dari Covid-19,” ujar Syarifah Rahimah.

Lebih lanjut Syarifah Rahiman menjelaskan dari 500 karyawan yang ada di RS IA Moeis Samarinda, 300 lebih telah menjalani tes Covid-19.

KLIK JUGA:  Warga Samarinda Meninggal Dunia di Kamar Kost

“Jangan sampai karyawan kami yang membawa penyakit. Sepanjang pemeriksaan ada 5 orang reaktif termasuk saya dan menjalani karantina 22 hari. Tapi bukan PDP,” ujar Syarifah Rahimah. (*)

DMCA.com Protection Status
News Update <<<