News

Distribusi Logistik ke Pedalaman Kaltim Terganggu Pasca Ledakan Kapal di Pelabuhan Sungai Kunjang Samarinda

KLIKSAMARINDA – Dampak ledakan kapal pengangkut barang dan penumpang beberapa pekan lalu di Pelabuhan Sungai Kunjang, Samarinda, mulai terasa. Distribusi logistik ke pedalaman Kalimantan Timur (Kaltim) terganggu sejak awal pekan Januari 2020.

Kepala Dermaga Pelabuhan Sungai Kunjang Samarinda, Sukarja, menjelaskan, rerata warga pedalaman Kaltim masih mengandalkan kapal dagang dari Samarinda ke wilayah Kutai Barat (Kubar). Selain mengangkut penumpang, umumnya kapal dagang ini mengirimkan pasokan logistik ke wilayah pedalaman Kaltim dari Pelabuhan Sungai Kunjang Samarinda.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kapal dagang dari Samarinda berkurang. Dampaknya terasa, apalagi adanya ledakan kapal yang terjadi pada 25 Desember 2019 lalu.

“Ke Muara Wahau saja tinggal dua kapal. Sekarang sudah berkurang. Setelah berangkat dari sini (Pelabuhan Sungai Kunjang-red), baru 2-3 bulan kembali,” ujar Sukarja, Senin 6 Januari 2020.

Satu kapal dagang ke pedalaman Kaltim, Kapal Maranata, terpaksa mengalami perbaikan hingga dua pekan ke depan akibat terdampak ledakan Kapal Nurdalia, 25 Desember 2019 lalu. Menurut pemilik Kapal Maranata, Rahim, dirinya sudah beberapa kali menerima permintaan pasokan barang dari wilayah pedalaman.

Namun, sejak ledakan terjadi, Rahim bersama anak buah kapal (ABK) hanya bisa menunggu perbaikan kapal.

“Sekarang lambat mudik. Sudah banyak yang ngebel. Kekurangan banyak barang di sana,” ujar Rahim, Senin 6 Januari 2020.

Kini, kapal dagang dari Samarinda itu menunggu perbaikan agar mampu mengangkut logistik ke pedalaman kembali. Penantian pengiriman logistik itu akan semakin panjang larena jarak tempuh ke pedalaman bisa mencapai 18 hari.

“Pengiriman tertunda mungkin dua minggu. Tapi, pelanggan masih bisa membeli kebutuhan sedikit-sedikit keluar sambil menunggu kami tiba,” ujar Nahkoda Kapal Maranata, Chandra Halim. (Jie)