Advertorial Parlementaria

Dewan Minta Hasil Kajian Akademis Harus Konkret

Seminar Hasil Kajian Akademis tentang Penataan Kelurahan yang ada Wilayah Kecamatan Loa Janan Ilir, Kecamatan Samarinda Seberang dan Kecamatan Palaran, Selasa, 3 Desember 2019.

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal (paling kanan), menghadiri Seminar Hasil Kajian Akademis tentang Penataan Kelurahan yang ada Wilayah Kecamatan Loa Janan Ilir, Kecamatan Samarinda Seberang dan Kecamatan Palaran, Selasa, 3 Desember 2019. (Foto: Dok)

KLIKSAMARINDA – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, menghadiri Seminar Hasil Kajian Akademis tentang Penataan Kelurahan yang ada Wilayah Kecamatan Loa Janan Ilir, Kecamatan Samarinda Seberang dan Kecamatan Palaran, Selasa, 3 Desember 2019. Seminar ini merupakan gelaran Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Samarinda yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Samarinda.

Acara Seminar ini dibuka secara resmi oleh Asisten III, Ali Fitri Noor mewakili Walikota. Hadir Perwakilan OPD, Camat, Lurah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Pemuda, dan Tim Ahli dari Universitas Mulawarman, Mohammad Taufik dan Bambang Irawan.

Seminar ini memaparkan kajian akademis tentang Penataan Kelurahan yang ada Wilayah Kecamatan Loa Janan Ilir, Kecamatan Samarinda Seberang, dan Kecamatan Palaran. Kajian ini merupakan kerjasama Pemerintah Kota Samarinda dengan Universitas Mulawarman Samarinda.

Joha Fajal menerangkan, upaya meringankan beban warga dalam mendapatkan akses terhadap pelayanan publik dari pemerintah masih perlu ditingkatkan. Hal itu memerlukan tindak lanjut sehingga bukan hanya konsep di atas kertas.

Untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan untuk menghindari pemberian pelayanan yang kurang maksimal, perlu upaya untuk merumuskan kebijakan yang di harapkan nantinya dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Masyarakat perlu akses cepat dalam pelayanan. Harus konkret, ujar Joha Fajal.

Joha menambahkan, beberapa persoalan kerap dihadapi warga dalam pelayanan publik. Misalnya lamanya rentang waktu penyelesaian dalam pengurusan suatu pelayanan administrasi, pembangunan yang berjalan lambat, serta urusan pembinaan untuk kemasyarakatan yang menjadi kurang fokus, sehingga pperlu enataan beberapa kelurahan yang ada di sejumlah kecamatan.

Asisten III Ali Fitri menyampaikan, kemajuan suatu wilayah dapat dilihat dari kesejahteraan penduduk pada wilayah tersebut. Salah satu indikator yang bisa dijadikan landasan suatu wilayah tersebut maju adalah adanya pelayanan dari Pemerintah yang memadai dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya.

“Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang ada di Kota Samarinda ini, secara otomatis juga turut meningkatkan volume kegiatan di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan,” ujar Asisten III Ali Fitri. (Adv)