Arsip Kategori: Advertorial

Info Promosi dan Advertorial

Natal di Tengah Pandemi Covid-19, WOM Finance Bagikan Kasih Natal di Panti Wreda

SAMARINDA – Menyambut Hari Raya Natal 2020, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance”) kembali menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan memberikan bantuan kepada Panti Wreda. WOM Finance Kantor Cabang Samarinda membagikan Kasih Natal ke 2 (dua) lokasi, yaitu Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri dan komunitas lansia (lanjut usia) di Gereja HKBP Sentosa.

Karena pelaksanaan CSR Hari Raya Natal 2020 ini masih dalam masa pandemi Covid-19, maka pemberian kasih Natal pun dilaksanakan secara simbolis dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Bantuan dari WOM Finance diberikan langsung oleh Deputy Business Unit Head WOM Finance Regional Kalimantan Sulawesi (Kalsul), Luthfiyudi K. Nurhidayatullahdidampingi oleh Branch Head WOM Finance Cabang Samarinda, Fernandez Pirhot Samuel Sirait dengan dihadiri oleh perwakilan karyawan WOM Finance dan diterima oleh perwakilan pengurus Panti dan Gereja.

Luthfiyudi mengatakan bahwa WOM Finance secara berkelanjutan ingin terus berperan aktif dalam usaha-usaha peningkatan kualitas hidup komunitas serta inisiatif-inisiatif sosial lainnya. Melalui program ini, Perusahaan berharap dapat berbagi kebahagiaan kepada masyarakat di sekitar area kerja perusahaan yang telah ikut menyokong pertumbuhan perusahaan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi semangat dan sukacita Natal kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami ingin berbagi berkat yang telah kami terima kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Sambutan antusias penghuni dan pengurus Panti Wreda serta Gereja menjadi momen spesial Natal yang dihelat khusus oleh WOM Finance Cabang Samarinda. Berbagi kasih dalam suka cita adalah salah satu bentuk kepedulian manajemen dan karyawan WOM Finance kepada sesama dalam ragam perbedaan.

Dalam kegiatan ini, WOM Finance menyerahkan Kasih Natal berupa handuk, selimut, peralatan mandi, makanan dan uang tunai kepada masing-masing Panti dan Gereja. Pemberian Kasih Natal serupa juga dilaksanakan di 14 (empat belas) kota secara serentak, yaitu Binjai, Medan, Jambi, Palembang, Bandung, Cimahi, Bekasi, Balaraja, Klaten, Salatiga,Nganjuk, Tulungagung, Samarinda dan Palu.

Di masa pandemi COVID-19, WOM Finance menghimbau konsumen untuk melakukan transaksi secara digital maupun melalui kanal pembayaran lainnya. Konsumen dapat melakukan pembayaran melalui kanal pembayaran via online yang telah tersedia seperti melalui transfer bank dan kanal pembayaran lainnya, seperti Kantor Pos, ATM, Indomaret dan Alfamart. Selain itu, konsumen dapat melakukan pembayaran angsuran berbasis kode QR yang tersedia di 16 (enam belas) e-wallet atau e-money dan 22 (dua puluh dua) mobile banking yang didukung oleh Bank Maybank Indonesia.

Selain menggunakan kode QR, WOM Finance juga telah bekerjasama dengan beberapa marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak, dimana konsumen juga dapat
membayarkan angsurannya melalui kedua platform marketplace tersebut. Konsumen yang ingin mengetahui informasi terkini tentang WOM Finance dapat
mengakses website www.wom.co.id. Kantor Layanan WOM Finance tetap beroperasi secara terbatas dengan melakukan penyesuaian jam operasional, yaitu dari Senin
sampai dengan Sabtu pukul 09.00 – 15.00 WIB. (*)

Puas Dengan Kinerja, Publik Berharap Neni Kembali Jadi Walikota

Lembaga Survei Indo Barometer merilis hasil survei elektabilitas calon walikota dan wakil walikota Bontang. Hasil survei Indo Barometer menyatakan, pasangan Neni-Joni memiliki elektabilitas sebesar 53% dan Basri-Najirah 28,4%. Pasangan nomor urut 2 itu unggul dalam penyataan terbuka maupun tertutup.

Survei ini dilaksanakan pada 23-28 November 2020 dengan metode multistage random sampling terhadap 402 responden. Margin of error kurang lebih sebesar 4.88%, pada tingkat kepercayaan 95%. Survei dilaksanakan di seluruh wilayah Bontang meliputi 3 kecamatan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Responden survei adalah warga negara Indonesia di Kota Bontang yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Berikut hasilnya:
Neni Moerniaeni – Joni 53,0%
Basri Rase – Najirah 28,4%
Rahasia 4,5%
Belum Memutuskan 13,4%
Tidak Tahu/Tidak Jawab 0.7%

“Jarak antara Neni-Joni dan Basri-Najirah total jaraknya terpaut 24,6%. Selisih angka yang cukup besar di atas 20%. Maka bisa disimpulkan besar kemungkinan pansangan Neni-Joni akan memenangkan Pilkada di Kota Bontang,” kata Hadi Suprapto Rusli, Peniliti Senior dari Indo Barometer, dalam konfrensi pers via daring Kamis, 3 Desember 2020.

Pasangan Neni-Joni unggul di mayoritas profesi pemilih, kecuali di supir/tukang ojek, pasangan Basri-Najirah lebih unggul. Selain itu, Neni-Joni unggul di semua kategori pendapatan dan pengeluaran pemilih.

Menurut hasil survei Indo Barometer kepuasan terhadap kinerja Neni Moerniaeni sebagai Walikota Bontang mencapai 69.2%. Beberapa alasannya seperti kinerjanya terbukti Bagus 38.1%, adanya pembangunan dan perbaikan infrastruktur 15.8%, program visi dan misi berjalan dengan baik 15.8% dan banyak bantuan yang diberikan 10.1%. Neni-Joni merupakan pasangan yang diusung dan didukung mayoritas partai. Sementara Basri-Najirah diusung PDIP dan PKB. (adv)

Ini Pertanyaan Dewan Untuk Perumdam Samarinda

KLIKSAMARINDA – PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda menjadi satu di antara sekian harapan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD). Pasalnya, perusahaan yang baru saja berubah menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) tersebut merupakan aset yang berpotensi meningkatkan PAD.

Dalam agenda beberapa waktu lalu, Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda, Nur Wahid menyampaikan Perumdam Tirta Kencana dalam memperbaiki layanan dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga dengan menambah peningkatan kapasitas pembangunan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) baik di Kelurahan Gunung Lingai, Makroman dan Sei Kapih.

“Insya Allah kalau proses pembangunannya sudah selesai otomotis penambahan suplai air bersih ke rumah warga di wilayah tadi bisa menjadi 55 liter per detik,” ujar Nur Wahid saat Pelantikan dan Pengangkatan pejabat struktural Perumdam Tirta Kencana pada 03 November 2020 lalu.

Namun, sebagai perusahaan yang dimiliki oleh Pemkot Samarinda yang bertujuan memberikan pelayanan kepada warga Kota Tepian sekaligus demi memberikan peningkatan PAD, Perumdam Tirta Kencana Samarinda justru belum melakukan pengembangan usaha, misal, melalui penambahan sambungan baru pelanggan PDAM.

Anggota DPRD Samarinda, Kamaruddin, menyoroti fakta PDAM tersebut. Menurut Kamaruddin, penyambungan baru akan menambah pelanggan baru sehingga akan menambah pendapatan dan pemasukan PDAM ke depan.

“Dengan penyambungan baru, akan menambah pelanggan baru. Ini turut berdampak pada penambahan PAD dari PDAM,” ujar Kamaruddin,, Senin 9 November 2020.

Dari informasi yang diperoleh Kamaruddin, antrean calon pelanggan PDAM yang menunggu adanya sambungan baru telah mencapai jumlah ribuan.

“Tapi mengapa PDAM tidak membuka sambungan keran baru. Sedikitnya, kan untuk mengurangi jumlah daftar tunggu?” ujar Kamaruddin.

Kamaruddin melanjutkan, banyak warga calon pelanggan PDAM yang menginginkan adanya sambungan jaringan PDAM berasal dari daerah pinggiran dan wilayah perumahan di Samarinda. Dalam 2-3 tahun terakhir, menurut Kamaruddin, belum ada realisasi sambungan baru.

Menurut Kamaruddin, alasan PDAM selama ini tidak membuka sambungan jaringan baru adalah karena jaringan PDAM belum menjangkau kawasan yang berada di wilayah pinggiran Samarinda dan wilayah perumahan.

Namun, alasan tersebut tak begitu saja diterima Kamaruddin. Menurut Kamaruddin, Perumdam Tirta Kencana Samarinda telah menerima suntikan dana dari Pemkot Samarinda melalui penyertaan modal. Bahkan, jika melihat pendapatan pada 2020, jumlahnya mencapai Rp10 miliar.

“Yang jelas, prospek pendapatan dari PDAM ini menjanjikan dengan pendapatan tahun ini mencapai Rp10 miliar,” ujar Kamaruddin secara eksplisit. (*)

E-Dabu, Aplikasi Solusi saat Pandemi Covid-19

KLIKSAMARINDA – Satu lagi layanan online dari BPJS Kesehatan yang sangat berguna pada masa pendemi Covid-19, yaitu layanan online berbasis web ini menawarkan kemudahan dan kepraktisan dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Layanan online tersebut adalah E-Dabu atau Elektronik Data Badan Usaha merupakan sebuah sistem yang dibuat khusus untuk memberikan kepraktisan kepada peserta, khususnya perusahaan atau badan usaha maupun organisasi lain dalam hal kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi karyawannya. Mulai dari pendaftaran, pembaruan data kepesertaan, dan lainnya.

Manurut Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehatan Kantor Cabang Samarinda Arbayah Ropika, sistem ini telah dirilis sejak tahun 2015 dengan nama E-Dabu 1.0. yang menawarkan kepraktisan dan kemudahan bagi badan usaha.

“Sejak pertama kali dirilis pada tahun 2015 E-Dabu 1.0 hingga kini E-Dabu 4.2 telah mengalami banyak penyempurnaan. Sistem ini menawarkan kepraktisan dan kemudahan bagi badan usaha, apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 ini yang mengharuskan kita untuk tetap melaksanakan physical distancing. Aplikasi ini benar-benar menjadi solusi di masa pandemi Covid-19,” jelas Pika.

Pika juga menjelaskan dengan menggunakan aplikasi E-Dabu, pemilik badan usaha atau HRD tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk mengantre di kantor BPJS Kesehatan.

“Semua layanan badan usaha dapat diakses melalui sistem E-Dabu, sehingga pemilik badan usaha atau HRD tidak perlu datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan. Sistem ini benar-benar sangat praktis, menghemat waktu dan lebih cepat. Melalui sistem E-Dabu, pihak perusahaan dapat langsung mendaftarkan karyawannya secara kolektif untuk menjadi peserta JKN tanpa harus menginput satu per satu,” tambah Pika

Aplikasi daring milik BPJS Kesehatan ini memiliki fungsi untuk memudahkan pihak perusahaan atau badan usaha dalam melakukan berbagai aktivitas lainnya. Penambahan keluarga karyawan, mutasi peserta seperti pindah fasilitas kesehatan dan menonaktifkan status kepesertaan dapat dengan mudah dilakukan melalui aplikasi E-Dabu.

Terpisah, Hera salah satu petugas penanggung jawab di sebuah badan usaha merasakan kemudahan pendaftaran karyawan dengan adanya aplikasi E-Dabu, Hera menyampaikan dengan cara E-Dabu lebih menyingkat waktu karena tak perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan.

“Dalam urusan kepesertaan untuk karyawan perusahaan kami sangat mengandalkan layanan online aplikasi E-Dabu dari BPJS Kesehatan. Dengan aplikasi ini semua proses kami lakukan cukup dari kantor tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan jadi lebih menyingkat waktu”, tuturnya melalui telpon pada Senin, 11 Mei 2020.

Hera menambahkan penggunaan aplikasi E-Dabu sangat mudah. Kalau pun dirinya dan tim menemui kendala, ia segera menghubungi petugas Relationship Officer (RO) BPJS Kesehatan yang selalu siap membantu.

Aplikasi E-Dabu merupakan sebuah inovasi yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan sebagai bukti dari komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik, kemudahan akses serta kepraktisan pelayanan bagi peserta program JKN-KIS. (*)

Perangi Virus Covid-19, PT Pertamina Bantu Masyarakat dan Wartawan

SAMARINDA – Komitmen untuk memerangi penyebaran Covid-19 atau Corona Virus ditunjukkan PT Pertamina (Persero). Sabtu 4 April 2020 hari ini, PT Pertamina (Persero) mengawali aktivitas sosialnya dengan melakukan penyemprotan disinfektan. Lokasinya di 11 titik fasilitas umum –di Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, atau Ring 1 Fuel Terminal Samarinda.

Aktivitas selanjutnya adalah membagikan paket Alat Pelindung Diri. Menariknya, APD dari PT Pertamina (Persero) ini bukan hanya untuk masyarakat, tetapi juga untuk para wartawan di Kota Samarinda.

Paket APD yang dibagikan diantaranya sabun cair, handsanitaser, vitamin C dan E, serta masker. Khusus untuk masyarakat penerima bantuan merupakan masyarat yang bermukim di Perum. Korpri –Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang.  Sementara penyerahan paket sembilan bahan pokok dilaksanakan di Masjid Ibadurahman.

“Ini merupakan rangkaian kegiatan dari Pertamina Berbagi. Bantuan ini adalah komitmen perusahaan untuk membantu pemerintah dalam melawan wabah Covid-19,”  kata Satriyo Hadi Wibowo, Operation Head Fuel Terminal Samarinda, kepada wartawan di Masjid Ibadurrahman, Perum. Korpri, Samarinda, pagi tadi.

Pada kesempatan itu, Satriyo mengatakan bahwa PT Pertamina (Persero) juga melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah masjid  dengan bekerjasama dengan Rumah Zakat.

“Kami juga membantu alat pencuci tangan dan sabun antiseptik untuk jemaah yang akan masuk masjid,” ujar Satriyo. “Pada kesempatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk bisa mengantisipasi dan melakukan  pencegahan, lebih baik daripada mengobati. Sehingga kami berupaya dan mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan untuk melakukan aktivitas dari rumah terlebih dahulu seperti imbauan dari pemerintah,” lanjut Satriyo.

“Semoga bisa bermanfaat. Tidak perlu panik, tapi tetap waspada. Pertamina ikut berupaya mencegah sebaran Covid-19 ini. Kita berdoa, semoga cepat berlalu,” tukas Satriyo.

Sementara itu ketua pengurus Masjid Ibadurahman Imam Maudi mengaku sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan PT Pertamina (Persero).
“Kami berterima kasih kepada Pertamina. Di tengah kondisi seperti ini, kami sangat terbantu dengan adanya penyemprotan disinfeksi itu,” sebut Imam Maudi.

PEDULI WARTAWAN

Selain itu PT Pertamina (Persero) juga memberikan bantuan sabun cair, handsanitaser, vitamin C dan E, serta masker kepada wartawan yang melakukan peliputan pemberitaan sehari-hari di Samarinda. “Kita sama-sama berjuang, mencegah sebaran Corona ini,” tegas Satriyo.

“Melalui CSR (Corporate Social Responsibility, Red.) Pertamina Berbagi di tengah pandemi Corona ini, kami juga lakukan pemberian beasiswa kepada 25 siswa SD dan SMA senilai Rp 72,5 juta, juga kami bantu 2 titik sumber air bersih senilai Rp 96 juta, sembako di wilayah Ring I Pertamina Depo Samarinda, serta tangki semprot di wilayah Teluk Lerong Ulu. Diharapkan, bisa bantu masyarakat di tengah kondisi saat ini,” tukas Satriyo. (*)

Haul ke 2 Pendiri RS Haji Darjad Berlangsung Khidmat

KLIKSAMARINDA – Lantunan surah Yasin mengiringi rangkaian acara haul ke 2 almarhum H. Muhammad Mas’ud bin H. Darjad –-pendiri RS Haji Darjad– di Jalan Basuki Rahmat, Sabtu 25 Januari 2020, malam kemarin.

Sejak pukul 18.00 Wita, puluhan santri, yatim piatu, mubaligh, habib, hingga karyawan dan masyarakat sekitar, datang untuk melaksanakan salat Magrib berjamaah. Suasana terasa khidmat saat Al Habib Abdurrahman Syihab membacakan doa yang dikhususkan untuk almarhum H. Muhammad Mas’ud bin H. Darjad.

Seperti diketahui, almarhum H. Muhammad Mas’ud bin H. Darjad merupakan putra dari mendiang H. Darjad bin H. Abat. Nama RS Haji Darjad sendiri diambil dari nama mendiang sang ayah, H. Darjad, dan dibangun di Jalan Dahlia sejak 2003.

Chief Executive Officer RS Haji Darjad Rudi Setiawan, melalui Wakil Direktur RS Haji Darjad Iliansyah, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para undangan yang hadir. Kata Iliansyah, pada haul ke 2 tahun ini, sejatinya tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Tapi kami bersyukur di haul ke 2 ini yang datang makin banyak. Tak ada kata yang tepat dari kami selain ucapan terima kasih,” jelasnya.

Selain itu, ujar Iliansyah, sepanjang hidup, almarhum H. Muhammad Mas’ud bin H. Darjad menanamkan nilai-nilai penting, terutama di RS Haji Darjad. Satu dari sekian banyak yang menjadi amanatnya adalah agar manajemen RS Haji Darjad tidak lupa untuk memakmurkan masjid dan bersedekah kepada janda dan yatim piatu.

“Alhamdulillah, setiap bulannya amanat dari beliau tetap kami laksanakan. Semasa hidup, aktivitas bersedekah ini menjadi rutinitas beliau,” tutur Iliansyah.

Selain itu pula, nilai-nilai Islami juga ditanamkan begitu kuat kepada kebijakan manajemen RS Haji Darjad. Menurut Iliansyah, setiap Selasa dan Sabtu, seluruh karyawan RS Haji Darjad rutin mengikuti majelis taklim yang dilaksanakan di Masjid Ibnu Mas’u, lantai 9, Geudng Jamrud RS Haji Darjad. “Biasanya majelis taklim dilaksanakan ba’da Zuhur,” tukasnya. (*)

PHM Menjawab Tantangan Produksi 2019 dengan Inovasi

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) selaku operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam, dengan dukungan SKK Migas dan perusahaan induk PT Pertamina Hulu Indonesia, berhasil mempertahankan tingkat produksi (zero decline), yakni 711 MMscfd yang dicapai pada akhir Desember 2019.

Hal ini berkat upaya keras dan penerapan berbagai inovasi di lapangan. Padahal tantangannya berat: harus menahan laju penurunan produksi alamiah di lapangan-lapangan yang sudah mature, namun juga harus menekan biaya operasi (cost effectiveness) agar WK Mahakam tetap menguntungkan negara.

Buah upaya kerasnya, PHM mampu menghemat biaya operasi sebesar 30%, sehingga penerimaan negara tetap baik, meski terjadi penurunan harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar 13%. Hingga akhir November 2019 (YTD 11 2019) PHM menghasilkan penerimaan negara sebesar USD 901,09 juta (Rp 12,7 triliun). Keberhasilan ini berkat dukungan semua pihak yang terkait, termasuk dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat. ***

Salah satu inovasi PHM dalam melakukan inovasi adalah dengan cara memangkas durasi pengeboran, yaitu :

• PHM telah menerapkan berbagai inovasi untuk mengefisienkan operasi pengeboran sumur, agar dapat berlangsung dengan durasi yang lebih singkat, namun tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan. Sebagai hasilnya, PHM memecahkan rekor menyelesaikan sumur dengan tempo 2,17 hari pada 12 Desember 2019 di sumur TN-L69 dengan desain sumur Shallow Light Architecture (SLA), dan juga sukses memecahkan rekor pengeboran di sumur TN-S180 dengan desain sumur komplesi Shallow Gravel Pack dalam 10,3 hari.

• Rekor mengebor sedalam 2.132 meter dalam tempo 24 jam dipecahkan di sumur TN-N 163.

• Percepatan tempo pengeboran ini memangkas biaya sewa rig dan kapal secara signifikan.

• Guna mengurangi penggunaan rig pengeboran pada kegiatan well intervention di sumur-sumur produksi, PHM kini mulai menggunakan Hydraulic Workover Unit (HWU) untuk pemasangan teknologi komplesi (completion) sumur dengan Multi Zone Single Trip – Gravel Pack (MZST-GP).


​PHM sukses dua kali secara aman mengeluarkan rig pengeboran (Rig Move Out/RMO) dari dua anjungan di Lapangan lepas pantai South Mahakam tanpa mengganggu proses produksi, operasi tersebut berhasil memangkas kehilangan produksi gas yang biasa terjadi pada kegiatan RMO.

​Dengan tema “Zero LTI – Kita Bisa”, PHM telah melewati 565 hari atau sekitar 48.485.570 jam kerja (man hours) tanpa kecelakaan yang menyebabkan kehilangan hari kerja (Lost Time Injury/LTI).

Dan berikut adalah penghargaan – penghargaan yang PHM raih selama 2019 :

• Subroto Awards 2019 sebagai Penyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Terbesar Ke-3 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

• Wajib Pajak Terbaik Tahun 2018 dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Kalimantan Timur dan Utara (Kanwil DJP Kaltimtara)

• Patra Nirbhaya Karya Utama Kategori Tanpa Kehilangan Jam Kerja Sebagai Akibat Kecelakaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

• Juara Umum 2 Indonesia Fire Rescue Competition

• Kandidat Proper Hijau 2019 untuk 5 lapangan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

• Nusantara CSR Award 2019 dari La Tofi School of CSR

• Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tahun 2019 (Bekapai, Balikpapan Base, CPU, HCA, NPU, SPS, SPU) dari Kementerian Ketenagakerjaan

• Kecelakaan Nihil (Zero Accident Award) dan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV & AIDS di tempat kerja (Bekapai, NPU, CPU, SPU, HCA, Balikpapan Base, SPS) dari Kementerian Ketenagakerjaan

• Penghargaan dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Kota Balikpapan Tahun 2019

• Juara Umum Balikpapan Fire & Rescue Challenge

• Balikpapan CSR Awards dari Pemerintah Kota Balikpapan

• Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP) dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan

• Penilaian Peringkat Kinerja Terbaik Pemeliharaan Fasilitas Produksi dari SKK Migas

• Career Development Management (CDM) Award 2019 dari SKK Migas

• Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2019 dari PT Pertamina Persero

***

Harapan Anggota Dewan Terhadap APBD 2020, Menuju Samarinda Menjadi Kota Utama Dunia

Anggota DPRD Samarinda dari Fraksi PAN, Jasno

KLIKSAMARINDA – Pembangunan di pelbagai daerah memiliki potensi dan persoalan masing-masing. Pemerintah merencanakannya melalui beberapa sektor, antara lain melalui penganggaran.

Di Samarinda, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), pun begitu. Pada 30 November 2019 lalu, DPRD bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah sepakat menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk tahun 2020 sebesar Rp3,024 triliun. Dari total tersebut, APBD Samarinda 2020 memiliki struktur terperinci. Antara lain:

Nilai pendapatan sebesar Rp3.024.053.687.140. Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp516.438.239.540. Dana perimbangan sebesar Rp1.483.739.290.600. Dan, lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp1.023.876.157.000. Nilai belanja dalam RAPBD tahun 2020 sebesar Rp3.024.053.687.140. Terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp1.117.182.621.200. Dan, belanja langsung sebesar Rp1.906.871.065.940. Belanja tidak langsung terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp1.003.107.675.865, belanja hibah sebesar Rp106.976.300.000, belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dan Pemerintahan Desa sebesar Rp2.098.645.335, dan belanja tidak terduga sebesar Rp5 miliar. Belanja langsung terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp338.265.879.580, belanja barang dan jasa sebesar Rp513.551.171.485, serta belanja modal sebesar Rp1.055.054.014.875.

Besaran APBD 2020 untuk Kota Samarinda tersebut menerbitkan harapan kepada DPRD Samarinda. Jasno, anggota DPRD Samarinda dari Fraksi PAN misalnya, berharap anggaran yang disusun oleh Pemkot dan disahkan bersama DPRD Samarinda dapat membawa kebaikan bagi Samarinda yang sedang berbenah.

Apalagi, menurut Jasno, Kota Tepian bakal menjadi salah satu kota utama tanah air dalam status barunya sebagai kota modern penyangga Ibu Kota Negara (IKN).

“Tak hanya unggul, Samarinda harus dominan dan menjadi kota utama tak hanya skala nasional tetapi juga menjadi salah satu kota utama dunia,” tutup Jasno. (NR-Adv)

Pembangunan Jalur Alternatif Untuk Kurangi Kemacetan di Sungai Dama Samarinda Akan Diperjuangkan Dewan

Kemacetan di Jalan Arif Rahman Hakim, Sungai Dama, Samarinda (Foto: Dok)

KLIKSAMARINDA – Selain mengeluhkan infrastruktur jalan yang dirasa tidak merata dan belum maksimal, masalah yang kerap dikeluhkan warga Samarinda ialah kemacetan. Terkhusus kemacetan di Jalan Arif Rahman Hakim, Sungai Dama, Samarinda. Hampir tiap hari, kemacetan panjang terjadi di jalan penghubung ke wilayah Sambutan tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Dapil 1 Samarinda, Suparno turut mengomentari persoalan tersebut. Suparno yang juga Anggota Komisi I DPRD Samarinda itu menyebutkan pihaknya menyoroti persoalan itu usai melakukan reses.

“Memang masalah infrastruktur yang utamanya jalan masih jadi keluhan utama warga. Termasuk juga kemacetan yang sering terjadi di daerah Sungai Dama,” tuturnya ditemui usai Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Samarinda, Jumat, 29 November 2019.

Selain itu, jalan yang merupakan akses satu-satunya tersebut, lanjutnya, telah lama menjadi persoalan yang hendak diselesaikan. Sebenarnya, lanjut Parno, sapaannya, beberapa pilihan alternatif pernah terungkapkan menyikapi persoalan tersebut. Namun, hingga sekarang ide tersebut belum bisa terealisasi karena terganjal beberapa persoalan.

“Kita untuk membebaskan lahan di kanan-kiri Jalan Arif Rahman Hakim, perlu biaya besar. Itu agak rumit. Ada juga alternatif di tahun 2013. Yakni ususlan jalan layang tembus ke jembatan S dari Gunung Manggah. Hanya saja, hingga sekarang belum pernah dibahas lagi,” beber dia.

Kendati demikian, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menegaskan, pihaknya masih berupaya untuk membukan jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Sambutan ke wilayah Samarinda Utara.

“Itu memang akses satu-satunya. Semoga ke depan ada akses baru terbuka, yang ke Damanhuri,” sebutnya.

Kendati demikian, rencana itu urung terealisasi akibat persoalan pembebasan lahan. Dirinya akan mengupayakan pembangunannya melalui rencana penganggaran. (Adv)

Dewan Minta Hasil Kajian Akademis Harus Konkret

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal (paling kanan), menghadiri Seminar Hasil Kajian Akademis tentang Penataan Kelurahan yang ada Wilayah Kecamatan Loa Janan Ilir, Kecamatan Samarinda Seberang dan Kecamatan Palaran, Selasa, 3 Desember 2019. (Foto: Dok)

KLIKSAMARINDA – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, menghadiri Seminar Hasil Kajian Akademis tentang Penataan Kelurahan yang ada Wilayah Kecamatan Loa Janan Ilir, Kecamatan Samarinda Seberang dan Kecamatan Palaran, Selasa, 3 Desember 2019. Seminar ini merupakan gelaran Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kota Samarinda yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Samarinda.

Acara Seminar ini dibuka secara resmi oleh Asisten III, Ali Fitri Noor mewakili Walikota. Hadir Perwakilan OPD, Camat, Lurah, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Pemuda, dan Tim Ahli dari Universitas Mulawarman, Mohammad Taufik dan Bambang Irawan.

Seminar ini memaparkan kajian akademis tentang Penataan Kelurahan yang ada Wilayah Kecamatan Loa Janan Ilir, Kecamatan Samarinda Seberang, dan Kecamatan Palaran. Kajian ini merupakan kerjasama Pemerintah Kota Samarinda dengan Universitas Mulawarman Samarinda.

Joha Fajal menerangkan, upaya meringankan beban warga dalam mendapatkan akses terhadap pelayanan publik dari pemerintah masih perlu ditingkatkan. Hal itu memerlukan tindak lanjut sehingga bukan hanya konsep di atas kertas.

Untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan untuk menghindari pemberian pelayanan yang kurang maksimal, perlu upaya untuk merumuskan kebijakan yang di harapkan nantinya dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Masyarakat perlu akses cepat dalam pelayanan. Harus konkret, ujar Joha Fajal.

Joha menambahkan, beberapa persoalan kerap dihadapi warga dalam pelayanan publik. Misalnya lamanya rentang waktu penyelesaian dalam pengurusan suatu pelayanan administrasi, pembangunan yang berjalan lambat, serta urusan pembinaan untuk kemasyarakatan yang menjadi kurang fokus, sehingga pperlu enataan beberapa kelurahan yang ada di sejumlah kecamatan.

Asisten III Ali Fitri menyampaikan, kemajuan suatu wilayah dapat dilihat dari kesejahteraan penduduk pada wilayah tersebut. Salah satu indikator yang bisa dijadikan landasan suatu wilayah tersebut maju adalah adanya pelayanan dari Pemerintah yang memadai dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya.

“Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang ada di Kota Samarinda ini, secara otomatis juga turut meningkatkan volume kegiatan di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan,” ujar Asisten III Ali Fitri. (Adv)

DPRD Samarinda Dorong Pungutan Pajak di Samarinda Dengan Cara Digital, Namun Ada Kendala

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Novie Marinda Putri (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Novi Marinda Putri, mengkritik kinerja Pemkot Samarinda dalam pungutan pajak daerah. Dalam hal ini, dirinya pernah meminta agar pungutan pajak dilakukan secara digital.

Namun, usul tersebut gagal terealisasi. Pemkot tak menyediakan anggaran pengadaan untuk pembelian alat tersebut dibatalkan.

“Tahun lalu kalau gak salah saya sudah minta dianggarkan. Tapi gak ada juga,” sebut dia.

Lebih lanjut, politisi PAN ini akan mengupayakan agar pungutan pajak dilakukan secara digital melalui pengadaan alat. Nantinya, jika disetujui, alat tersebut rencananya bakal ditempatkan di titik-titik WP, seperti restaurant dan hotel-hotel.

Bahkan, usulan anggaran untuk penyediaan alat pungut pajak digital telah disebutkan. Menurut Novi, nilainya mencapai Rp2,5 miliar.

“Anggaranya kemarin itu Rp2,5 miliar. Tapi gak lolos. Alasannya Pemkot terbentur dengan perbankan. Tapi nanti kami panggil saja lah mereka untuk klarifikasi sekaligus evaluasi,” tutup perempuan berhijab itu. (NR-Adv)

Studi Peningkatan PAD Sambut IKN, DPRD Samarinda Belajar ke Kota Tangerang

Anggota DPRD Samarinda melakukan studi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) ke Kota Tangerang, Provinsi Banten. Kunjungan berlangsung Rabu, 4 Desember 2019.

KLIKSAMARINDA – Anggota DPRD Samarinda melakukan studi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) ke Kota Tangerang, Provinsi Banten. Kunjungan berlangsung Rabu, 4 Desember 2019.

DPRD Samarinda akan menimba pelajaran dari Tangerang karena Samarinda akan menjadi kota yang berdekatan dengan Ibu Kota Negara (IKN).

Anggota DPRD Samarinda dari Fraksi Demokrat, Joni Sinatra Ginting, yang turut hadir dalam kunjungan kerja ini menerangkan, kunjungan ini sebagai bagian dari upaya mempelajari cara peningkatan PAD di daerah lain yang memiliki kesamaan karakter dengan Samarinda.

Ikhtiar itu jatuh ke Kota Tangerang sebagai kota satelit dari Ibu Kota DKI Jakarta dalam meningkatkan PAD. Hal ini menilik jika Samarinda juga akan menjadi kota satelit Ibu Kota Negara yang akan berpindah dari Jakarta ke wilayah Samboja Kukar dan Penajam Paser Utara (PPU).

Menurut Joni, dalam pertemuan tersebut mencuat salah satu sumber pendapatan asli daerah Kota Tangerang yang dapat diterapkan di Samarinda. Sumber PAD itu adalah keberadaan bandar udara (bandara).

“Kunker ke DPRD kota Tangerang, mendapatkan pelajaran yang bermanfaat dalam meningkatkan PAD untuk kota Samarinda yang bersumber dari Bandara dan sektor jasa lain guna peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” ujar Joni.

Pihak DPRD Kota Tangerang menerima rombongan DPRD Samarinda. Hadir Kasubbag Humas DPRD Kota Tangerang, Andika Susilo. Pemerintah Kota Tangerang saat ini tengah mengembangkan pelbagai sektor yang berpotensi untuk meningkatkan PAD. Antara lain dari sektor retribusi perparkiran dan air bawah tanah. (Adv)