Arsip Kategori: Ragam

Kutim Gulirkan Progam Merdeka Sinyal

KLIKSAMARINDA – Luas wilayah Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur membuat persoalan sinyal menjadi krusial. Di Kutim dengan luas hampir 35 ribu kilometer persegi, soal sinyal menjadi kendala tersendiri dalam pembangunan jaringan di Kutim.

Apalagi dengan keterbatasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam memenuhinya. Karena itu, kelancaran menikmati jaringan internet menjadi dambaan masyarakat Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Sebab kini, jaringan internet sudah menjadi kebutuhan masyarakat saat mengakses informasi diera digitalisasi. Apalagi di masa pandemi, anak-anak sekolah menggunakan internet dalam proses belajar daring (dalam jaringan).

Untuk mengatasi hal itu, Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang berkomitmen agar Kutim “merdeka” sinyal. Namun untuk mewujudkannya tidak dapat dikerjakan sendiri oleh Pemkab.

Menurut Wabup Kasmidi Bulang, perlu sinergi dengan berbagai pihak dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Kutim. Karena itu, Pemkab Kutim mencoba kolaborasi dan sinergi program dengan PT Telkomsel guna mewujudkan hal itu.

Wabup Kasmidi Bulang, mewakili Pemkab Kutim, menerima kunjungan PT Telkomsel di ruang kerjanya, Kamis 15 April 2021. Embrio kerjasama sudah terlihat dalam pertemuan tersebut.

Sebab kunjungan tersebut dilakukann untuk presentasi kerjasama dibidang telokomunikasi antara Pemkab Kutim dengan PT Telkomsel Tbk.

“Kami telah berdiskusi langsung dengan pihak Telkomsel untuk membicarakan solusi dan langkah-langkah pada daerah yang tidak ada jaringan atau blankspot. Serta beberapa permaslahan lainnya,” ujar Wabup Kasmidi Bulang pada media sosial pribadinya.

Untuk daerah yang sudah memiliki jaringan, namun sering mengalami gangguan, pihak PT Telkomsel berkomitmen untuk melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Desa terkait. Sehingga permasalahan bisa diatasi dengan cepat.

Wabup Kasmidi Bulang menyatakan, pihak Telkomsel siap mendukung, berkolaborasi dan saling bersinergi dengan Pemkab Kutim dalam program pembangunan di daerah.

“Semoga dengan adanya program ini, seluruh masyarakat Kutim lebih mudah mengakses informasi dan berkomunikasi,” tutupnya. (*

Aparat Jaga Kondusivitas Ibadah Galungan Samarinda

KLIKSAMARINDA – Umat Hindu di Samarinda, Kalimantan Timur, melaksanakan ibadah persembahyangan Hari Raya Galungan, Rabu 14 April 2021. Ibadah persembahyangan ini berlangsung di Pura Jagat Hita Karana, Jalan Sentosa, Nomor 22, RT 45, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang.

Pelaksanaan ibadah dipimpin Pembimas Hindu Kementerian Agama Provinsi Kaltim A.A Gede Raka Ardita yang dihadiri oleh Umat Hindu. Seluruh warga yang hadir dalam persembahyangan ini tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19.

Tak hanya itu, demi memberikan rasa aman dalam persembahyangan Hari Raya Galungan tersebut, aparat TNI dan kepolisian turut mengiringi jalannya ibadah. Antara lain aparat dari Babinsa 0901/Smd Kelurahan Sungai Pinang.

Hadir dalam perayaan Hari Raya Galungan ini anggota Koramil 0901-02/Smd Ilir, Babinsa Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Serda Gusti Putu Amerta bersama Bhabinkamtibmas dalam melaksanakan pengamanan dan memonitor kegiatan persembahyangan Galungan.

Danramil 0901-02/Smd Ilir, Mayor Inf Surono, S.H melalui Babinsa Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Serda I Gusti Putu mengatakan kegiatan pengamanan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan kemanan dan ketertiban masyarakat sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman melaksanakan ibadah.

“Kami juga mengajak pada umat Hindu yang beribadah agar semua umat yang melaksanakan ibadah tidak ada hal-hal yang dapat mengganggu situasi kamtibmas, juga kehidupan berbangsa dan bernegara kita harus wujudkan toleransi antar umat beragama,” ujar Serda I Gusti Putu. (*)

TPU Raudhatul Jannah Samarinda, Terawat dan Indah

KLIKSAMARINDA – Tempat Pemakaman Umum Raudhatul Jannah, Serayu Tanah Merah, Samarinda Kalimantan Timur telah menjadi tempat pemakaman khusus pasien konfirmasi Covid-19 di Samarinda. TPU di Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara ini menjadi tujuan ziarah sejumlah warga awal Ramadan 1442 H.

Pemakaman dengan 530 makam ini sebelumnya banyak penolakan keluarga penderita Covid-19 karena letaknya di pinggiran kota Samarinda. Tetapi, pemakaman ini justru diminati warga yang ingin memakamkan keluarga mereka.

Ya, TPU Raudhatul Jannah kini telah berbeda. Pemakaman Raudhatul Jannah seluas 15 hektare kini sudah tertata rapi. Lahannya masih sangat luas. Makam-makam di tempat ini juga selalu mendapatkan perawatan dari petugas makam.

Ada 6 orang petugas makam yang bergantian menyirami rumput dan tanaman yang berada di makam. Perawatan itu membuat makam menjadi nyaman dipandang dan menghilangkan kesan horor.

Seorang petugas perawatan makam TPU Raudhatul Jannah Serayu Tanah Merah Samarinda, Wariyo, mengatakan perawatan yang dilakukan awalnya hanya sebatas coba coba. Dirinya bersama beberapa rekan membentuk dan menanam rumput dan jenis tanaman lainnya di makam warga.

Setelah tanaman tumbuh dan terbentuk di beberapa makam, warga yang lain pun tertarik dan meminta mekam keluarga mereka turut diurusi.

Sejak itu, Wario dan rekan-rekannya mulai mendapat order membentuk dan merawat makam warga penderita Covid-19 di TPU Raudhatul Jannah. Wario dan rekan-rekannya mengubah kesan pemakaman menjadi bernuansa taman.

”Keluarga yang berziarah ke sini senang melihat makam yang sudah cantik. Jadinya gak ada kesan horor. Buat mereka, tempat pemakaman ini seperti taman,” ujar Wario, saat ditemui Selasa 13 April 2021.

Namun, pemandangan serupa dan tertata dari setiap makam memberi dampak bagi para peziarah. Bebeerapa peziarah justru kebingunan karena bentuk dan tatanan makam yang serupa.

Mufidah, seorang warga Samarinda, mengaku sulit menemukan makam orang tuanya di TPU Raudhatul Jannah Samarinda. Mufiah juga kesulitan mencari makam teman kantornya. Setelah mencari letak makam orang tuanya, Mufidah mampu menemukan makam orang tuanya.

Mungkin karena kita tidak tahu tanggal meninggalnya. Yang kita tahu hanya bulannya saja jadi sulit mencari. Tapi alhamdulillah bisa ketemu. Makam bagus pemeliharaannya,” ujar Mufidah.

”Saya kaget, sampai di pemakaman. Ternyata kuburannya pun tertata rapi dan dijaga. Syukur alhamdulillah,” ujar Yuli, warga Sambutan, Samarinda usai berziarah. (Jie)

Pengin Jadi Dokter? Daftar di Sini!

KLIKSAMARINDA – Setiap anak di Indonesia barangkali bercita-cita menjadi dokter. Mimpi ini coba diwujudkan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka atau FK Uhamka dengan membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun ajaran 2021-2022.

Saat ini, FK Uhamka telah membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa baru untuk Gelombang III –dibuka April-Mei dengan tes pada 4-5 Mei– dan Gelombang IV –dibuka Mei dengan tes pada 22-23 Mei.

Dekan FK Uhamka, Dr. dr. Wawang S. Sukarya, Sp.Og (K) MARS., MH. Kes, menyatakan, ada 4 syarat yang harus dipenuhi calon mahasiswa baru di FK Uhamka. Pertama, lulusan SMA dan Madrasah Aliyah jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kedua, nilai rapor semester terakhir –5 dan/atau 6– rata-rata 8. Ketiga, usia maksimal 21 tahun pada 1 September 2021. “Terakhir, ijazah maksimal 3 tahun setelah kelulusan SMA, dan tidak menerima mahasiswa pindahan,” kata Wawang.

Selain itu, ada pula syarat administrasi. Seperti fotokopi rapor dari semester 5 dan/atau 6 sebanyak 1 lembar. Fotokopi ijazah legalisir 1 lembar –setelah ada ijazah dan ditetapkan diterima. Fotokopi KTP atau kartu pelajar 1 lembar. Fotokopi akta kelahiran. Pas foto terbaru warna ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar dan 4×6 sebanyak 2 lembar. Terakhir, mengisi formulir pendaftaran dengan memilih 2 Program Studi.

Disamping itu, terang Wawang, untuk calon mahasiswa baru yang masih kebingungan, bisa mencari informasi dipelbagai kanal FK Uhamka. Misalnya, menghubungi call center FK Uhamka di nomor WhatsApp +62 877 8409 4231 atau langsung klik di sini.

Untuk diketahui, FK Uhamka juga secara konsisten semaksimal mungkin mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam misi FK yang mengacu visi misi universitas. Yakni, melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang ditetapkan dalam renstra, plus misi kerjasama dalam dan luar negeri, penggemblengan kepemimpinan dan kemampuan manajerial dan integrasi Al Islam ke-Muhammadiyahan dalam kurikulum pendidikan dokter.

“Hal ini untuk mencapai cita-cita menghasilkan dokter yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga spiritual, emosional dan sosial,” tukas Wawang. (ads)

FK Uhamka Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru, Cek Infonya di Sini

KLIKSAMARINDA – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun ajaran 2021-2022. Untuk diketahui, Gelombang I dan II pendaftaran mahasiswa baru sudah dibuka sejak Januari-Februari serta Februari-April.

Meski begitu, waktu pendaftaran masih dibuka. Untuk Gelombang III dibuka April-Mei dengan tes pada 4-5 Mei. Sementara Gelombang IV dibuka Mei dengan tes pada 22-23 Mei.

Dekan FK Uhamka, Dr. dr. Wawang S. Sukarya, Sp.Og (K) MARS., MH. Kes, mengatakan, ada pelbagai tahapan seleksi bagi calon mahasiswa yang berminat bergabung di FK Uhamka. Selain mengisi form pendaftaran, calon mahasiswa baru juga diwajibkan menjalani tes pengetahuan umum dan tes akademik. “Ada juga psikotest dan wawancara orangtua,” kata Wawang.

Menurut Wawang, jika tes 2 hingga tes 4 lulus, calon mahasiswa akan menjalani tes kesehatan oleh dokter FK Uhamka yang bekerjasama dengan RS Islam Cempaka Putih dan RS Islam Pondok Kopi. “Di sana nanti calon mahasiswa akan menjalani pemeriksaan fisik, tes buta warna, serta tes narkoba,” ujar Wawang.

Disamping itu, terang Wawang, untuk calon mahasiswa baru yang masih kebingungan, bisa mencari informasi dipelbagai kanal FK Uhamka. Misalnya, menghubungi call center FK Uhamka di nomor WhatsApp +62 877 8409 4231 atau langsung klik di sini.

Sebagai informasi, di usia belia yang baru menjejak dua tahun, FK Uhamka telah berhasil meraih akreditasi B. Prestasi ini sangat membanggakan mengingat kampus ini belum meluluskan mahasiswanya.

Melalui surat dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM PT-Kes), tertanggal 20 November 2020, menyebutkan peringkat akreditasi program studi sarjana kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka telah naik statusnya menjadi terakreditas B (Baik).

“Hasil ini sangat membanggakan. FK Uhamka yang baru berusia dua tahun telah berhasil meraih akreditasi B. Tentu saja ini juga menjadi hal yang sangat disyukuri seluruh seluruh civitas akademika FK Uhamka,” sebut Wawang.

FK Uhamka sendiri memiliki kelengkapan sarana dan prasarana yang serba baru, termasuk gedung perkuliahan, laborarotorium dan fasilitas pendukung. Capaian akreditasi ini, lanjut Wawang, bisa diraih karena seluruh SDM bekerja sama secara kompak dan solid untuk mengimplementasikan standar pendidikan yang telah ditetapkan secara nasional.

“Dengan dukungan para dosen yang ahli dalam biomedik atau kedokteran dasar dan dokter-dokter spesialis, maka keinginan FK Uhamka menjalankan dan menerapkan proses pendidikan yang berkualitas, tahap demi tahap dapat dilakukan,” tutup Wawang. (ads)

Seleksi Timnas U-16 dan U19 Regional Kaltim Kaltara

KLIKSAMARINDA – Sebanyak 33 pemain sepakbola Kaltim U-19 dan 33 pemain U-16 menjalani seleksi tingkat provinsi di Stadion Utama Palaran, Samarinda. Seleksi untuk regional Kaltim dan Kaltara ini berlangsung selama dua hari, mulai 10-11 Apil 2021.

Tiga pelatih nasional, yaitu Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, pelatih Timnas U-16, Bima Sakti, dan Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto, memantau langsung jalannya seleksi.

Indra Sjafri menyatakan, jika potensi para pemain di daerah cukup banyak. Karena itu, Indra Sjafri berharap agar para pemain usia dini ini sudah bisa merasakan kompetisi di tingkat daerah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para pemain.

Tujuan lainnya adalah memupuk generasi Timnas agar tidak kehabisan talenta berbakat pemain sepak bola nasional. Indra Sjafri juga mengakui jika pandemi Covid-19 membuat aktivitas sepak bola tanah air mandek. Sepanjang tahun 2020 lalu, kompetisi mulai tingkat bawah hingga profesional tidak berjalan. Karena itu, PSSI mulai melakukan seleksi untuk persiapan panjang.

“Saya yakin potensi-potensi sepak bola mulai dari usia 16 itu sangat banyak sekal. Termasuk di Kaltim. Kami ada dapat pemain yang nanti mereka berproses. Mereka nanti dilatih pelatih yang bagus. Ada kompetisi. Nanti dia akan menjadi calon generasi yang baru persepakbolaan kita,” ujar Indra Sjafri, saat ditemui Minggu 11 April 2021.

Menurut Indra Sjafri, seleksi ini dilakukan serentak di 34 provinsi. Para pemain yang lolos seleksi akan dipertemukan di tingkat nasional.

“Seleksi kali ini menggunakan sistem trofeo. Para pemain yang mengikuti seleksi dibagi menjadi tiga tim lalu saling bertanding 3×30 menit,” ujar Indra Sjafri.

Pelatih Timnas U-16, Bima Sakti mengaku senang dengan antusiasme para pemain yang ikut seleksi. Bima Sakti berhara banyak pemain asal Kaltim yang lolos ke tingkat nasional.

“Kami menilai Kaltim luar biasa. Saya lihat pembinaan lebih banyak pemain pemain berkualitas. Kalau dibina terus, mereka bisa bersaing tingkat nasional,” ujar Bima Sakti.

Harapan juga datang dari Ketua Askot PSSI Samarinda, Joha Fajal. Menurut Joha Fajal, peserta seleksi regional kali ini tak hanya diikuti pemain dari Kaltim. Pemain juga ada yang datang dari Kaltara.

“Harapan kami tentu anak-anak ini bisa lolos ke tahap selanjutnya. Namun yang terpenting anak-anak bisa mendapat pengalaman berharga karena dipantau langsung oleh pelatih Timnas,” ujar Joha Fajal. (Jie)

GeNose Bandara Samarinda Berlaku Efektif 9 April

KLIKSAMARINDA – Jumat, 9 April 2021, menjadi hari pertama layanan pemeriksaan Covid-19 dengan menggunakan GeNose C-19 di Bandara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur.

Pelayanan perdana ini menandai GeNose resmi digunakan oleh para penumpang yang akan terbang menggunakan pesawat di Bandara Samarinda.

Pihak Bandara APT Pranoto menjelaskan, kepada calon penumpang yang akan melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara, GeNose menjadi salah satu pilihan layanan pemeriksaan Covid-19 di Bandara APT Pranoto.

“Layanan mulai efektif pada tanggal 9 April 2021,” demikian keterangan tertulis dari Bandara APT Pranoto Samarinda, 9 April.

Layanan Pemeriksaan ini menggunakan GeNose C19 oleh Klinik Media Farma. Tarifnya Rp50 ribu rupiah per orang.

“Jam pelayanan mulai pukul 05:30 WITA pagi.”

Pihak Bandara APT Pranoto menjelaskan, kuota pelaksanaan layanan GeNose C19 tahap awal masih terbatas. Jumlahnya berkiar 200 hingga 300 penumpang per hari.

“Dihimbau kepada calon penumpang yang akan menggunakan layanan pemeriksaan GeNose C19 agar mendaftar secara online melalui situs genose.mediafarmapranoto.com terlebih dahulu (H-1) sebelum jadwal keberangkatan dengan mengisi data secara lengkap. Dihimbau agar tiba di bandara tiga atau empat jam sebelum waktu keberangkatan sobat.”

Pemerintah Berikan Insentif Pajak 29 Mobil Mewah

KLIKSAMARINDA – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengeluarkan kebijakan keringanan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP) untuk kendaraan bermotor roda 4. telah diperluas per 1 April 2021?

Perluasan ini meliputi tipe kendaraan penerima diskon PPnBM yang semula hanya 21 tipe mobil menjadi 29 tipe mobil berdasarkan pada aturan Kepmenperin Nomor 839 Tahun 2021.

Penambahan daftar mobil tersebut menyusul adanya perluasan insentif PPnBM DTP kendaraan bermotor yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 31 Tahun 2021.

Adapun daftar 29 tipe mobil tersebut ada dalam lampiran Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 839 Tahun 2021. Keputusan yang ditetapkan dan berlaku mulai 1 April 2021 ini mencabut Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 169 Tahun 2021.

“Menetapkan kendaraan bermotor yang dapat memperoleh PPnBM atas penyerahan barang kena pajak yang tergolong barang mewah yang ditanggung oleh pemerintah pada tahun anggaran 2021 sebagaimana tercantum dalam Lampiran I,” bunyi penggalan Diktum Kesatu, dikutip pada Jumat 9 April 2021.

Berdasarkan pada lampiran beleid tersebut, kendaraan bermotor yang mendapatkan fasilitas PPnBM DTP antara lain semua varian model:

Toyota Yaris,
Toyota Vios,
Toyota Sienta,
Toyota Innova 2.0,
Toyota Innova 2.4,
Toyota Fortuner 2.4 4×2,
Toyota Fortuner 2.4 4×4,
Daihatsu Xenia,
Toyota Avanza,
Daihatsu Grand Max,
Daihatsu Luxio,
Daihatsu Terios,
Toyota Rush,
Toyota Raize,
Daihatsu Rocky,
Mitsubishi Xpander,
Mitsubishi Xpander Cross,
Nissan Livina,
Honda Brio Rs,
Honda Mobilio,
Honda BR-V,
Honda CRV 1.5T,
Honda HR-V 1.5L,
Honda HR-V 1.8L,
Honda CRV 2.0 CVT,
Honda City Hatchback,
Suzuki New Ertiga,
Suzuki XL 7, dan
Wuling Confero.

Sebanyak 29 kendaraan yang tercantum pada lampiran itu diproduksi 6 perusahaan, yakni PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, PT Honda Prospect Motor, PT Suzuki Motor Indonesia, dan PT SGMW Motor Indonesia.

Selaku produsen dari 29 mobil tersebut, keenam perusahaan tersebut wajib menyampaikan rencana pembelian lokal atau local purchase pada 2021 dan menyampaikan surat pemanfaatan hasil local purchase dalam kegiatan produksi kepada Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronik (ILMATE) Kemenperin.

Tidak hanya itu, pabrikan juga diwajibkan untuk menyampaikan faktur pajak, laporan realisasi PPnBM DTP, dan kinerja penjualan triwulan kepada Ditjen ILMATE Kemenperin.

“Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika melakukan pengawasan dan evaluasi atas realisasi rencana pembelian lokal (local purchase) sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEEMPAT,” bunyi Diktum Keenam Kepmenperin tersebut.

Pada Diktum kesembilan tercantum
Pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang telah dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.010/2021 tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas Penyerahan Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021 berlaku bagi kendaraan bermotor sebagaimana telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 169 Tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor dengan Pajak Penjualan atas Barang Mewah Yang Ditanggung Oleh Pemerintah pada Tahun Anggaran 2021. (*)

Wali Kota Semangat Reinkarnasi Citra Niaga Samarinda

KLIKSAMARINDA – Pertemuan itu berlangsung di Badung, Provinsi Bali. Wali Kota Samarinda Andi Harun bertatap muka dengan perancang kawasan Citra Niaga Samarinda, Antonio Ismael Risianto.

Sebuah pertemuan formal yang menyelipkan gagasan pembangunan masa depan untuk Kota Tepian, Ibu Kota Provinsi Kaltim, Samarinda. Tampak Wali Kota Andi Harun bersemangat dalam merevitalisasi Citra Niaga dengan mengusung “Reinkarnasi” Citra Niaga Part II di bawah arsitek yang sama, Antonio Ismael Risianto.

Wali Kota Andi Harun serius untuk membuka babak baru kawasan Citra Niaga. Pertemuan bersama Antonio Ismael Risianto di kabupaten Badung Provinsi Bali sebagai domisili sang Arsitek, kembali membuka cakrawala masa lampau Citra Niaga yang telah mengangkat nama Samarinda melalui penghargaan internasional Aga Khan Award yang diterima Citra Niaga tahun 1989.

Di balik itu, Wali Kota Samarinda menuturkan kekhawatiran atas eksistensi Citra Niaga sebagai ruang publik warga Samarinda.

“Saya khawatir lama-lama citra niaga itu hilang. Kita semua tentu tidak ingin hilang. Oleh karena itu, kita perlu reinkarnasi,” ujar Wali Kota Andi Harun dalam forum diskusi bersama Antonio Ismael Risianto, yang dirlis Humas Pemkot Samarnda, Jum’at, 9 April 2021.

Wali Kota Andi Harun menerangkan, reinkarnasi ini dimaksudkan sebagai kemunculan atau kebangkitan kembali Citra Niaga dalam cerita versi baru. Pertemuan dengan sang arsitek Citra Niaga itu membawa angin segar menuju perubahan dalam istilah reinkarnasi.

“Alhamdulillah sutradaranya (Arsiteknya,red) sekarang masih panjang umur. Sekarang usianya 69 tahun dan Citra Niaga part I yang beliau arsiteki dibangun tanggal 27 Agustus 1987. Jika tidak direvitalisasi sekarang, nanti akan punah. Saya gunakan istilah reinkarnasi dengan versi baru tanpa meninggalkan kesuksesan di masa lalu,” ujar Wali Kota Andi Harun.

Wali Kota Andi Harun merasa optimis dengan Reinkarnasi Citra Niaga part II ini karena masih ditangan “sutradara” yang sama. Menurut Wali Kota Andi Harun, Citra Niaga versus 30 tahun episode pertama dengan Citra Niaga 30 tahun atau 50 tahun episode kedua.

”Pasti akan nyambung. Ini tidak akan terputus karena biasanya desain cinema akan terputus kehilangan kontes kalau sutradaranya berganti,” ujar Wali Kota Andi Harun.

Wali Kota Andi Harun juga mengatakan tidak ingin meninggalkan kesuksesan Citra Niaga di masa lalu era Gubernur Kaltim Soewandi dan Wali Kota Samarinda Waris Husain. Wali Kota Andi Harun ingin membangun dengan membawa harapan cerita sukses di masa depan.

“Kita perlu revitalisasi. Melakukan revitalisasi ini tentu perlu tahu konsep dasarnya. Penyusunan konsep dasar akan lebih sempurna jika peletak dasarnya bisa ditelusuri. Keistimewaan Citra Niaga, arsiteknya masih ada. Bapak Antonio umur 69 yang sekarang tinggal di Bali dan dulu 3 tahun di Samarinda,” ujar Wali Kota Andi Harun.

Wali Kota Andi Harun meminta Antonio membuat desain baru Citra Niaga tanpa memutus cerita sukses di masa lalu. Konsepnya tak lain peradaban masa di masa itu dengan kemajuan peradaban manusia di masa kini dan mendatang.

Wali Kota Andi Harun bersama Antonio Ismael Risianto dan Sekda Samarinda, Sugeng Chairuddin – Foto Dok Humas

“Insya Allah minggu depan timnya mulai bekerja. Termasuk ada Pak Antonio bersama anggotanya masuk di tim ini. Saya akan tongkrongi tim ini,” ujar Wali Kota Andi Harun.

Andi Harun mengakui prinsip konsep Antonio sejalan dengan Visi Pemkot Samarinda terwujudnya Samarinda sebagai kota pusat peradaban dimana dalam membangun tidak akan melakukan penggusuran.

Sekda Samarinda Sugeng Chairuddin menyarankan bagaimana menjadikan Citra Niaga magnet kembali.

“Kalau bisa kita usulkan jadikan City Walk yang menyambung sampai ke pelabuhan,” ucapnya.

Antonio mengatakan dalam redesain Citra Niaga tetap tanpa menggusur dengan memajukan pedagang kecil, menengah, dan ke atas disesuaikan kondisi sekarang.

“Saya sangat apresiasi dengan walikota yang sejalan. Tunggu saja selanjutnya karena tim mulai minggu depan bekerja,” ujar Antonio. (*)

Penyair NTT Umbu Landu Paranggi Meninggal Dunia

KLIKSAMARINDA – Sastrawan Umbu Landu Paranggi meninggal dunia pada Selasa, 6 April 2021, pukul 03.55 WITA dini hari. Umbu Landu Paranggi merupakan penyair dan tokoh sastra Indonesia yang akrab disapa ‘Presiden Malioboro’ pada zamannya. ⁣

Kabar meninggalnya Umbu Landu Paranggi tersebut diunggah di akun resmi Kenduri Cinta.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun … Duka kami, mengantarmu ke huma yang sejati dari Bapak Umbu Landu Paranggi. Pada hari Selasa tanggal 6 April 2021 pukul 03.55 WITA di RS Bali Mandara,” tulis akun Kenduri Cinta, Selasa 6 April 2021.

Umbu Landu Paranggi merupakan guru bagi sejumlah sastrawan besar Indonesia seperti Emha Ainun Nadjib, Eko Tunas, Linus Suryadi AG dan Imam Budhi Santoso. ⁣

Pada tahun 1960-an Umbu aktif berkesenian dan mengasuh komunitas Sastra di Yogyakarta. Sekitar tahun 1970-an membentuk Persada Studi Klub (PSK) yang merupakan komunitas sastrawan, penyair, dan seniman yang berpusat di Malioboro, Yogyakarta. ⁣

Bersama Arsitek Yori Antar, Umbu Landu Paranggi dianugerahi Penghargaan Akademi Jakarta 2019 oleh Akademi Jakarta. ⁣

Dewan Kesenian Jakarta rakus turut berduka cita atas kepergian Umbu Landu Paranggi. Kiprah dan jasamu akan selalu tercatat dalam perjalanan Sastra di Indonesia. Selamat jalan Presiden Malioboro. ⁣

Lahir di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, 10 Agustus 1943, Umbu merupakan penyair sekaligus guru bagi penyair muda seperti Emha Ainun Nadjib, Eko Tunas, Linus Suryadi AG, dan Iman Budhi Santoso.

Umbu pernah mengasuh rubrik puisi dan sastra di Pelopor Yogya, dan rubrik Apresiasi di Bali Post. Cerita tentang Umbu pernah ditulis Emha Ainun Nadjib di laman caknun.com.

Dalam suatu wawancara, Umbu Landu Paranggi pernah mengungkapkan 3 kota yang akan menjadi tempat mukimnya. Dua di antaranya adalah Yogyakarta dan Bali yang dijadikan markas rohaninya. Satu kota lainnya, adalah Bandung belum sempat dijadikan mukimnya.

“Jadi, ssaya itu pokoknya Jogja, Bandung, Bali. Hanya itu sorga saya. Saya langsung tahu apa yang harus saya kerjakan kalau di tiga tempat itu,” ujar Umbu Landu Paranggi.

Umbu Landu Paranggi mendapatkan Penghargaan Sastra Tahun 2019 Kategori Sastrawan Berdedikasi dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, melalui Pusat Pembinaan Bahasan dan Sastra. Puluhan tahun Umbu Landu Paranggi mengabdikan diri menjadi “guru” dan mengajarkan sastra Indonesia, khususnya puisi, kepada anak-anak muda.

Puisi Umbu Landu Paranggi

Doa

sunyi
bekerjalah
kau
bagi
nyawaku
risau
sunyi bekerjalah
kau bagi
nyawaku risau
sunyi bekerjalah kau
bagi nyawaku risau
sunyi bekerjalah kau bagi nyawaku
risau
risau nyawaku bagi kau bekerjalah
sunyi
risau nyawaku bagi
kau bekerjalah sunyi
risau nyawaku
bagi kau
bekerjalah sunyi
risau
nyawaku
bagi
kau
bekerjalah
sunyi
Kauku

(Umbu Landu Paranggi)

Sumber: “Dunia Puisi Umbu Landu Paranggi”, IK Parwita, dalam Semangat No.2 / Oktober 1978 Th 24.

Sajak Dalam Angin

Sebelum sayap senja
(daun-daun musim)
Sebelum hening telaga
(burung-burung malam)
Sebelum gunung ungu
(bisik suara alam)
Sebelum puncak sayu
(napas rindu dendam)
Sebelum langkah pengembara
(hati buruan cakrawala)
Sebelum selaksa kata
(sesaji upacara duka)
Sebelum cinta itu bernama
(sukma menguji cahaya)
Sebelum keningmu mama
(kembang-kembang telah bunga)
Sebelum bayang atau pintumu
(bahasa berdarah kenangan maya)
Kabut itu dikirimkan hutan
Gerimis itu ke padang perburuan
Gema yang itu dari gua purbani
Merendah: dingin, kelu dan sendiri
Namaku memanggil-manggil manamu
Lapar dahaga menghimbau
Dukamu kan jadi baka sempurna
Dan dukaku senantiasa fana

(Umbu Landu Paranggi, Yogya, 1968)

Sumber : Tonggak 3, Antologi Puisi Indonesia Modern (ed) Linus Suryadi AG, Gramedia, Jakarta, 1987 (halaman 240-241). Puisi ini diambil dari Pelopor Yogya, Minggu, 26 April 1970.

Menyelami Eksotika Bawah Laut Muara Badak Kukar

KLIKSAMARINDA – Kalimantan Timur seolah tak pernah kehabisan potensi pariwisata. Tak cuma di daratan, di laut pun demikian adanya.

Satu potensi pariwisata di Kalimantan Timur yang mengandalkan panorama alam bawah laut adalah perairan laut Muara Badak di Kabupaten Kutai Kartanegara atau Kukar. Panorama kedalaman laut ini begitu indah dan banyak biota laut di lepas pantai.

Para penyelam dapat menemui berbagai jenis ikan yang sebelumnya sangat jarang ditemukan. Ikan-ikan yang berwarna warni itu tampak di kedalaman 4 meter di sekitar terumbu karang.

Untuk diving atau menyelam pun, pengunjung dapat menyewa alat selam yang murah. Setiap penyelam akan didampingi instruktur handal dan telah memiliki sertifikasi selam.

Bagi penyelam pemula, tak perlu khawatir. Ada beberapa spot selam di pantai Muara Badak untuk berlatih. Kedalamannya cukup aman dengan sajian pemandangan bawah laut yang tetap eksotik.

Tak hanya menikmati pemandangan bawah laut, para penyelam juga bisa ikut merawat terumbu karang yang ada di dasar laut. Caranya dengan ikut membudidayakan terumbu karang untuk melestarikan beragam biota laut di perairan Muara Badak.

Pesona keindahan bawah laut perairan Muara Badak ini belum terekspos. Menurut Koordinator Kelompok Masyarakat Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Muara Badak Kukar, Muhtar saat ini masyarakat lebih mempersiapkan perbaikan lingkungan di lokasi tersebut.

Muhtar menyatakan, seiring upaya warga melakukan perbaikan lingkungan di perairan Muara Badak, kerap muncul ikan hiu tutul yang mencari makan di lokasi ini. Ikan-ikan besar lainnya juga tampak di kedalaman 15-20 meter.

“Memang belum ada yang mengekspos kegiatan kami di sini. Hanya transplantasi karang terumbu. Itu yang kami lakukan tiap tahun,” ujar Muhtar, Minggu 4 April 2021.

Upaya warga dalam memperbaiki kondisi lingkungan di Muara Badak mulai membuahkan dampak. Wisatawan mulai kerap berdatangan dalam beberapa bulan terakhir untuk menikmati eksotika bawah laut Muara Badak.

Adalah Budi, seorang wisatawan asal Samarinda yang menyelam di laut Muara Badak. Budi mengaku senang bisa menikmati keindahan alam bawah laut di Muara Badak.

Menuju lokasi perairan Muara Badak Kukar ini, Budi menempuh waktu sekitar 1 jam dari Ibu Kota Provinsi Kaltim, Samarinda. Jika ditempuh dari Pantai Pangempang di wilayah perkampungan nelayan Muara Badak, memakan waktu berlayar 20 menit.

Mahasiswa Universitas Mulawarman ini mengaku baru mengetahui jika spot bawah laut di laut Muara Badak begitu indah. Bahkan menyamai keindahan bawah laut di wilayah Pulau Derawan, Kabupaten Berau.

“Luar biasa keindahan di bawah laut Muara Badak. Gugusan terumbu karang juga sangat terawat dan beraneka ragam ikan masih bagus,” ujar Budi.

Untuk mencapai lokasi penyelaman, para wisatawan hanya perlu merogoh kocek Rp750 ribu per orang. Wisatawan sudah akan mendapatkan peralatan lengkap selam dan biaya transportasi kapal untuk menuju lokasi penyelaman. (Jie)

Sehat bagi Seluruh Rakyat Indonesia!

Opini oleh Winda Wulandari (Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman)

Sejak tahun 1950, tanggal 7 April diperingati sebagai “World Health Day” atau “Hari Kesehatan Dunia”. Hal ini ditujukan untuk menciptakan kesadaran terkait permasalahan kesehatan, disesuaikan dengan tema berbeda di tiap tahunnya sesuai dengan bidang prioritas yang sedang menjadi perhatian World Health Organization (WHO).

Dilansir dari laman resmi who.intl, tema dari World Health Day tahun 2021 adalah “Building a Fairer, Healthier World”. Tema “Building a Fairer, Healthier World” atau “ membangun dunia yang lebih adil, dan lebih sehat” menjadi bentuk kampanye dari permasalahan kesehatan saat ini.

Pandemi Covid-19 telah menjadi permasalahan hampir seluruh negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Dampak dari pandemi Covid-19 tak hanya memengaruhi permasalahan kesehatan namun juga sosial, pendidikan, bahkan ekonomi.

Hal ini pun sangat berdampak pada masyarakat dengan pendapatan yang kurang, memliki kondisi perumahan yang tidak layak, serta pendidikan yang rendah, yang memengaruhi akses lingkungan yang aman, air, udara yang bersih, serta kurangnya ketersediaan pangan yang dimiliki, ditambah dengan kurangnya akses untuk pelayanan kesehatan.

Kondisi itu menjadikan mereka yang sebelumnya rentan terpapar penyakit menjadi lebih rentan lagi. Oleh sebab itu, WHO berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap orang, di mana pun, dapat mewujudkan hak atas kesehatan yang baik.

Di Indonesia sendiri, hak untuk hidup sejahtera lahir batin dan hak mendapatkan pelayanan kesehatan merupakan hak warga yang termaktub dalam konstitusi Negara Republik Indonesia. Kewajiban Negara untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kesehatan diatur secara khusus dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Nasional dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Pada tahun 2014, sebagai bentuk komitmen untuk memberikan perlindungan hak kesehatan, pemerintah meluncurkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tercapainya Jaminan Kesehatan semesta atau Universal health Coverage (UHC) tahun 2019 merupakan target pemerintah.

Namun berdasarkan penelitian yang dilakukan olah PRAKARSA, cakupan kepesertaan JKN berdasarkan data per Desember 2019 , baru 224,1 juta atau 83 persen dari total populasi penduduk Indonesia, yang berarti target yang dicanangkan pemerintah gagal untuk dicapai.

Terlambatnya capaian kepesertaan JKN, tentu berhubungan dengan defisit BPJS kesehatan yang selalu menjadi permasalahan di tiap tahunnya. Mengutip data Litbang Kompas, Defisit BPJS pada tahun 2014 tercatat sebesar Rp 1,94 T, lalu ditahun 2015 defisit Rp 4,42 T, tahun 2016 turun menjadi Rp 150 M, kemudian membengkak kembali menjadi Rp 13,8 T di tahun 2017, Rp 19,4 Triliun di tahun 2018, dan Rp 13 T ditahun 2019.

Namun pada tahun 2020, BPJS Kesehatan mencatatkan surplus arus kas Rp 18,7 Triliun. Hal ini tentu hal yang baik. Namun perlu diperhatikan apakah bersifat permanen atau hanya sementara.

Pasalnya menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), di tengah Covid-19, kunjungan peserta JKN-KIS ke fasilitas kesehatan berkurang hingga 40%.

Tentu antisipasi perlu dilakukan oleh pihak BPJS Kesehatan untuk mencegah terjadinya defisit kembali pada keuangan BPJS kesehatan. Jika sekiranya setelah keadan normal maka peserta JKN-KIS yang kembali berobat membludak.

Selain itu, tidak meratanya cakupan pelayan kesehatan juga menjadi penyebab dari tidak tercapainya target UHC 2019. Seperti penelitian yang dilakukan oleh PRAKARSA menemukan bahwa provinsi di Jawa dan bagian barat Indonesia memiliki cakupan layanan kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan provinsi di luar jawa terutama bagian Timur Indonesia.

Untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC), pemerataan cakupan pelayanan kesehatan tentu harus diterapkan. Tidak hanya di pulau Jawa saja, namun juga di luar Jawa, terkhusus bagian Timur Indonesia.

Kesenjangan dan ketidaksetaraan alokasi sumber daya daerah, kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional, penerapan akses perawatan bagi pengguna JKN yang kurang berkualitas di beberapa daerah, serta kemiskinan yang berhubungan erat dengan munculnya masalah kesehatan, menjadi hal yang harus segera diatasi oleh pemerintah.

Hidup Rakyat Indonesia!
Hidup Kesehatan Indonesia!