Arsip Kategori: Ekbis

Pandemi Covid-19 Pameran Kaltim Expo Tetap Digelar

KLIKSAMARINDA – Event tahunan pameran Kaltim Expo tetap berlangsung tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19. Namun, Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemprov Kaltim untuk tetap menggelar Kaltim Expo Tahun 2020. Event ini digelar mulai 21-25 Oktober 2020 di Bigmall Samarinda.

Tujuan Kaltim Expo ini tidak lain agar para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tetap memiliki kesempatan memperkenalkan berbagai hasil produksi dan jasa usaha mereka, sehingga bisa diketahui serta mendapat perhatian dan diminati masyarakat.

Kaltim Expo tahun ini mengusung tema Pameran Mengangkat Perekonomian UMKM dan Ekonomi Kreatif di Masa Pandemi Covid-19. Ajang dimanfaatkan menjadi sarana promosi kegiatan usaha yang berkembang di kabupaten/kota se-Kaltim.

Alasan tetap menggelar Kaltim Expo 2020, seperti disampaikan Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan H Abu Helmi saat mewakili Gubernur Kaltim H Isran Noor membuka Kaltim Expo Tahun 2020 di Big Mall Samarinda, Rabu 21 Oktober 2020, tahun 2020 menjadi tahun yang sangat berat bagi pertumbuhan ekonomi.

Sektor ekonomi mengalami pelemahan di hampir semua negara. Kaltim pun terimbas. Seluruh aspek kehidupan terganggu, tak terkecuali untuk urusan ekonomi.

Terbatasnya ruang pergerakan setiap individu melemahkan proses transaksi ekonomi dan menurunkan tingkat pendapatan masyarakat.

“Tahun ini merupakan salah satu yang terberat. Tapi dengan komitmen protokol kesehatan yang ketat, kita putuskan untuk tetap menggelar Kaltim Expo tahun ini,” ujar Abu Helmi.

Kaltim Expo kali ini digelar atas kerjasama DPMPTSP Pemprov Kaltim dengan PT ADW Bersaudara Group. Karena pandemi Covid-19, secara keseluruhan penyelenggara hanya menyiapkan 45 stan berada di dalam ruangan (indoor).

Sebanyak 31 stan untuk dinas/BUMN/swasta, UMKM mendapat jatah 10 stan dan 4 stan otomotif. Penyelenggara membatasi maksimal 100 pengunjung di areal pameran. Penyelenggara terus mengumumkan pentingnya penerapan protokol kesehatan setiap 15 menit agar pengunjung menggunakan masker dan menjaga jarak. (*)

Camat Samarinda Kota Apresiasi Pengembangan SDM di Kelurahan Bugis

KLIKSAMARINDA – Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian tersendiri bagi Camat Samarinda Kota, Anies Siswantiini. Karena itu, Camat Anies Siswantini mendukung terhadap pelbagai kegiatan yang mampu mendoroong upaya penningkatan kualitas SDM khususnya warga di wilayah pemerintahan Kecamatan Samarinda Kota.

Seperti yang berlangsung pada Senin 12 Oktober 2020, Camat Anies Siswantini meninjau pelaksanaan kursus dan pelatihan menjahit bagi ibu rumah tangga dan remaja di Kelurahan Bugis, Samarinda Kota. Pelaksanaan pelatihan berlangsung di SD Negeri 002 Samarinda, Jalan Bhayangkara.

Kegiatan ini merupakan inisiasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan pihak Kelurahan Bugis dengan memamfaatkan alokasi anggaran dana kelurahan tahun 2020.

Menurut Ketua LPM Kelurahan Bugis, Muhammad Ramadhan Siregar, kegiatan ini dilaksanakan selama 14 hari dan diikuti oleh 32 peserta. Dua instruktur dari Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) Samarinda akan membimbing para peserta.

“Semua peserta selain dibekali modul buku panduan, juga diberi peralatan menjahit seperti kain, gunting, meteran, benang, dan lain-lain,” ujar Muhammad Ramadhan Siregar.

Camat Samarinda Kota Asnie Siswantini menyatakan apresiasi atas ide dan gagasan seperti ini. Camat Anies Siswantini yakin bahwa kegitan pelatihan ini sangat bermamfaat dan dapat meningkatkan penghasilan ekonomi keluarga, apa lagi di tengah kondisi pandemi saat ini.

“Saya berharap pada semua peserta untuk selalu mengamalkan ilmu dan keterampilan yang didapat dalam kehidupan keseharian. Misalnya membuka usaha menjahit, yang saat ini cukup menjanjikan,” ujar Camat Anies Siswantini.

Kemudian Camat juga memberikan perhatian kepada panitia penyelenggara yang telah patuh dan mempedomani standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Semua peserta menggunakan masker, jarak tempat duduk diatur, juga tersedia tempat cuci tangan. (*)

Omset Bisnis Amplang Samarinda Turun di Masa Pandemi Covid-19

KLIKSAMARINDA – Pandemi Covid-19 berdampak terhadap lini usaha kecil menengah di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Sektor ini rerata mengalami penurunan omset selama masa pandemi Covid-19 sejak Februari 2020 yang lalu.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian Samarinda, Muhammad Faisal, dampak pandemi Covid-19 tergolong signifikan di berbagai bidang usaha. Tak terkecuali industri makanan. Pada awalnya diyakini usaha makanan ini tidak terlalu banyak pengaruhnya karena merupakan kebutuhan primer.

Apalagi bagi mereka yang sudah menerapkan strategi pemasaran online. Namun, menurut Muhammad Faisal, kenyataannya tidak demikian.

“Awalnya kami prediksi tidak terlalu signifikan penurunan yang terjadi di sektor makanan dan minuman. Namun ternyata ada beberapa industi makanan yang terdampak luar biasa juga salah satunya adalah usaha Amplang,” ujar Muhammad Faisal, Rabu, 23 September 2020 saat melakukan peninjauan langsung 5 tempat usaha produksi amplang di Samarinda.

Muhammad Faisal menambahkan, penurunan omset usaha makanan tersebut juga bagian dari imbas terpuruknya sektor pariwisata. Terutama kegiatan MICE di kota Samarinda dan Provinsi Kaltim umumnya.

“Pastinya ini imbas dari menurunnya kunjungan ke kota Samarinda dan terpuruk sektor pariwisata di semua daerah sehingga kebutuhan akan oleh-oleh makanan berkurang signifikan,” ujar Muhammad Faisal.

Usaha Amplang yang terdampak langsung pandemi Covid-19 adalah Amplang Panglima dengan tempat produksi di Perum Graha Indah. Pengusaha Amplang Pangloma mengaku sangat merasakan dampak pandemi Covid-19. Misal, terhentinya pengiriman rutin setiap minggunya ke luar kota seperti di Jawa dan Bali.

“Saat pandemi covid ini kami tidak bisa lagi melakukan pengiriman rutin setiap minggunya keluar daerah. Biasa rata-rata kami dapat melakukan pengiriman dengan total produksi sebanyak 1 ton lebih Amplang ke Jawa dan Bali bahkan ada juga ke Batam,” ujar Kepala Produksi Amplang Panglima, Maskien.

Lain lagi dengan amplang berlabel Kampung Amplang yang berproduksi di Jalan Rumbia. Menurut Kepala Produksi Kampung Amplang, Inong, mereka biasa dalam kondisi normal berproduksi rata-rata 15 kali dalam sebulan. Karena pengiriman amplang tersendat, stok amplang pun bertumpuk di gudang.

Rata-rata total sekali produksi sebanyak 300 kg Amplang untuk kebutuhan di 4 outlet mereka. Dua outlet ada di Samarinda dan dua di Balikpapan. Namun, Inong merasakan situasi pandemi Covid-19 cukup berat bagi usaha yang dijalaninya.

“Sekarang hanya bisa berproduksi 2 kali saja sebulan atau maksimal 3 kali saja. Berat situasi ini karena stok masih menumpuk di outlet,” ujar Inong sambil tersenyum hambar di hadapan 7 karyawannya.

Meski saat ini, para produsen amplang ini hanya berproduksi untuk kebutuhan lokal saja, tetapi semua sepakat bahwa ada peningkatan permintaan lokal sejak dua-tiga bulan terakhir ini akibat berlakunya masa relaksasi di kota Samarinda dan sekitarnya.

“Ada peningkatan sedikit untuk permintaan lokal dua bulan terakhir ini. Namun untuk luar kota belum ada permintaan sama sekali. Itu menurut keterangan para kepala produksi tadi,” ujar Muhammad Faisal. (Jie)

BUMN China Tertarik Investasi di Proyek Kereta Api Kaltim

KLIKSAMARINDA – BUMN milik China, China Railway Liuyuan Group (CRLG), tertarik untuk melakukan investasi dalam pembangunan jaur kereta api di Kalimantan Timur (Kaltim). CRLG telah menyampaikan presentasi kepada Gubernur Kaltim H Isran Noor, 13 Januari 2020 lalu.

CRLG tercatat sebagai salah satu perusahaan milik negara (BUMN) yang dimiliki pemerintah China. Kiprah dan reputasi perusahaan ini, khususnya di bidang infrastruktur besar seperti jalan, pelabuhan dan bandara terbilang cukup bagus.

Pemprov Kaltim saat ini sedang menyusun kajian kerja sama luar negeri bidang infrastruktur perkeretaapian. Kajian ini akan menjadi pedoman Tim Koordinasi Kerja Sama Daerah (TKKSD) untuk memuluskan rencana investasi bidang perkeretaapian oleh CRLG di Kaltim. TKKSD sendiri menggelar rapat pada Selasa, 22 September 2020 di Ruang Rapat Tepian 2 Kantor Gubernur Kaltim untuk membahas tindak lanjut rencana investasi tersebut.

Menurut Kepala Biro Humas Setda Provinsi Kaltim, Syafranuddin, kajian kerja sama ini akan menjadi dasar persetujuan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri dalam bentuk surat konfirmasi.

“Setelah adanya kajian daerah, maka dua kementerian akan melakukan rapat lanjutan dengan sejumlah kementerian terkait, termasuk dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),” ujar Syafranuddin seperti dikutip dari laman Pemprov Kaltim.

“Surat konfirmasi pusat nantinya akan menjadi dasar pelaksanaan Letter of Intens atau LoI. Dengan LoI ini berikutnya kita akan ke DPRD Kaltim untuk mendapatkan persetujuan,” ujar Ivan, sapaan akrab Syafranuddin.

Berbekal dukungan DPRD, proses selanjutnya adalah penyusunan rancangan kerja sama, di antaranya terdiri dari studi kelayakan dan berbagai perizinan proyek. Setelah itu baru bisa dilanjutkan dengan MoU.

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Setda Provinsi Kaltim, Lisa Hasliana menegaskan, secara prinsip Gubernur Isran Noor sangat terbuka dengan rencana investasi dari China tersebut, sepanjang mereka bersungguh-sungguh.

“Gubernur terbuka untuk investasi ini dan berkomitmen. Kita akan permudah perizinan mereka. Tetapi tetap sesuai aturan yang berlaku,” ujar Lisa Hasliana. (*)

Animo Warga Samarinda Ikuti Pelatihan Usaha di Disperin Samarinda Meningkat

KLIKSAMARINDA – Dinas Perindustrian (Disperin) Samarinda kembali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi warga dan pengusaha kecil. Kali ini, Bimtek berkaitan dengan pembuatan olahan pangan ikan dan udang.

Pembukaan Bimtek bertempat di Aula Gedung Graha Ruhui Rahayu, Rabu 16 September 2020. Bimtek kali ini bertema Pembuatan Produk Makanan Nugget Ikan dan Udang yang akan berlangsung selama dua hari, mulai 16-17 September 2020.

“Saya apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini karena benar-benar murni keinginan sendiri dengan mendaftar via online. Mudahan bisa bermanfaat untuk mulai berwirausaha maupun pengembangan produknya nanti,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Samarinda, Puji Setyowati saat memberikan sambutan pada pembukaan acara.

Menurut Puji Setyowati, kegiatan Bimtek ini diikuti sebanyak 25 orang peserta yang terpilih oleh panitia pelaksana dari 400-an orang yang telah mendaftar melalui formulir online sesuai dengan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda.

“Selamat juga untuk 25 orang yang terpilih ini, sebuah kesempatan besar untuk belajar dari para narasumber yang kompeten di bidangnya. Tapi tetap ya mengikuti aturan protocol Kesehatan covid-19 yang telah ditetapkan,” ujar Puji Setyowati yang juga anggota DPRD Provinsi Kaltim ini.

Dalam kesempatan sambutan pada acara pembukaan, Kepala Dinas Perindustrian kota Samarinda Muhammad Faisal juga minta maaf kepada warga kota Samarinda yang telah mendaftar mengikuti kegiatan bimtek ini namun belum terpilih karena keterbatasan peserta yang dianjurkan.

“Saya mohon maaf sekali kami hanya bisa memilih sebanyak 25 orang saja. Saya kaget juga atas animo masyarakat terhadap bimtek yang kami laksanakan. Grafiknya selalu terus bertambah banyak. Sehingga untuk Bimtek bulan depan kami tidak akan membuka pendaftaran lagi. Tapi diambil sebanyak 25 orang lagi dari peserta yang sudah mendaftar ini. Mudahan masa pandemi ini bisa segera berlalu, sehingga kami bisa menyelenggarakan kegiatan dengan peserta yang bisa lebih banyak lagi,” ujar Muhammad Faisal.

Muhammad Faisal menambahkan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan materi pada hari pertama terkait masalah pengenalan wirausaha, digital marketing, branding, kemasan dan juga promosi. Sedangkan pada hari kedua, akan diisi kegiatan teori dan praktek mengenai masalah nugget ini.

“Pada hari kedua besok Insya Allah akan diisi dengan praktik langsung pembuatan nugget ikan dan udang dari praktisi pengusaha yang menguasai masalah ini, sehingga pemahaman peserta akan semakin cepat dan mudah dan jangan khawatir semua peralatan dan bahan praktek semua kami siapkan,” ujar Muhammad Faisal. (*)

Ini Gagasan Kadisperin Samarinda Untuk Pengembangan UMKM di Kaltim

KLIKSAMARINDA – Kepala Dinas Perindustrian Samarinda, Muhammad Faisal, menjadi salah satu narasumber pada Acara Pembinaan dan Pengembangan IKM Melalui Perlindungan HAKI di Samarinda yang diselenggarakan oleh Disperindagkop Provinsi Kaltim di Hotel Midtown Samarinda, Selasa 15 September 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Faisal menyampaikan beberapa alternatif pengembangan usaha mikro kecil dan menengah khususnya bagi para pengusaha di Samarinda dan Kalimantan Timur pada umumnya. Antara lain, memberikan kesempatan kepada para pengusaha untuk mereproduksi kemasan produk agar memiliki nilai tambah dan nilai jual yang meningkat dari sebelumnya.

“Banyak IKM sekarang produksi saja. Dijual kembali untuk dibuat merek oleh orang lain. Nah itu yang sedang banyak di Samarinda. Karena kebutuhan pasar besar, sehingga produsen besar aktif membuat atau mengolah produk untuk di-package ulang demi mengejar kuantitas produk dan mesin produksi harus tetap jalan,” ujar Muhammad Faisal.

Muhammad Faisal menyampaikan caranya adalah membeli produk mentah kemudian mengemasnya kembali dengan kemasan baru yang lebih menarik untuk dijual ke pasaran. Produk tersebut, menurut Muhammad Faisal, tidak hanya berupa produk makanan, namun juga bisa berupa produk lainnya yang bisa diolah kembali dan dijual dalam kemasan baru.

Beberapa contoh pengembangan produk sejenis yang memiliki alih kemasan sehingga bernilai jual lebih tinggi antara lain produk garam Samarinda yang telah memiliki pasar lokal Kaltim yang menjanjikan.

“Bentuk industri itu tidak hanya melulu soal makanan. Kita bisa create lagi produk baru. Kita bisa membeli produk mentah dari luar kota kita, kemudian kita olah kembali menjadi produk baru. Contohnya produsen garam di Samarinda ada yang membeli garam yang masih dalam bentuk bongkahan dari Madura, Kemudian garam itu diolah lagi di Samarinda dan dijual ecer dalam bentuk kemasan 800 gram dan sangat laku di Kaltim. Ini peluang buat kita, kalau kita mau pasti ada jalan,” ujar Muhammad Faisal.

Acara Pembinaan dan Pengembangan IKM Melalui Perlindungan HAKI di Samarinda garapan Disperindagkop Provinsi Kaltim untuk mengoptimalkan HAKI di masyarakat industri kecil dan menengah. Karena itu, Dinas Perindagkop dan UKM Provinsi Kalimantan Timur memberikan pembinaan dan pengembangan IKM melalui Perlindungan HKI terhadap pelaku Industri Kecil Menengah di Kota Samarinda.

Menurut Kepala Dinas Perindagkop & UKM Prov. Kaltim, Yadi Robyan Noor, pemerintah terus berupaya melindungi Hak Atas Kekayaan Intelektual agar masyarakat memiliki semangat untuk berinovasi. Inovasi merupakan modal utama kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu pemberian penghargaan dan perlindungan HKI menjadi penting agar inovasi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Saya yakin teman-teman sudah tahu demand pasar bagaimana. Nanti tinggal supply-nya dibantu untuk pemenuhan pasar,” ujar Yadi Robyan Noor saat membuka acara.

Menjadi catatan penting Yadi Robyan Noor adalah masa ketika Kaltim saat ini menghadapi proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Yadi Robyan Noor memprediksi, sebanyak 2 juta orang kemungkinan akan pindah ke Kaltim. Proyeksi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Kaltim untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan agar mampu bersaing ketika menjadi Ibu Kota Negara Baru.

“Nah itu peluang bagi kita sekaligus tantangan, taruhan kita adalah kualitasnya. Saya optimis saja mudah-mudahan acara ini dalam konteks tadi dalam rangka pembinaan dan yang paling penting pembinaan IKM semoga lebih baik lagi” ujar Yadi Robyan Noor. (*)

Tingkat Hunian Hotel Berbintang di Kaltim Naik 38,59 Persen, Wisman 34 Kunjungan

KLIKSAMARINDA — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) merilis data perkembangan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang di Kaltim pada bulan Juli 2020. Dalam rilisnya, Kepala BPS Kaltim, Anggoro Dwithjahyono mencatat, mencapai 38,59 persen. Angka ini, mengalami kenaikan sebesar 3.97 poin dibanding TPK Juni 2020.

Anggoro Dwithjahyono menerangkan dari seluruh jumlah kamar hotel berbintang di Kalimantan Timur rata-rata yang terjual/terpakai adalah sebesar 38.59 persen dari seluruh kamar. Jumlah tersebut tercatat lebih rendah dari bulan yang sama pada tahun 2019.

“Dibandingkan dengan Juli 2019, terjadi penurunan TPK sebesar 19.24 poin, yaitu dari 57,83 persen di Juli 2019 menjadi 38,59 persen di Juli 2020,” ujar Anggoro Dwithjahyono.

Jika dilihat menurut klasifikasinya, pada bulan Juli 2020 hotel berbintang empat mengalami raihan TPK tertinggi yaitu mencapai 51,14 persen, sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel berbintang satu yaitu hanya 4,09 persen, sementara hotel berbintang dua, berbintang tiga dan berbintang lima mencatat TPK masing-masing sebesar 43,41 persen, 34,42 persen dan 25,34 persen,

Sedangkan TPK hotel berbintang lima pada bulan Juli 2020 mengalami kenaikan sebesar 11,48 poin bila dibandingkan bulan Juni 2020, yaitu dari 13,86 persen menjadi 25,34 persen. Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 48,21 poin, yaitu dari 73,55 persen menjadi 25,34 persen.

Sedangkan data jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke wilayah Kalimantan Timur pada bulan Juli 2020 tercatat sebanyak 34 kunjungan yang berarti mengalami kenaikan sebanyak 16 kunjungan jika dibanding bulan Juni 2020 sebelumnya yang tercatat sebanyak 18 kunjungan.

Sementara itu jumlah wisman pada Juli 2020 jika dibandingkan dengan Juli 2019 mengalami penurunan 266 kunjungan.

Data menurut asal regional negara wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kalimantan Timur pada bulan Juli 2020 didominasi oleh wisatawan asal ASEAN. Peranan regional ASEAN tersebut mencapai 100 persen terhadap total kunjungan wisman pada bulan Juli 2020. (*)

Rute Baru Lion Air Layani Penerbangan Berau Kaltim

KLIKSAMARINDA – Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group berencana membuka rute baru ke destinasi baru yaitu Berau, Kalimantan Timur (Kaltim). Pengoperasian akan dilaksanakan pada 9 September 2020, yang dilayani secara langsung dari Balikpapan melalui Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kalimantan Timur (BPN).

Menurut Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, untuk tahap awal, Lion Air berencana mengoperasikan layanan berjadwal harian, frekuensi satu (1) kali setiap hari pergi pulang (PP). Penerbangan nomor JT-934 akan berangkat dari Balikpapan pukul 08.20 WITA (Waktu Indonesia Tengah. GMT+ 08) dan diperkirakan tiba di Bandar Udara Kalimarau, Berau (BEJ) pada 09.20 WITA.

Penerbangan kembali di hari yang sama, Lion Air bernomor JT-935 memiliki jadwal keberangkatan dari Berau pada 10.00 WITA dan akan mendarat di Balikpapan pukul 11.00 WITA.

“Lion Air optimis, perjalanan udara dari Balikpapan ke Berau berkisar 50 menit non-stop dapat memberikan nilai lebih kepada seluruh penumpang (travelers) seperti pebisnis dan wisatawan dalam bepergian menggunakan pesawat udara yang terjangkau, mudah dan efektif, memiliki alternatif baru layanan penerbangan serta kesempatan untuk melanjutkan perjalanan ke kota-kota lain semakin banyak serta lebih luas lagi,” ujar Danang Mandala Prihantoro.

Danang Mandala Prihantoro menambahkan, ketersediaan jadwal penerbangan tersebut adalah fokus utama Lion Air dalam menjawab permintaan para penumpang antardestinasi dan upaya meningkatkan tren permintaan perjalanan udara. Selain itu, diharapkan dapat melengkapi pilihan jadwal penerbangan menggunakan waktu keberangkatan yang tepat. Dengan demikian konektivitas Kalimantan Timur dan daerah-daerah lainnya menjadi relatif singkat.

Di salah satu pintu udara Kaltim ini [Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan], Lion Air bersama Lion Air Group (Batik Air dan Wings Air) menawarkan pilihan penerbangan yang akan memudahkan bagi penumpang untuk melakukan penerbangan secara langsung dan terkoneksi ke Tanjung Selor, Berau, Nunukan, Malinau, dan Samarinda.

Kota lainnya adalah Tarakan, Palangkaraya, Banjarmasin, Kotabaru, Batulicin, Pontianak, Ketapang, Jakarta (Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang dan Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma), Medan, Padang, Pekanbaru, Batam, Palembang, Bengkulu, Tanjung Karang-Lampung, Pangkalpinang, Bandung, Yogyakarta Kulonprogo, Yogyakarta Adisutjipto, Semarang, Solo, Surabaya, Denpasar, Lombok, Labuan Bajo, Kupang, Tambolaka, Rote, Makassar, Kendari, Palopo, Palu, Gorontalo, Manado, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Jayapura, Timika, Merauke dan kota-kota lainnya.

“Pembukaan rute ke Berau merupakan keseriusan Lion Air dalam mengakomodir kebutuhan layanan penerbangan serta mendukung program pemerintah dalam menggeliatkan pariwisata dan pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia,” ujar Danang Mandala Prihantoro.

Rute baru Balikpapan ke Berau merupakan kelanjutan dari pengembangan bisnis Lion Air wilayah domestik, sebelumnya mulai (21/ 08) Lion Air kembali menerbangi rute Balikpapan ke Bandung, Jawa Barat melalui Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara (BDO). Harapan mendatang, Lion Air akan terus membuka rute-rute lainnya secara bertahap.

Seluruh penerbangan Lion Air dijalankan dengan mengedepankan aspek-aspek yang memenuhi keselamatan, keamanan, kenyamanan (safety first) serta sebagaimana pedoman protokol kesehatan. (*)

Pertamina Hulu Mahakam Mulai Operasional Proyek JSN Tiga Anjungan Lepas Pantai

KLIKSAMARINDA– PT Pertamina Hulu Mahakam (PT PHM) selaku operator di Wilayah Kerja (WK) Mahakam bersama SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PT PHI) selaku induk usaha, secara resmi merealisasi pekerjaan konstruksi 3 (tiga) anjungan lepas pantai untuk Lapangan Sisi Nubi dan South Mahakam (dinamai Proyek JSN) dengan investasi senilai US$ 105 juta.

Seremonial pelaksanaan kegiatan ditandai dengan melakukan first cut (pemotongan pertama) yang diselenggarakan secara daring maupun langsung di Fabrication Yard PT Meindo Elang Indah (PT MEI) di Bintan, Kepulauan Riau pada Selasa 1 September 2020. Proyek JSN dibangun untuk mendukung 20% produksi WK Mahakam pada tahun 2024.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, Supply, Construction and Commissioning yang telah dilakukan pada 27 Juli 2020 oleh PTH Direktur Utama PT PHM Danar Dojoadhi dan Direktur PT MEI Stephanie Chan.

Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan SKK Migas Luky A. Yusgiantoro memberikan apresiasi kepada Pertamina yang telah merealisasi Proyek JSN, di tengah-tengah pandemi COVID- 19.

“Ini langkah yang sangat baik karena selain akan menjamin kelangsungan produksi pada tahun-tahun mendatang, kegiatan investasi ini diharapkan juga meningkatkan gairah investasi hulu migas di Indonesia. Saya berharap langkah ini akan diikuti banyak investor lain, sehingga pada saat harga minyak membaik, kita siap meningkatkan produksi,” ujar Luky melalui rilis.

“Saya berharap proyek dapat direalisasi tepat waktu, dan selamat. Oleh karena itu tentunya kami tetap meminta agar pelaksanaan kegiatan berpedoman pada protokol kesehatan, karena masalah kesehatan dan keselamatan kerja merupakan hal utama yang tidak bisa ditawar di sektor hulu migas,” ujar Luky.

Dalam acara first cut ini diadakan pemotongan pipa yang diawali dengan penyalaan sirene sebagai simbol dan harapan agar proyek ini berjalan lancar oleh Ahmad Mustofa sebagai Contract Manager Fabrikasi Proyek JSN PT PHM didampingi oleh Danang Mulyanto sebagai Manajer Proyek dari PT MEI. (*)