News

Banjir di Samarinda Hambat Distribusi Ayam Potong

KLIKSAMARINDA – Banjir melanda sejumlah kawasan di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) sejak akhir pekan kedua Januari 2020. Beberapa dampak banjir tersebut terasakan oleh warga di pelbagai sektor.

Misal, para pengguna jalan raya yang mengalami mogok kendaraan hingga warga yang pemukimannya terendam.

Bahkan, beberapa komoditi di pasar tradisional mengalami hambatan distribusi. Seperti, pasokan ayam ke pasar tradisional Segiri, Samarinda.

Para penjual di Pasar Segiri Samarinda merasakan langsung berkurangnya pasokan ayam pada Minggu, 12 Januari 2020. Menurut pedagang ayam di Pasar Segiri, Rijal, pasokan ayam ke Pasar Segiri terganggu karena banjir menggenani jalan raya di beberapa titik di Kota Tepian.

Menurut Rijal, sejak Sabtu 11 Januari 2020, distribusi ayam potong ke Pasar Segiri tersendat karena banjir. Dampak lainnya, banyak ayam yang mati karena stress saat kendaraan pengangkutnya terjebak macet di lokasi banjir.

KLIK JUGA:  Charmarijaty: IAP Kaltim Bukan Pengkritik, Tapi Advokasi

Secara langsung, banjir telah mengakibatkan kurangnya stok daging ayam di Pasar Segiri dalam dua hari terakhir. Dampaknya, para pedagang kebingungan dan menjual ayam dari stok yang tersedia dalam ukuran kecil.

“Hari ini saja kami pedagang kebingungan. Tingginya harga ayam per kilonya membuat kami harus menjual ayam yang beratnya tidak terlalu besar. Kasihan pelanggan,” kata Rizal

Meski stok ayam yang tersedia dalam ukuran kecil, namun harganya justru mengalami kenaikan. Penjualan ayam potong yang sebelumnya Rp19 ribu per kilogram, pada Minggu 12 Januari 2020 naik menjadi Rp25 ribu per kilogram.

Bahkan, jika lebih detail, para pedagang menjual ayam potong yang beratnya 1,5 kilogram dengan harga Rp38 ribu per ekor.

KLIK JUGA:  Gara-Gara Box Sterilisasi Uang, Dapat Penghargaan Dari Panglima TNI

Kondisi ini berkebalikan dari kenaikan harga yang biasanya dipicu oleh demand (permintaan) konsumen yang tinggi, seperti menjelang hari raya. Jika banjir melanda Kota Samarinda, pasar jadi sepi pembeli namun harga ayam justru naik.

Pedagang pun harus menuai protes pembeli. Namun, sebagaimana Rijal, pedagang hanya bisa menerima protes itu dan menanggapinya dengan santai.

“Harga naik memang begitu. Pembeli pasti protes,” pungkas Rijal. (Jie)