19 April 2019

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Berita Rekomendasi

Siesa Darubinta, Saksi Kasus Suap Bowo Sidik Pangarso Diperiksa KPK


Siesa Darubinta, Saksi Kasus Suap Bowo Sidik Pangarso Diperiksa KPK
Siesa Darubinta (Foto: Ist)

KLIKSAMARINDA.COM - Siesa Darubinta diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia tidak memberikan keterangan apapun usai menjalani pemeriksaan di KPK, Senin, 15 April 2019.

Siesa diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap yang menjerat anggota DPR Bowo Sidik Pangarso di PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) Tbk.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Siesa akan menjadi saksi bagi anggota DPR RI fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso.

“Yang bersangkutan menjadi saksi untuk tersangka BSP,” ujar Febri saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Senin 15 April.

Siesa sendiri tiba di Gedung KPK dengan mengenakan kemeja garis-garis dan rok putih serta berkacamata hitam. Tak ada keterangan apa pun yang disampaikan Siesa saat tiba di markas KPK.

Wanita ini turut diamankan Tim KPK dari apartemen di kawasan Permata Hijau, dalam Operasi Tangkap Tangan anggota DPR RI, Bowo Sidik Pangarso, akhirnya memenuhi panggilan KPK.

Siesa sempat absen memenuhi panggilan penyidik KPK pada hari Jumat, 12 April lalu. Wanita berambut agak pirang, berkulit putih dan berhidung mancung itu, bakal dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus suap yang menjerat Bowo Sidik.

Dalam operasi tangkap tangan beberapa waktu lalu, Siesa diamankan tim penyidik KPK bersama dengan Bowo Sidik dan sopirnya di sebuah apartemen yang belakangan diketahui milik Bowo Sidik sendiri.

Dalam perkara ini, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka diantaranya, Bowo Sidik Pangarso (BSP) orang dekat Bowo, Indung (IND) dan Manager Marketing PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti (AWI).

Bowo diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia untuk biaya angkut yang diterima dengan komitmen fee sebesar 2 dolar AS per metric ton. Bahkan Bowo Sidik diduga telah menerima sebanyak tujuh kali hadiah maupun dugaan suap dari PT HTK.

Adapun uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lain telah berhasil disita KPK sebesar Rp 8 miliar. Uang tersebut dihimpun oleh Bowo Sidik untuk kepentingan serangan fajar di Pemilu 2019.

Bowo dan Indung sebagai pihak yang diduga penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan atau Pasal 128 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Asty Winasti sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tlndak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Teranyar, KPK berhasil membongkar uang Rp 8 miliar yang sudah dimasukkan ke dalam ratusan ribu amplop dengan pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu. Amplop-amplop itu didapati stampel cap jempol untuk serangan fajar Pemilu 2019. (*)




Comments

comments


Komentar: 0